Ada yang berkata bahwa manusia itu terdiri atas tubuh, jiwa dan roh. Hingga detik ini, saya masih bingung dengan pembagian tersebut. Okelah, misalnya tubuh (jasmani), saya masih mengerti, namun jiwa dan roh? Sangat sulit untuk dimengerti. Sebenarnya istilah ini dipopulerkan oleh Surat Tesalonika. Namun setelah saya baca, surat tersebut tidak membicarakan masalah pembagian manusia. Satu-satunya kalimat di Alkitab yang menjelaskan pembagian manusia adalah pada saat penciptaan.
Kejadian 2:27
ketika itulah TUHAN Allah membentuk manusia itu dari debu tanah dan menghembuskan nafas hidup ke dalam hidungnya; demikianlah manusia itu menjadi makhluk yang hidup.
Jadi manusia adalah debu tanah. Perpaduan nafas hidup dan manusia maka jadilah makhluk hidup (living Soul)
Then the LORD God formed a man[a] from the dust of the ground and breathed into his nostrils the breath of life, and the man became a living being.
Lalu penegasan kembali ketika manusia jatuh kedalam dosa, TUHAN berkata :
dengan berpeluh engkau akan mencari makananmu, sampai engkau kembali lagi menjadi tanah, karena dari situlah engkau diambil; sebab engkau debu dan engkau akan kembali menjadi debu."
Jadi, kesimpulannya adalah : Manusia adalah debu.
Sekarang muncul pertanyaan, kita ini siapa? Hahahahaha
Kita adalah makhluk hidup. Hehehehe
Ya sesuai dengan firman TUHAN, bahwa kita ini adalah manusia+nafas hidup. Atau boleh dikatakan debu tanah yang terbentuk + nafas hidup. Setiap makhluk hidup adalah debu tanah + nafas hidup. Lalu apa yang membedakan kita dengan Makhluk hidup yang lain semisal kambing atau domba? Pikiranlah yang membedakan. Pikiran manusia dan Binatang berbeda.
Lalu Sekarang saya bertanya, manusia terdiri atas apa? Maka jawabannya adalah debu yang dibentuk Allah. Lalu saya bertanya, Makhluk hidup terdiri atas apa? Maka jawabannya adalah Manusia+nafas hidup. Apakah sesederhana itu? Alkitab mengatakan demikian, bukan saya.
Saya hendak menguraikan apa hal yang terjadi ketika manusia tidak mematuhi kalimat TUHAN. Ketika makhluk hidup itu (manusia+nafas hidup) memakan buah pohon pengetahuan, maka kita tahu bahwa dia telah tidak mematuhi TUHAN. Tentu saja konsekuensi dari tidak mematuhi TUHAN itu adalah mati.
tetapi pohon pengetahuan tentang yang baik dan yang jahat itu, janganlah kaumakan buahnya, sebab pada hari engkau memakannya, pastilah engkau mati."
Yang mati sebenarnya manusia apa Makhluk hidup? Seperti kita ketahui bahwa Makhluk hidup terdiri atas Debu yang dibentuk TUHAN+nafas hidup. Maka yang mati tentulah Makhluk hidup. Artinya apa?. Debu tidak memiliki nafas hidup, dan nafas hidup tidak memiliki tubuh. Itulah konsekuensinya. Nafas hidup ditarik, debu tanah dikembalikan ke tanah. Itulah mati. Perhatikanlah orang mati, bagaimana kondisinya? Ya itu, tanpa nafas hidup. Tanpa nafas hidup, maka orang mati itu akan lama-lama terurai menjadi tanah/debu. Manusia kembali ke debu sebagai efek dari mati, lalu bagaimana dengan nafas hidup? Apa efek dari mati yang terjadi terhadap nafas hidup? Nafas hidup kembali kepada TUHAN. Bisakah nafas hidup itu kembali kepada tubuhnya? Tentu tidak bisa, karena nafas hidup dikendalikan oleh yang empunya yaitu TUHAN.
Saya jadi mau berilustrasi nih. Ilustrasinya seperti ini :
Sebuah robot dirancang untuk melakukan aktivitas. Setelah diprogram dan diisi energi (batere), maka robot itu bisa beraktivitas sesuai dengan program yang ada di dalam Microprocessornya. Suatu kali, Ada virus yang masuk kedalam programnya dan mengakibatkan programnya menjadi error. Akibatnya, aktivitasnya ngaco dan jatuh kedalam kolam. Batere-nya menjadi rusak dan robot menjadi berhenti beraktivitas (mati). Konsekuensi dari program yang error tersebut adalah mengenaskan, batere rusak kerendam air, dan robot mati karena tidak ada energi dari batere.
Ilustrasi berikutnya adalah :
Komplotan perampok melakukan perampokan menggunakan Mobil. Sial, komplotan itu tertangkap oleh polisi. Lalu, pengadilan memutuskan untuk memenjarakan si perampok 20 tahun. Lalu bagaimana dengan mobil yang dipake untuk merampok? Bagaimana konsekuensinya?
Jadi sekarang, Apa yang bisa kita banggakan? Hahahahaha... Tidak ada.
Tetapi kalau ditanya, kita bisa bangga karena kita mengenal sang Hidup yaitu Yesus Kristus. Seperti kata Yesus, Akulah Kebangkitan dan Hidup. Kita cuma berharap, bahwa kita bisa hidup kembali.
Selamat TAHUN Baru Debu-debu SS...