Permasalahan pasti ada dan tidak pernah akan menghilang begitu saja. Sering kali saya merasa sanggup mengatasi setiap permasalahan yang ada. Bukankah Allah sendiri yang mengatakan saya akan mampu mengatasinya?
Renungan saya hari kemarin, bercerita tentang kisah Musa. Saat itu, bangsa Israel mengeluh karena mereka terjebak diantara laut dan bangsa Mesir. Tidak ada jalan keluar. Saya pun seandainya tidak mengetahui cerita berikutnya pasti menyangka tidak ada jalan keluar.
Dalam sehari-hari, saya juga mengalami permasalahan yang tidak ada jalan keluar. Hanya berhadapan dengan dinding yang tidak bisa digerakkan. Tidak ada solusi lain. Keluaran 14:14 memberikan solusi bahwa Tuhan yang akan berperang untuk aku dan aku hanya perlu diam. Jadi ketika tidak ada solusi, yang aku perlukan hanyalah diam.
Badai pasti datang, hanya saja yang diperlukan untukku adalah diam. Membiarkan Allah bekerja meruntuhkan tembok-tembok yang menghalangi langkahku. Ternyata salah, ketika ada kepastian dari manusia, bantuan dari mereka untuk lepas dari badai itu dan mengandalkannya.
Dalam keadaan saat ini, saya mengerti benar. Bahwa janji manusia bisa berubah tetapi janji Allah akan tetap. Allah sendiri yang berperang di depan dan untuk aku. Aku hanya perlu diam.
Terima kasih Tuhan yang telah memperkenankan aku mengalami badai sehingga aku menyadari untuk mengandalkanMu. Yah…hanya mengandalkanMu. Badai pada akhirnya membuat aku semakin dekat padaMu.