Submitted by erick on

MAKAN BARENG BLOGER SABDASPACE
Dipublikasi Artikel blog by erick

MAKAN BARENG BLOGER SABDASPACE 6 DESEMBER, MAL TAMAN ANGREK, JAKARTA  

Tanggal 6 Desember bukanlah hari bloger sedunia maya sebenernya, tapi
tanggal ini adalah tanggal makan bareng prara bloger komunitas bloger
Kristen Sabda space, yang sering disebut dengan pasar klewer, sebutan
keren buat sabda space di dunia maya karena memang bener-bener
memiliki suasana pasar!

Kebayang aja, setiap ada pedagang baru buka lapak, pasti deh postingin
bayak dagangannya! Guatelnya bukan main seperti rusa yang baru tumbuh
tanduknya, maunya nyerang melulu, bikin rusuh dimana-mana. Eksis
dimana-mana, atau akan jadi kelinci test PDKT bloger lain yang mau
SKSD, atau cuma mau jadi temen baru. Itulah salah satu ciri lain dari
suasana yang ada di pasar klewer ini. Yang lainnya? Seperti pasar pada
umumnya, ada pencopet, dimana kalo ketangkep akan di hajar habis-
habisan, kemudian diserahkan kepada yang berwenang. Pencopet itu akan
menghilang untuk sementara waktu, kemudian akan kembali lagi dimasa
yang akan datang. Terus ada tukang sampah yang harus diteriakin dulu
sekencang-kencangnya bahwa sampah yang tertimbun sudah menimbulkan bau
busuk yang mengganggu, baru deh dia mengerjakan tugasnya. Kasihan juga
sih, karena memang sampah selalu bertebaran di pasar ini disetiap
waktu.

Terus ada banyak juga pembeli punya kebiasaan mencari harga termurah.
Ia akan pergi menawar ke 4 toko berbeda dulu baru akhirnya membeli di
toko yang hemberikan harga paling murah. Yah sudahlah semua juga
mengerti apa yang harus dilakukan di masa krisis ekonomi ini. Makan
bareng blogger sabtu 6 desember bukan acara pertama yang pernah
dilakukan para bloger untuk bertemu penulis blog yang dibacanya pada
layar computer, blackbarry , atau hp mereka, kegiatan ini sudah yang
kesekian kalinya dilakukan di Jakarta .

Di Solo acara kopdar juga pernah beberapa kali dilakukan, bahkan
pernah dibuat secara khusus dalam rangka memperingati ultah ke2 situs
ini. Puji Tuhan, semua ini boleh berlangsung, walau sebenarnya bloger
memiliki hak untuk tidak "tampil" di dunia nyata. Inilah indahnya
persaudaraan bagi mereka yang disebut dengan anak-anak Allah, yaitu
mereka menjadi sebuah keluarga, anggota keluarga kerajaan Allah. Makan
bareng sore itu dihadiri Bung Hai hai, Mas Dennis dan Istri, Rusdy dan
Susan, Clara dan aku. Ibu Lies dan si cantik Rachel. Ada xaris sih,
tapi ia harus segera menghadiri pesta, dan memutuskan meninggalkan
meja makan dengan makanan yang dibungkus untuk dibawa bersamanya.
Dibawah ada Samuel kecil yang lebih memilih menemani istri bung hai
dari pada menemani bung hai. Sebuah keputusan dewasa untuk Samuel
kecil. God bless you, boy! Pilihan menu di Mal Taman Anggek begitu
banyak! Sungguh suwer, ampe pusing mau makan apa. Masing-masing bloger
punya selera sendiri mau pilih makanan apa untuk disantap. Waktu makan
bersama, kita ngobrol ngalor-ngidul. Dari 3 meja yg berbaris, seakan
ada 2 subjek yang di bicarakan oleh 2 kubu.

Entah apa yang dibahas oleh kaum pria, meja kami membahas "konde
ceplok!" betapa engga? Susan begitu terkesima seorang bapak beranak
satu yang baru ia kenal, membawa tusuk konde bersamanya kemanapun ia
pergi. Begitu mudah untuk bapak yang selalu menuntut orang lain
menyanggahnya pendapatnya dengan mempergunakan Alkitab sebagai
standart kebenaran, mempergunakan tusuk kondenya itu untuk menyimpul
rambut yang tergerai panjang menjadi lingkaran kecil, apik dan rapih.
Kamipun kemudian memberikan alasan kami masing-masing mengapa tidak
mampu merawat rambut seperti itu. Susan dengan rencana detektifnya
membuat script pendek bagaimana kami bersekongkol memotong rambut hai
hai! Ia pun bertanya dengan seriusnya kepada 2 orang lain yang sedang
mendengarkan instruksinya "siapa berani memangkasnya?" Tentu saja tak
satupun dari kami berani menjadi kapster khusus ha ha ha! Sore berlalu
Dennis dan istri mohon pamit, karena lokasi tempat tinggal mereka yang
jauh sekali. Kami pun meneruskan pembicaraan kami yang sedang seru-
serunya. Kali ini bukan mengenai rambut hai hai, melainkan tentang
hidup di suatu tempat yang bukan metropolitan, dimana segala sesuatu
bisa tersedia 24 jam. Rusdy bercerita bagaimana jam 7, di Aussie semua
sudah berada di rumah. Tak ada mal buka pada jam segitu, tidak juga
toko roti. Wahhhhhhhhhhh... jam 7 aku masih di kantor blom makan
malam.!!!! Kalo pun di jemput, pasti sampe rumah jam 9-an malam. Kalo
engga di jemput, sampe di ruman jam 9:30 malem karena macet. Gimana gw
mampu beradaptasi dengan benua Australia yah???? Iya sih, di Eropa, yg
gw tau di p'cis, mal buka jam 9 pagi sampe jam 3 siang doang. Week end
malah cuma sampe jam 1 siang. Di musim dingin, toko bisa-bisa tutup
seketika karena pintunya ke blok sama salju.

Di Aussie, menurut Rusdy, penduduk jadi lebih mempergunakan waktunya
untuk berolah raga menjelang malam. Ini sih terdengar similar lah
seperti di Jakarta, kita juga disini sudah mulai sadar olahraga, cuma
olahraganya di ruang tertutup, engga diruang terbuka! Nulis tentang
olah raga, sepertinya sebutan putri duyung bisa nyantol buat Susan,
Susan itu suka berenang disaat angin kencang. Bahkan ia senang
berenang disaat hujan. :) Bu joli, sebutan itu siapa yang berikan
sebenarnya? Ibu Lies dan Rachel datang kira-kira diwaktu magrib.
Pembicaraan pun beralih ke rajutan spectakularku. Susan dan Rusdy pun
mohon diri beberapa waktu kemudian, karena memiliki acara yang
dihadiri. Namun ini bukan berarti pembicaraan di acara kopdar itu
menjadi surut subjek. Kitan gobrol  bahas apa dan bagaimana memberi
komentar pada bloger yang satu, berbeda dengan bloger yang lain. Ibu
Lies masih tetap tidak percaya bagaimana bung hai menulis cara masak
ayam pop yang begitu sederhana menjadi menarik di Klewer. Clara
sampai-sampai ingin membaca bagaimana gaya hai-hai menulis! Ha ha ha
lucu sekali. Kami juga bercerita tentang persekutuan gereja dan
pengajaran doktrin, bercerita tentang doa, tentang subjek yang sedang
dibahas di ss saat itu. Eh hebatnya, pembicaraan kemudian mengalir
sampai ke subjek yang Rachel juga terlibat, merasakan dan
menghadapinya. Semua itu adalah ilmu yang hanya dapat diperoleh di
jalanan. Kopdar sabdaspace yang berikutnya akan diadakan Januari
2009.  Ancang-ancangnya tgl 3. Semoga Tuhan berkenan. Penonton,
tiketnya jangan dibiarkan hangus.... kopdar berikutnya pastikan anda
hadir. Gbu all