Submitted by mercy on

Pemerintah mengumumkan akan menaikkan harga BBM dengan tujuan untuk “menyelamatkan” APBN. Harga BBM yg sudah diatas US$ 120 per barrel membuat subsidi untuk minyak tambah besar. Penyebabnya, meskipun merupakan Indonesia merupakan Negara penghasil minyak, ternyata jumlah produksinya dibawah jumlah konsumsi. Akibatnya semakin tinggi harga BBM, Indonesia bukannya mendapat untung tetapi malahan “buntung”.

Beberapa hari lalu Wapres bilang, kalau kita tidak menaikkan BBM, maka yang untung adalah orang kaya, sebab mereka yang paling banyak menikmati subsidi. Sekalipun dengan penjelasan begitu, mahasiswa dan masyarakat tetap berdemo menolak kenaikan harga BBM. Mungkin pengalaman kenaikan BBM di waktu yang lalu mengajarkan mahasiswa dan masyarakat bahwa yang paling menderita tetap rakyat kecil karena semua kebutuhan pokok akan naik harganya.

Lho, koq saya perhatikan tulisan diatas malah seperti berita di TV atau Koran ya?

Tapi yang jelas dugaan saya seperti pada waktu terakhir kali harga BBM naik, terus efeknya ongkos angkot juga naik, maka banyak anak sekolah yg telat ke sekolah, soalnya banyak supir angkot nggak mau ngangkut anak sekolah yang bayar ongkosnya jauh lebih kecil dibanding penumpang lainnya.

Efek lainnya, terjadi penimbunan sembako, (termasuk indomie nggak ya, “gawat” juga kalau harga indomie naik, soalnya saya termasuk doyan banget), terus pas muncul lagi, harga sembako tersebut bisasanya melambung.

Terus efek lainnya juga, tukang bakso di dekat rumah saya kemungkinan besar akan menaikkan harga baksonya, akibatnya berkurang jatah kami sekeluarga makan baksonya yang terkenal enak, waduhhh.. soal perut memang susah juga nih, nggak bisa sulit diajak kompromi.

Yang kayaknya juga akan terjadi, rencana mau liburan ke tempat ipar saya di Bali bisa jadi gagal nih, soalnya uang yg ditabung sejak beberapa waktu lalu, akan tetap disimpan untuk berjaga-jaga (just in case).

Belum lagi mikirin kemungkinan perusahaan-perusahaan yang mungkin akan “gulung tikar” soalnya harga bahan bakunya naik, sehingga harga jualnya kelewat tinggi sehingga tidak bisa bersaing di pasaran. Waduh tambah pusing nih…

Ada beberapa bagian Firman Tuhan yang biasanya teringat pada kondisi seperti ini, diantaranya:

“asal ada makanan dan pakaian cukuplah”

Tuhan Yesus memberkati

Sola Gratia