"Ikutlah teladan saya, seperti saya pun mengikuti teladan Kristus" 1 Korintus 11:1
Teman kantor saya baru saja menggerutu, karena temannya ada yang menggugah fotonya ketika mabuk-mabukkan sampai terkapar. "Kalau keluarga saya lihat, bagaimana? Kan malu!", gerutunya.
"Bagaimana sih, kita setel ini facebook, jadi tidak bisa ada yang sembarangan tag foto saya?" tanyanya. "Saya tidak mau keluarga saya tahu apa yang saya lakukan di luar rumah!", gerutunya lagi.
Maraknya pengguna facebook dari balita sampai nenek-nenek memang menimbulkan masalah baru belakangan ini. Tidak seperti forum atau pasar klewer seperti ini, yang bisa 'bersembunyi' dengan aman dari 'dunia luar' sana, pengguna facebook lebih rentan dalam ter-'expose' oleh pengguna facebook lainnya.
Seperti teman saya yang satu lagi, dia sampai menggunakan teknik-teknik pemalsuan nama, dan menggunakan multiple profile dalam berhubungan dengan pacar gelapnya melalui facebook.
Belum lagi banyak pengguna yang ketahuan bohongnya ketika mengambil cuti sakit, gara-gara menuliskan di statusnya sedang liburan, tapi kelupaan kepala bagian HR (Human Resources) merupakan salah satu teman facebooknya (kasihan deh tuh orang).
Terus, bagaimana dengan kita? Apakah kita sebagai pengikut Yesus harus beda dengan mereka? Apakah kita juga ikutan malu kalau profile kita terbuka untuk umum, dan mereka mengetahui betapa memalukannya profile kita?
Gampang, buat saja multiple profile dengan berbagai nickname! Kita bisa bersembunyi di balik profile maya kita, lalu dibuat sedemikian rupa sehingga terlihat bintang Bollywood (suka joget gitu)?
Kalau Yesus punya facebook, apa yah kira-kira isinya?
"Tetapi harta ini kami punyai dalam bejana tanah liat, supaya nyata, bahwa kekuatan yang melimpah-limpah itu berasal dari Allah, bukan dari diri kami" 2 Korintus 4:7