Submitted by Tante Paku on

 http://t1.gstatic.com/images?q=tbn:ANd9GcTM0QfzRDXbdgtC8p8RF5skk5diUkcqILbZKH196Y84FVBhedE&t=1&usg=__Uc1Flu9rqXA16Wl-lfU_t4GFgyA=



Wajah itu masih sama seperti kemarin

cuma uban mulai bertumbuhan

dia terlalu lama memperhatikan musim demi musim

yang menelan benih di pematang sawah

kemarau atau hujan

silih berganti tak menampakkan gelagat



haruskah selalu membawa jas hujan

tatkala terang begitu benderang

daripada meraba-raba musim

yang beriringan berjalan di awan-awan



Tanda-tanda tak selalu benar

padahal sudah kita perhatikan seksama

seperti bayang-bayang yang menghilang

di telan matahari yang memberi sarapan pagi



Apakah musim semakin ingin bersandiwara

memainkan panas dinginnya cuaca

dalam keluh kesah kehidupan manusia

yang dikejar waktu tak terhingga

berlalu dan sia-sia



Musim semakin tak setia

seperti manusia yang ingin merusak dunia

dengan nafsu yang membara

dalam kegelisahan berjuta mata anak-anak kita

hingga membuat kehilangan rasa akan kata-kata

bisakah kita selesaikan perjalanan ini

dengan musim musim yang tidak kita mengerti?





090610





MENIPU HIDUP




Benarkah hidup sudah sung tuladha?

Tidakkah kita sering njabung alus

Mulut manis hati najis

Demi diri sendiri



Seperti ikan yang masuk wuwu

Hanya Terang yang kita tahu

Padahal sudah diberitahu

Bahwa hidup banyak penipu



27.07.10

 

SISA SAJAK





Dalam dunia maya

Kupunguti sisasisa sajakMu

Yang terangkai dalam sabda

Walau hanya sisa

Tapi sajakMu adalah remah

: Itu bermanfaat



280710

Semoga Bermanfaat Walau Tak Sependapat

http://sphotos.ak.fbcdn.net/hphotos-ak-ash2/hs205.ash2/46850_143919458980061_100000860227140_205990_3752990_n.jpg

Illustrasi : sekitarkita.com dan Koleksi Jap Gwan Siu