Submitted by Tante Paku on

 

 

     PUISI akan serentak membukakan kenyataan pribadi dalam kepenuhan ujudnya dan dalam ketegangan aktualitasnya. Puisi tidak menafsirkan diri karena sebuah penafsiran perlu ada jarak antara berpikir dan berbuat, sedang jarak demikian hanya akan menghasilkan tujuan yang kering.

     Puisi adalah keterlibatan secara emosional pada sesuatu peristiwa atau pada waktu jiwa saya sedang tenang dan hening bening. Ketika itulah kata-kata dengan sendirinya menetes dari batin dan menyusun sendiri aliran kata-kata dengan irama yang melekat padanya.

     Saya tidak perduli apa yang saya katakan dalam puisi dapat dimengerti atau dapat diterima oleh ukuran, aturan atau teori-teori sastra yang ada. Karya tercipta sesuai naluri sang pengarang, jadi tidaklah mungkin puisi ini dibahas secara ilmiah pula. Semua yang berbau ilmu seakan-akan hanya lurus, terbatas, tanpa ada kelok dan likunya, bahkan kadang terlalu sempit sudut pandangnya.

 

SAJAK CINTA YANG MENYEMBUHKAN LUKA

 

Ingin kusapa
walau kau sentuh dengan pandangmu
telah menyembuhkan lukaku
yang kini mekar jadi bunga cinta

Demikianlah
sunyi yang mencibir sepi
kini cair dalam rindu tak bertepi
terus mengalir menawarkan kesungguhan

Jangan biarkan aku mati kehilanganmu
izinkan aku mencumbu kelopak matamu
agar kegembiraan lebih lengkap
dalam menikmati hidup dan waktu
jangan tinggalkan tanda seru
untuk menikam jantung hatiku

Sayangku,
Cintaku,
Lukaku,
Rinduku,
Bersamamu........

 

25.12.09

 

 

 

 

Semoga Bermanfaat Walau Tak Sependapat