Wajah itu masih sama seperti kemarin
cuma uban mulai bertumbuhan
dia terlalu lama memperhatikan musim demi musim
yang menelan benih di pematang sawah
kemarau atau hujan
silih berganti tak menampakkan gelagat
haruskah selalu membawa jas hujan
tatkala terang begitu benderang
daripada meraba-raba musim
yang beriringan berjalan di awan-awan
Tanda-tanda tak selalu benar
padahal sudah kita perhatikan seksama
seperti bayang-bayang yang menghilang
di telan matahari yang memberi sarapan pagi
Apakah musim semakin ingin bersandiwara
memainkan panas dinginnya cuaca
dalam keluh kesah kehidupan manusia
yang dikejar waktu tak terhingga
berlalu dan sia-sia
Musim semakin tak setia
seperti manusia yang ingin merusak dunia
dengan nafsu yang membara
dalam kegelisahan berjuta mata anak-anak kita
hingga membuat kehilangan rasa akan kata-kata
bisakah kita selesaikan perjalanan ini
dengan musim musim yang tidak kita mengerti?
090610
MENIPU HIDUP
Benarkah hidup sudah sung tuladha?
Tidakkah kita sering njabung alus
Mulut manis hati najis
Demi diri sendiri
Seperti ikan yang masuk wuwu
Hanya Terang yang kita tahu
Padahal sudah diberitahu
Bahwa hidup banyak penipu
27.07.10
SISA SAJAK
Dalam dunia maya
Kupunguti sisasisa sajakMu
Yang terangkai dalam sabda
Walau hanya sisa
Tapi sajakMu adalah remah
: Itu bermanfaat
280710
Semoga Bermanfaat Walau Tak Sependapat

Illustrasi : sekitarkita.com dan Koleksi Jap Gwan Siu