Submitted by cahyadi on

Aku selalu tergelak ketika memikirkan manusia. Sampai-sampai perutku terasa sakit menahan ketawa yang tiada habis-habisnya. Eh… kok perut? Aku kan enggak punya… apalagi mulut?! Ah… tapi persetan dengan semua itu… pokoknya aku selalu ‘pengen’ ketawa melihat ulah manusia yang ngakunya pinter tetapi ternyata bodoh itu…

Namaku adalah uang. Dahulu aku diciptakan oleh manusia sebagai alat tukar pembayaran. Katanya sih biar lebih mudah dan praktis. Maklum, sebelum aku ada, manusia hanya mengenal tukar-menukar barang alias barter dengan sesamanya. Nah, bisa dibayangkan betapa kegiatan itu sangat merepotkan dan membutuhkan tenaga yang besar. Pokoknya ribet banget dechhhh…

Nah, setelah semua manusia memilikiku, kehidupan mereka berangsur-angsur mulai membaik. Tapi di sisi yang lain banyak manusia yang kemudian malah bertindak aneh. Punya uang sedikit berusaha selalu mencari tambahan agar bisa bertambah banyak. Giliran uang sudah banyak… ehhh… masih belum puas… pengennya dapat yang lebih dan lebih lagi. Ironisnya, hanya karena masalah uang, manusia bisa bertindak bagai binatang. Tak sungkan melukai bahkan memakan sesamanya sendiri. Lebih miris lagi mereka jadi tidak hirau akan hubungan kekerabatan. Orangtua, anak, saudara akan dibabat habis jika itu berkaitan dengan rebutan uang. Pendek kata, uang menjadi sumber dari segala jenis kejahatan yang dilakukan manusia mulai dari pemerasan, penodongan, pembiusan, pemerkosaan, pembunuhan keji dan masih banyak lagi.

Bukankah itu sangat menggelikan dan akan membuat perut kesakitan karena tidak bisa menahan tawa. Masak aku yang diciptakan oleh manusia kini gantian menguasai manusia. Aku menjadi tuan atas manusia. Ah… betapa beruntungnya aku atau… betapa bodohnya manusia itu… padahal kalau mereka mau… aku pasti akan menjadi pelayan yang setia jika digunakan secara tepat dan benar… tapi ahhhh… emang gue pikirin… Manusia Memang Bodoh kok…