Seandainya Tuhan bawa HP.
Kira-kira merk apa yang Dia pakai ya ? Blackberry, Nokia, atau Nexian ?
Pasti kita akan sering kirim SMS, yang isinya pasti macam-macam, bisa “Tuhan aku mau interview, bimbing aku spy bs masuk ya”
“Hi, aku lagi ga ada duit nih, kirimi aku ya.”
atau macem-macem lah.
Pastinya dengan banyak usaha untuk beli pulsa, untuk bisa kirim SMS ke Tuhan, HP Tuhan pasti tidak ada habisnya berbunyi, karena terima kiriman SMS dari banyak penjuru dunia.
Sepertinya, dalam beberapa banyak hal, rasanya lebih enak untuk ‘menyampaikan nyata’ dengan berbicara langsung. Nelpon gratis udah umum, tapi SMS tetep banyak dikirim daripada nelpon langsung.
Kadang enggan berbicara panjang lebar, basa-basi, sehingga lebih enak kirim SMS aja.
Bicara ama Bapak saya, Bapak kita, FREE, gratis, tidak ada batasan pulsa, tidak ada batasan jumlah huruf, boleh lebih dari 160 huruf, boleh ber-jam-jam, tidak ada kondisi gratis di jam-jam tertentu. Tapi seringkali saya, enggan berbicara ama Tuhan, kenapa ya?
Apa mungkin karena tidak ada jawaban langsung, atau karena tidak ada konfirmasi Doa udah didengar, seperti Delivery report, mungkin kalau ada konfirmasi “Doa sudah didengar” kita lebih mau untuk berdoa. Tidak seperti ngomong sendiri ?
Ini mungkin ‘masalah’ banyak orang, sulit mengetahui adanya jawaban Tuhan, kita tidak tahu, tidak mendengar jawabannya.
Anyway…. mumpung masih gratis, mumpung tidak ada batasan… ga ada ruginya…