Submitted by mujizat on

Enam bulan lewat dari semenjak bertobat, selama itu juga Ibu Penatua - oleh kebaikan Tuhan Yesus - peka mendengar suara Roh Kudus. Pada waktu itu beliau masih bekerja sambilan di sebuah sanggar senam di Bandung dan cukup sukses, animo masyarakat cukup baik dilihat dari banyaknya peserta senam. Sampai suatu hari Roh Kudus berbicara kepada beliau untuk meninggalkan pekerjaannya itu dan sepenuhnya melayani Tuhan. Beliau masih "menawar",...

"Ah, mungkin karena lagu-lagu yang dipakai mengiringi senam adalah lagu-lagu duniawi, sehingga Tuhan tidak berkenan" pikir beliau saat itu.

Lalu beliau menggunakan lagu-lagu rohani Kristen sedikit demi sedikit sebagai pengiring gerakan-gerakan senam. Mencoba pakai hikmat sendiri, dan agar tidak menyolok, menggunakan lagu-lagu berbahasa Inggris, dan ada yang baitnya berisi kata-kata "haleluya".

Setelah dicoba, nampaknya berhasil juga, dan beberapa peserta yang notabene non-Kristen mulai menyukai lagu-lagu bernuansa Kristen itu, dan pernah ada yang tanya: "Bu, kenapa ngak pakai lagu yang kemarin saja, yang ada haleluya nya?" tanya seorang ibu,...

Tetapi Roh Kudus berkata: "No,.. no,... kamu harus tinggalkan sanggar senam itu, dan layani Tuhan dengan sepenuh waktu..."

Ibu penatua mentaati suara Tuhan itu, dan beliau serahkan pekerjaan sebagai guru senam itu untuk dikembalikan kepada pemilik sanggar.

Dan memang berbeda, kata beliau, karena sejak itu penyembahan menjadi lebih enak dan suara Tuhan jadi lebih "clear" (sampai hari ini - Muji).

Saya mungkin pernah menulis disini, bahwa ketika beliau belum bertobat, dan saat itu menjadi guru senam, justru beliau mengalami gangguan jantung dalam usia yang relatif masih muda.

"Latihan badani terbatas gunanya, tetapi (latihan) ibadah itu berguna dalam segala hal " (1 Tim 4:8)

Namun ketika beliau membereskan kehidupan ibadahnya, maka manfaatnya juga ternyata sampai dalam hal kesehatan badan juga.

Kabar terakhir, waktu beliau beranjangsana dengan beberapa sahabat yang "duniawi" yang sedang melakukan pemeriksaan kesehatan, beliau didesak untuk check kesehatan, sehingga beliau "menyerah" dan dicheck kesehatan beliau dengan peralatan yang dapat dipercaya.

"Wah, hebat sekali kamu, dalam usia 55 tahun semua organ tubuhmu bagus " decak sahabat-sahabat beliau yang rata-rata seusia beliau, karena baik jantung, paru, ginjal maupun organ lainnya memang terdeteksi normal. Tentu saja Tuhan yang hebat, karena Tuhan sendiri yang menjamin kesehatan seseorang yang mengasihi Dia, kecuali jika diijinkan sakit untuk tujuan2 tertentu yang memang jelas, dan bukan penyakit yang didatangkan Tuhan sebagai teguran karena pelanggaran Firman.

Akhirnya, senam dan olah raga lainnya "mungkin" perlu, namun kita tidak dapat mengandalkan itu untuk memperoleh tubuh yang sehat. Latihan jasmani terbatas gunanya, kata Paulus, dan memang terbukti benar. Adjie Mas Said adalah sebuah contoh dari sekian banyak kasus orang yang kondisi kesehatannya tidak terjamin oleh latihan badani. Tetapi latihan ibadah sampai menemukan pola ibadah yang benar dan tetap melakukannya dengan tekun dan melalui itu hubungan seseorang dengan Tuhan menjadi hubungan yang SEHAT, maka dari keadaan inilah diperoleh tubuh yang sehat dan tentu saja tubuh rohani yang sehat.

Puji Tuhan.