Submitted by ely on

Setelah semalam menemani seorang teman untuk service kacamata, saya tertarik untuk memeriksakan kondisi mata saya yang belakangan ini terasa sedikit aneh.

Mata saya tidak dapat berkonsentrasi melihat tulisan jarak jauh, padahal sebelumnya saya tidak bermasalah dengan hal ini.

Memasuki ruang periksa, saya diminta duduk dan melihat beberapa tulisan pada dinding yang berada pada jarak kurang lebih 4 meter, tulisan dengan berbagai ukuran.

Tidak ada masalah ketika membaca tulisan yang berukuran besar, sedang, kemudian kecil. Namun pada tulisan paling kecil saya mengalami sedikit kesulitan. Saya tidak dapat membaca atau memastikan tulisan apa yang tertulis di sana. Hal ini membuat saya, akhirnya mengakuinya pada si pemeriksa mata.

Ketika ia memasangkan sebuah lensa mata pada sebelah mata saya dan menutup mata yang lain, saya dapat dengan jelas membaca tulisan ukuran paling kecil tersebut. Demikian pula ketika sebelah mata diperiksa lagi. Dengan lensa yang sama saya dapat melihat jelas tulisan ukuran paling kecil itu.

Dengan pemeriksaan itu, akhirnya dapat pastikan kedua mata saya telah mengalami minus 1/4. Sedikit kaget juga, karena selama ini mata yang saya banggakan sehat ternyata telah bermasalah.

Iseng-iseng mencari informasi tentang mata minus di google, saya menemukan beberapa pembahasan mengenai rabun jauh yang mengakibatkan sakit kepala.

Seperti yang sering saya alami setelah duduk lama di depan komputer, atau setelah selesai membaca buku.

Dijelaskan bahwa pada rabun jauh (miopia, mata minus), sumbu mata terlalu panjang atau kornea mata terlalu cembung, sehingga bayangan benda jatuh di depan retina. Akibatnya, benda yang jauh tidak terlihat jelas.

Tanpa kacamata (dengan lensa asferis negatif), penderita rabun jauh, akan sering mengalami sakit kepala dan nyeri pada mata. Gejalanya, kepala nyeri berdenyut terutama bagian depan, bola mata perih dan berat, rasa seperti mau keluar, dan air mata meleleh berlebihan. Keadaan ini biasanya membaik bila mata diistirahatkan atau dengan minum obat antinyeri, tetapi seringkali kambuh beberapa waktu kemudian.

Saat melihat benda jauh, bayangan jatuh di depan retina. Oleh suatu mekanisme yang otonom dan terintegrasi yang melibatkan sistem saraf sensoris, motoris, dan otot serta struktur mata lainnya, keadaan ini dikompensasi dengan mengurangi kecembungan lensa. Caranya, dengan menarik lensa menggunakan ligamentum suspensorium sehingga lensa menjadi lebih pipih. Bisa? Ya bisa, karena lensa mata bersifat elastis dan kecembungannya dapat berubah. Perubahan kecembungan ini dinamakan kemampuan akomodasi mata.

Mata yang berakomodasi terus menerus dalam waktu yang lama akan menimbulkan kelelahan. Nah kelelahan mata inilah yang mencetuskan nyeri kepala dan nyeri pada mata.

Penjelasan ini membuat saya sadar bertapa seringnya saya tidak memperhatikan kemampuan mata saya yang ternyata memiliki batas tertentu sehingga tidak boleh dipaksakan seenak hati.

Sepertinya saya harus menambahkan wortel, umbi-umbian dan sayuran hijau untuk menu favorit setiap hari…

Sumber :
http://www.wartamedika.com/2006/10/mata-minus-salah-satu-penyebab-sakit.html

http://www.detikhot.com/index.php/tainment.read/tahun/2005/bulan/11/tgl/21/time/185739/idnews/483221/idkanal/245