Kenapa harus aku yang alami ini semua? Tidakkah mujisat Tuhan itu nyata? Apakah mujisat itu hanya bekerja pada zaman dahulu saja? Rasanya Tuhan tidak adil.
Banyak orang yang sakit dan banyak dari mereka yang Engkau sembuhkan, tetapi kenapa aku tidak? Apa sih sulitnya bagi-Mu untuk menyembuhkan aku? Tinggal Kau jamah mataku dan aku sembuh, aku bisa melihat dengan normal, tidak lagi merasakan rasa sakit yang menyiksa ini, bahkan ancaman dari kebutaan. Kenapa Engkau diam? Kenapa tidak Kau jawab aku? Dimana kuasaMu?
Aku marah kepada Tuhan kenapa harus aku yang alami semua ini? Dalam emosiku aku marah kepada Tuhan, tapi dengan lembut Ia berbisik, “Tak ada yang mustahil untuk aku melakukan apa yang kamu inginkan, Aku bisa saja langsung menyembuhkanmu saat kamu memintanya. Tapi aku mau ajarkan kepadamu untuk kamu terus berharap dan bergantung kepadaKU, untuk kamu hidup dengan iman. Agar kamu juga menguatkan mereka yang sakit. Bukannya Aku tidak mengasihimu cukuplah kasih karuniaku kepadamu, kamu sanggup untuk menanggung semua ini”.
Jawaban yang tidak enak yang IA berikan. Tapi aku belajar bagaimana hidup dengan iman, dan terus berharap kepada Tuhan. disinilah aku dapat mengerti apa yang dikatakan Paulus bahwa dalam kelemahanlah aku kuat. Dan aku dapat merasakan bagaimana dia bergumul kepada Tuhan tentang penyakit yang ia alami. Tapi lihat dia tidak berhenti untuk beritakan Injil karena penyakitnya tapi ia malah giat dalam Tuhan.
Apakah aku akan berhenti? Tidak. Itulah keputusanku aku akan terus bergerak maju, penyakit ini tidak bisa menghalangi kasih Kristus kepadaku dan Injil Kerajaan Tuhan harus disampaikan kepada semua orang. Karena sesungguhnya bukan kesembuhan yang diluar yang Ia kerjakan tapi kesembuhan yang dari dalam itulah yang IA kerjakan. Gampang saja untuk IA menyembuhkan yang diluar tapi Dia mau selesaikan dahulu apa yang didalam kita.