MENJADI RANTING YESUS
Yesus Kristus menggambarkan hubungan-Nya dengan umat-Nya bagaikan pokok anggur dengan rantingnya. Ini berbicara lebih dari sekedar kedekatan, tetapi juga soal ketergantungan. Pokok anggur memiliki akar yang langsung menghunjam ke tanah, yang dari tanah itu diserapnya segala sesuatu untuk memenuhi kebutuhan hidup, baik pokok anggurnya ataupun semua ranting2nya, sedangkan ranting tidak memiliki akar, sehingga jika ranting anggur terlepas dari pokoknya, ranting itu akan terhenti memperoleh asupan sari2 makanan, kemudian layu, mengering dan mati.
Sebagai pokok anggur, Yesus nempel, melekat dan menyatu dengan Bapak-Nya, yaitu Allah Bapa, dimana Yesus ibarat pokok anggur dengan akarnya, dan Bapa sebagai bumi yang menyediakan zat kehidupan buat Yesus. Tidak salah bila Yesus berkata: “Aku dan Bapa adalah Satu” dan Anak Allah ini juga berkata: “Bapa lebih besar dari pada Aku”. Kehidupan Yesus, daya hidup –Nya semuanya didapat dari Bapa, dan sejalan dengan itu, maka karakter Yesus juga identik dengan sifat Bapak-Nya. Ketika Yesus menghadapi perempuan yang kedapatan berzinah dan hampir dilempari batu oleh orang banyak, Yesus tampil dengan tabiat Bapak-Nya, yang tidak menyukai kebinasaan orang berdosa, melainkan pertobatannya. Karakter Allah Bapa yang penuh welas asih ini juga yang dipunyai Yesus Kristus, sebagai hasil dari kemanunggalan-Nya dengan Allah Bapa. Untuk mempertahankan kesatuan itu maka Yesus selalu meluangkan waktu untuk menyendiri dengan Bapak-Nya, terkadang semalam-malaman Ia berdoa, hanya untuk mengalami kedekatan dan kesatuan dengan Bapak-Nya. Oleh karena itu, Yesus tidak kekurangan “sari makanan” yang memampukan-Nya melayani orang dengan Kuasa Allah yang maha dahsyat.
Kalau Yesus mengajarkan, bahwa umat-Nya merupakan ranting, jadi bukan sebagai pohon atau tanaman yang terpisah, maka hal ini sekaligus mengajari kita bahwa tidak mungkin seseorang manusia yang pernah berbuat dosa, bisa berhubungan langsung dengan Allah Bapa, melainkan harus melalui seorang perantara, yaitu pokok anggur yang benar, Dia adalah Yesus Kristus, dan sebagaimana sebuah ranting tidak sekedar menempel untuk sesaat kepada pokok pohon kemudian memisahkan diri, melainkan harus terus menempel dan menyatu dengan pokoknya sepanjang hidupnya, maka begitu juga setiap orang Kristen harus menyatu dengan Yesus ,sepanjang hidupnya juga.
Dan sebagaimana ranting anggur mengalami aliran2 sari makanan dari pokok anggur secara kontinu, bukan hanya seminggu sekali, maka kita pun perlu secara kontinu menerima aliran2 untuk kehidupan roh kita, agar kita tetap memiliki kuasa untuk mempertahankan kehidupan roh kita, setiap hari, bahkan setiap jam, setiap menit, setiap detik.
Bagaimana kita bisa tahu, apakah kita sedang menempel pada Yesus, ataukah sebenarnya kita sedang mengalami keterpisahan dengan Dia?
Hal itu dapat dengan mudah dikenali dengan buah roh yang sedang kita hasilkan, suasana hati yang sedang kita rasakan.
Surat Galati 5:22,23 sudah menjelaskan soal buah roh itu, yakni: kasih, sukacita, damai sejahtera, kesabaran, kemurahan, kebaikan, kesetiaan, kelemahlembutan, penguasaan diri.
Nah, saudara,…
Silahkan ambil waktu buat merenung sejenak, untuk melihat bagian dalam cawan Anda, yaitu hati Anda. Bila rasa damai sejahtera itu ada, maka Anda memiliki buah itu. Bayangkan juga seseorang tiba2 menyerang Anda dengan sebuah fitnah, padahal Anda yakin tidak bersalah, dan Anda tetap tenang, tidak mengalami panas hati, melainkan dengan sabar menanggapi orang itu, maka buah kesabaran dan pengendalian diri itu ada. Jika hati Anda bersukacita karena mengingat segala kebaikan Tuhan, maka satu lagi buah roh yang anda miliki, yaitu sukacita (karena Tuhan) dan seterusnya.
Kemampuan ranting menghasilkan buah bukanlah didapat dari kerja kerasnya sendiri, melainkan sebagai akibat dari persekutuannya dengan pokok pohon – yang dari padanya diperoleh sari makanan itu - . Hal serupa jugalah yang terjadi, bahwa buah roh yang kita hasilkan bukanlah hasil usaha kita sendiri, melainkan sebagai akibat dari persekutuan kita dengan Yesus Kristus. Kemampuan menghasilkan buah roh akan secara otomatis ada, jika kita penuh Roh Kudus.
“Bukan dengan kekuatan dan keperkasaan, melainkan dengan Roh-Ku”, kata Tuhan.
Yesus berkata bahwa hanya orang yang melakukan kehendak Bapa-Nya saja yang boleh masuk ke sorga, tetapi siapakah orang yang mampu melakukan Kehendak Allah Bapa?
“Kamu akan menerima Kuasa (juga untuk taat Firman) bila Roh Kudus turun atasmu”.
Akhirnya,…
Mengambil komitmen untuk menyediakan waktu khusus buat Tuhan, setiap hari, entahkah dilakukan 1 jam perhari atau lebih, adalah lebih baik daripada nongkrong di depan TV berjam-jam. Menggenapi nubuatan Yesus, untuk menjadi penyembah-penyembah yang benar, yang menyembah Allah dalam Roh dan Kebenaran, akan lebih baik, dengan belajar mengarahkan hati, pikiran dan konsentrasi kepada Allah Bapa dan Tuhan Yesus, sambil membayangkan Roh Kudus di samping Anda, sebab Roh Kudus inilah penolong Anda yang siap sedia menjadi guru terbaik Anda, bahkan ketika Anda kebingungan tentang bagaimana menyembah Tuhan dengan benar, maka Roh Kudus siap sedia mendengarkan keluhan Anda.
Roh Kudus adalah Pribadi yang mempunyai telinga dengan kemampuan ganda, Dia bisa mendengar suara vocal Anda , tetapi juga bisa mendengar jeritan hati Anda yang terungkap dengan tetesan air mata. Menggunakan fasilitas sorgawi ini dengan baik akan memastikan kita memperoleh kemenangan dan mencapai garis akhir.
Tuhan Yesus memberkati.
Referensi:
Yoh 10:30 “Aku dan Bapa adalah satu."
Yoh 14:28 “…karena Aku pergi kepada Bapa-Ku, sebab Bapa lebih besar dari pada Aku.”
Gal 5:22,23 “…22 Tetapi buah Roh ialah: kasih, sukacita, damai sejahtera, kesabaran, kemurahan, kebaikan, kesetiaan, 23 kelemahlembutan, penguasaan diri.
Zakharia 4:6 “ Maka berbicaralah ia, katanya: "Inilah firman TUHAN kepada Zerubabel bunyinya: Bukan dengan keperkasaan dan bukan dengan kekuatan, melainkan dengan roh-Ku, firman TUHAN semesta alam.”
Yoh 1:12 “Tetapi semua orang yang menerima-Nya diberi-Nya kuasa supaya menjadi anak-anak Allah, yaitu mereka yang percaya dalam nama-Nya;”
Kisah 1:8 “Tetapi kamu akan menerima kuasa, kalau Roh Kudus turun ke atas kamu, dan kamu akan menjadi saksi-Ku di Yerusalem dan di seluruh Yudea dan Samaria dan sampai ke
ujung bumi."