Submitted by Anie on

Shallom,

 Puji Tuhan, akhirnya bisa nulis lagi di SABDA SPACE. 

 Aku tinggal di Makassar sekarang, dengan lingkungan baru, teman baru, rumah baru, pekerjaan baru dan suasana baru. Semuanya serba baru termasuk makanan yang aneh-aneh rasanya. Komunitas baru ini tidak ku sesali, tetapi justru ku syukuri, karena akhirnya aku tahu bahwa TUhan memang benar-benar bawa aku ke kota ini untuk jadi berkat. 

Profesiku sekarang adalah guru SD. Tidak disangka dan tidak pernah terlintas di pikiran ku kalau aku bakalan ngajar anak-anak SD. Aku mengajar computer untuk kelas 1-3 dan music untuk kelas 1-4. Anak-anak aktif-aktif, kadang-kadang sampai kewalahan. Ada banyak prosedure yang dijalankan, contohnya: guru mengangkat tangan dan anak-anak mengikuti, itu tanda untuk diam dan menenangkan kelas. Tetapi kadang-kadang prosedure ini juga tidak mempan, dan harus menggunakan tepukan dan suara yang lebih keras. Namanya juga proses belajar.. hehehehe...

 Walaupun dulu aku pernah mengajar sekolah minggu, tetapi sangat berbeda dengan mengajar formal di sekolah. Banyak tuntutan yang harus dipenuhi sebagai guru dari segi administrasi, teknik bahkan etika. Tidak pernah lagi aku ke kantor pakai celana jins dan kaos oblong, hari-hari di warnai dengan rok dan seragam. Aku juga harus membuat daily lesson plan yang sudah harus dikumpulkan seminggu sebelum mengajar. Hal ini benar-benar memeras pikiran, bagaimana membuat anak-anak merasa nyaman dan senang belajar dengan ku. Aku juga harus menyapa anak-anak tiap pagi dengan senyum ramah walaupun semalan tidak bisa tidur atau sedang homesick.. hehehehe... (muna banget). selain itu, yang paling penting adalah aku tidak boleh terlambat pergi ke sekolah karena harus kasi teladan untuk tidak terlambat. 

Hari-hari menyenangkan ku nikmati. Suatu pagi anak seoarang anak yang turun dari mobilnya langsung lari-lari memeluk aku dan bilang... miss, kapan computer lagi? Waktu lunch ada sekelompok anak yang datang dan bilang "miss, saya sudah hafal notenya." Waktu selesai belajar mengetik 10 jari, ada dua anak yang mencium tangan ku dan bilang "thank you na miss....", ada juga yang bilang "miss ani, trima kasih karena sudah mengajar kami menyanyai lagu hari merdeka sampai kami menang lomba." Aku sangat terharu dengan kejadian-kejadian kecil yang sebelumnya hanya samar-samar. Sekarang semuanya sudah terlihat dengan jelas, di depan mata ku.

Sebagian dari anak-anak beragama budha, dan aku punya kesempatan untuk menceritakan kebenaran pada mereka. Memang awalnya ada 2 anak yang menolak. Mereka bilang "miss, saya agama budha. TUhan Yesus tidak ada di hatiku." Tapi, walaupun hati ku sedih dengan jawaban-jawaban seperti itu, akhirnya aku bisa juga memberi jawaban yang cukup masuk akal untuk mereka." Ini adalah pelayanan baru ku. Dengan sangat legal aku memberitakan Injil keselamatan buat anak-anak yang masih kecil, dan yang masih bisa menerima Injil dengan mudah. Bukankah penginjilan lebih efektif diberikan saat anak-anak?

Menjadi guru tidak mudah, tetapi menjadi guru bisa menjadi sarana untuk memberitakan Injil keselamatan kepada jiwa-jiwa yang haus dan lapar akan kebenaran. Thanks Jesus sudah tempatkan aku disini.

I miz Solo and Jogja, I miz all of my friends and my old community. I really miz my family... but I know that Jesus wants me live as children of light. Praise the Lord.Smile