Pertama2 biarlah emasmurni memperkenalkan diri dulu, saya adalah seorang kristen KTP, kristen suam suam kuku, yg jadwal kerjanya bikin dosa, minta ampun, besoknya dosa lagi, terus minta ampun lagi, tp cita citanya pengen masuk sorga.
sudah jadi kristen puluhan tahun, ke gereja tiap minggu, sudah dibaptis, tp kalo diminta pelayanan, ajubileh malesnya.
Orang seperti saya ini biasa disebut sang penggembira, hadir dalam kegiatan2 yg fun kaya wanawisata, makan2, seminar2 gratis, tp begitu diajak doa syafaat cuma senyum2 tanpa kepastian.
Suka baca Alkitab tapi baru baca 2 pasal udah ngantuk, kasih perpuluhan tergantung mood, kalo baru bertobat(ditegur lewat khotbah ato disuru ngacung pas doa pertobatan) perpuluhan lancar, tapi beberapa bulan kemudian disaat lagi kere, absen lagi.
parahnya lagi, bila ada baptisan roh kudus, selalu semangat buat maju kedepan, tapi karena iman yg masih kurang, belum kesampaian menikmati roh kudus, bahkan karunia lidah(bahasa roh) yang notabene katanya karunia paling kecil juga ga bisa bisa juga, sementara kanan kiri depan belakang saya ada yg sampe pingsan segala kepenuhan roh kudus.Sudah pernah dikasih minyak urapan, ditumpang tangan, bahkan didoakan sama pendeta beken, belum bisa juga.
tapi lepas daripada semua itu, ada waktu waktu tertentu dimana saya merasa Tuhan tiba tiba sangat dekat dengan saya, anehnya hadirnya perasaan itu muncul begitu saja, seperti ketika menulis artikel ini, tanpa persiapan, tanpa lagu2 pujian, tanpa musik natal , tanpa khotbah pendeta, tiba2 muncul kehangatan, kedamaian, rasa bahagia(ato senang?), rasa selaras, dan rasa2 lain yang memberi ketenangan.
intinya emosi yg campur aduk terhadap sesuatu(tuhan?) yang menyenangkan dan menenangkan. yang disusul munculnya pikiran jernih yang mempertanyakan rasa apakah itu tadi?apakah itu rasanya kehadiran Tuhan?apakah pantas kristen dengan keimanan seperti saya mengklaim mampu merasakan hadirat Tuhan?
Tulisan ini hanya curahan hati seorang kristen KTP yg tidak penting
:)