Sewaktu aku duduk di bangku SMA kelas 2, ibuku membelikan kami (aku dan kakak laki-lakiku) sebuah sepeda motor dengan merk YAMAHA RX KING 2000 berwarna hijau. Motor itu dibeli karna kami memang membutuhkannya untuk keperluan pulang pergi sekolah dan tentunya bisa dipergunakan untuk keperluan-keperluan lainnya.
Seperti biasanya kami berboncengan pulang pergi sekolah dengan sepeda motor tersebut, berboncengan secara bergantian, misalnya pergi sekolah kakakku yang membonceng dan pulangnya aku yang membonceng dan sebaliknya secara rutin. Pada suatu hari, setelah pulang sekolah, hari masih siang, aku dan teman-temanku janjian bermain di rumah salah satu rumah teman kami, waktu itu aku meminta ke kakakku supaya aku diperbolehkan membawa motor itu ke rumah temanku.
Maka, pergilah kami bergerombol yang di mana aku dan semua teman-temanku berangkat ke rumah teman kami, yang tidak punya motor diboncengi teman yang punya motor, kami hanya 7 orang, kalau aku tidak lupa. Rumah temanku terletak di sudut simpang empat, yang di mana di sekelilingnya masih ditumbuhi pepohonan lebat, tapi rumahnya bukanlah satu-satunya yang berdiri di situ, ada rumah lain di seberang depan, di seberang sana (jam 10), di seberang sebalah kiri (jam 9), dan masing-masing berdiri terpisah jarak yang cukup jauh, dan jalan yang satu rata dan jalan yang satunya lagi yang menyilangi jalan pertama berupa tanjakan yang cukup terjal bila naik dan meluncur begitu saja bila turun.
Ketika sore harinya, kami masing-masing pun bergegas pulang sebelum malam tiba, tapi aku agak sedikit lebih belakangan pulangnya ketimbang teman-temanku, maka tinggallah aku sendirian dan temanku yang punya rumah, waktu sudah berjalan kira-kira setengah jam, barulah aku pamitan dan pulang.
Aku menstarter motor, masukkan gigi 1 dan bruuum... meluncurlah aku berjalan ke arah pulang, tapi sewaktu melewati persimpangan jalan itu, aku tersadar sekejap mata bahwa ada sesuatu yang terjadi pada diriku dan tiba-tiba semuanya menjadi gelap gulita dan aku tak sadarkan diri lagi. Di dalam kegelapan itu, aku tiba-tiba muncul/berada di suatu tempat, aku tepat berdiri di tengah-tengah jalan, jalannya itu seperti jalan tikus atau jalan kampung, jalan yang masih berupa tanah dan ada rumput-rumput tumbuh di sisi-sisinya, jalan itu hanya bisa dilewati satu orang saja, jalan itu lurus sekali ke depan tanpa belokan sama sekali sampai tak terlihat ujungnya.
Aku sadar, aku berdiri di suatu tempat yang asing, aku sama sekali tak mengenali tempat itu, aku hanya termangu, terpaku... dan bertanya dalam hati, "di mana aku?". Lalu aku melihat-lihat sekeliling, ketika aku melihat sisi sebelah kanan, aku melihat tempat itu begitu sejuk dan indah tak terbayangkan, embun-embun segar berjatuhan menghujani tempat itu, sehingga kadang kala kelihatan kias-kias warna warni bak pelangi, pohon-pohonnya hijau sangat segar dengan rumput yang rata seperti sehabis dicukur, pokoknya indah luar biasa, aku bisa merasakan tempat itu begiiiiitu sejuk. Ketika aku berpaling dan melihat ke sisi yang sebelah kiri, di situ aku melihat ada jeruji besi seperti penjara yang seperti mengurung tempat itu tanpa ada batas, ketika melihat ke belakang ada jeruji dan melihat ke belakangnya lagi juga jeruji dan ketika berbalik melihat ke depan juga jeruji dan melihat ke depannya lagi juga jeruji. Jeruji itu begini, jeruji itu tertancap di tanah dan tingginya ketika aku melihat ke atas seperti tak ada ujungnya sampai tidak kelihatan lagi, jika di perbandingkan dengan penjara manusia, seperti itulah kira-kira jeruji-jeruji itu, setiap pandangan di sebelah kiri adalah jeruji-jeruji yang tertancap seperti di penjara, di dalam penjara itu ada orang-orang yang teriak histeris, menangis, minta tolong, terisak-isak, mengeluh seperti orang menyesali diri, dan keadaan mereka hitam legam seperti gosong, latar belakang di dalam penjara itu ada cahaya api berwarna kuning jingga, cahaya itu seperti dipancarkan dari bawah, dan aku menduga di bawah atau masih nun jauh di belakangnya lagi itu adalah api sehingga memancarkan cahayanya sampai di latar belakang penjara itu.
Setelah itu, aku tak tahu apa yang terjadi, tiba-tiba aku tersadar seperti orang yang terbangun dari tidur, dan sudah terbaring di tempat tidur, kepalaku pusing, sangat pusing sekali, sambil melihat-lihat sekeliling, ternyata aku berada di rumah sakit, aku berada di ruang Unit Gawat Darurat. Dokter mengatakan, bahwa kepalaku terbentur sesuatu dan pendarahan (darah membeku dan menggumpal di tempat yang terbentur) dan harus segera dioperasi...