Submitted by smile on

 

Melihat segala sesuatu dari sudut pandang yang berbeda, akan menghasilkan suatu hasil yang biasanya bisa membawa kesabaran dan rasa maklum yang bisa juga meluluhkan hati kita, dan menjadikan standar kasih sebagai suatu standart patokan untuk bisa menjadikan orang yang melihat dari sudut pandang berbeda tersebut menjadi lebih sabar, memaklumi, dan berjiwa besar serta lapang dada untuk menerimanya.

 

Sebagai contoh dalam kehidupan sehari hari.Misalkan saja ada orang yang mecuri dirumah kita, dan setelah kita cek kita banyak kehilangan harta benda milik kita.Pasti kita akan terdiam dan menghitung kerugian yang kita derita.Perasaan kesal, geram, marah dan sebagainya pasti campur aduk menjadi satu dan mungkin segala sumpah serapah akan terlontar dari mulut kita.
Tapi bila kita berpikir dilain sisi,dengan kepala dingin dan dengan kesabaran, melihat sebab dan menduga dalam pikiran positif kenapa orang tersebut mengambil barang barang dirumah kita tanpa seijin kita, mungkin saja mereka lebih membutuhkan dari pada kita membutuhkan. Mungkin saja barang barang yang mereka ambil tanpa ijin dari kita itu mereka pergunakan untuk menghidupi jiwa jiwa lain, seperti anaknya, istrinya, ibu, atau bapaknya, nenek atau kakeknya, dan lain sebagainya. Mungkin juga mereka mencuri karena mereka butuh banyak dana untuk bisa mengoperasi katakan misal nenek, kakek, ayah ibu, anak, istri atau lainnya. Dengan mengambil sebagian dari milik kita, toh secara tidak langsung kita telah menyelamatkan jiwa lain yang lebih membutuhkan..Atau misal seorang memaki seorang, memukul seorang, tapi setelah itu menyesal, dan menjadi kawan dan sahabat baik kita, itu bisa terjadi, kalau saja kita bisa menjadi orang yang bisa menahan emosi, punya kesabaran dan pandangan jauh kedepan, cinta perdamaian, dan berjiwa sehebat Tuhan kita Yesus Kristus.Mungkin untuk melakukan semua itu tidak semudah kita membalikan telapak tangan kita. Semua butuh proses, dan semua butuh suatu perjuangan untuk bisa mencapai semuanya itu. Mungkin salah satu tindakan awal yang harus kita lakukan adalah berpikiran positif, menghargai pendapat orang, mengasihi siapapun dengan tulus, selalu tersenyum, dan belajar memberi tanpa mengharapkan untuk mendapat. Memberi tanpa pamrih.
Mungkin tugas kita sehari hari dalam kehidupan kita harus selalu dibarengi dengan semua hal diatas, sehingga hidup kita akan merasa tenang, tanpa ada luka bathin, kepahitan, kebencian, maupun dendam.
Mungkin tepatnya disini bisa dikatakan kalau KASIH mengalahkan segalanya.
Tuhan Yesus juga mengajarkan tentang kasih, kepada kita sebagai suatu hal yang harus bisa kita lakukan dalam kehidupan sehari hari kita.
Seperti mengasihi musuh kita, mendoakan orang yang menganiaya kita, dan kasih yang kita lakukan itu jangan pura pura,juga seperti dalam :
1 Korintus
13:4 Kasih itu sabar; kasih itu murah hati; ia tidak cemburu. Ia tidak memegahkan diri dan tidak sombong.
13:5 Ia tidak melakukan yang tidak sopan dan tidak mencari keuntungan diri sendiri. Ia tidak pemarah dan tidak menyimpan kesalahan orang lain.
13:6 Ia tidak bersukacita karena ketidakadilan, tetapi karena kebenaran.
13:7 Ia menutupi segala sesuatu, percaya segala sesuatu, mengharapkan segala sesuatu, sabar menanggung segala sesuatu.
13:8 Kasih tidak berkesudahan; nubuat akan berakhir; bahasa roh akan berhenti; pengetahuan akan lenyap
Mungkin dunia akan semakin indah jika kita belajar mengerti akan kasih yang sesungguhnya dan menerapkannya dalam kehidupan kita sehari hari. Jangan lah menghukum orang yang bersalah kepada kita dalam hati kita, mengutuknya tak henti henti, membuat kita jadi gelisah, mungkin tidak enak makan dan tidur, kesal yang berkelanjutan, dendam yang terpupuk dan terpelihara, ataupun kepahitan yang justru menimbulkan penyakit bagi kita. Belajarlah memaafkan orang yang bersalah kepada kita, seperti Yesus yang selalu memaafkan kita,yang selalu menerima kita dengan kesalahan – kesalahan kita.Kalau Allah Bapa disurga,saja mau memaafkan kita, dengan mengirim anakNya yang tunggal untuk menghapus dosa dosa kita, kenapa kita yang bukan siapa siapa ini tidak mau memaafkan orang yang bersalah kepada kita. Tentu saja jawabanya bukan karena Dia suci tak bercacat cela, Pencipta langit dan bumi dan seluruh jagat raya, sedang kita hanya manusia biasa yang tak luput dari kesalahan.
Karena sama seperti Allah sempurna, kita pun harus bisa berbuat terbaik, untuk bisa segambar dan serupa dengan Dia. Lakukan sebaik mungkin, maka dari kekurangan kekurangan kita Dia yang akan menjadikan kita sempurna.
Melihat segala sesuatu dengan kasih dari sudut pandang yang lain dari suatu sebab akibat, aksi dan reaksi, akan menghasilkan suatu keputusan arif yang bisa menyejukan jiwa.
Tidak melulu kalau seorang naik, pasti akan turun. Kalau seorang pergi pasti akan pulang.
Tapi pandanglah dari sudut pandang yang berbeda, misalkan, bila orang salah ya pasti salah. Tapi alangkah baiknya dicari dan ditelusuri prosesinya kenapa dia sampai salah.
Jangan hanya bisa berkata, kamu salah! Kamu Goblok! Kamu Bego! Kamu tolol! Atau lainnya. Tapi belajar menerima segala kekurangan dan kesalahan yang terjadi disekitar kita sebagai suatu hal yang harus dicari jalan keluarnya dengan baik, tanpa kata kata makian, dan jangan melulu memandang dari satu sisi sudut pandang saja.
Belajarlah menjadi orang yang bijak. Karena kalau seseorang salah, pasti punya alasan tersendiri, demikian juga bila orang melakukan suatu kesalahan, pasti ada sebabnya sampai dia berbuat seperti itu.
Menjadi orang yang bisa menjadi berkat buat orang lain adalah suatu hal luarbiasa yang dapat kita lakukan, yang bisa menyukakan hati Tuhan, hati orang lain dan hati kita sendiri.
Hanya Tuhan yang punya kuasa untuk menghukum, hanya Tuhan yang punya kuasa atas nyawa seseorang, jadikanlah segala sesuatu hal yang kita alami menjadi suatu pelajaran untuk membuat kita bisa menjadi orang yang lebih baik dari pada hari ini, terhadap Tuhan, terhadap sesama, maupun pada diri kita sendiri.
Alangkah senangnya saya, setelah saya memaafkan semua orang yang bersalah kepada saya, dan saya pun mendoakan mereka yang pernah berlaku tidak baik bagi saya. Perasaan hati jadi lebih terasa damai, dan hidup juga merasa tak punya beban sama sekali. Sekarang hidup saya menjadi lebih berarti, dan saya pun tak pernah mau menyiksa diri saya sendiri dengan marah, menyimpan dendam, ataupun menyimpan benci terhadap orang lain.Belajar memaafkan sebelum orang yang bersalah kepada kita minta maaf.Belajar Tulus dalam memberi, apalagi memberi walaupun kita sendiri kekurangan.
OH alangkah indahnya dunia, bila semua orang bisa menjadikan kasih sebagai dasar hidup yang utama..
 ------------------------------------------------------------------------------------------------------

Belajar dari yang baik akan membuat kita makin baik

Belajar dari yang pintar akan membuat kita makin pintar

Belajar dari yang teliti akan membuat kita makin teliti

 

JB Us