Submitted by
Evylia Hardy
on
Aku ikut persekutuan doa ortu di sekolah anakku. Di sana kami didorong untuk menjawab 'luar biasa!' kalo ditanya. Apa kabar? Luar biasa! Gimana keadaan anaknya? Luar biasa! Gimana, sehat? Luar biasa! Semua ... luar biasa!
Aku sih gak masalah kalo orang lain mau begitu. Bagi mereka, katanya itu kata-kata yang mencerminkan iman. Yang pasti aku memilih untuk gak ikutan. Bukan karena gak beriman. Tapi aku lebih suka menjawab apa adanya. Kalo kabarnya baik ya kubilang baik. Kalo gak enak badan ya kubilang kurang sehatlah. Kalo memang ada yang luar biasa ya kubilang luar biasa.
Kuharap sesama pengikut Kristus bisa saling menghargai pendapat masing-masing. Biasa maupun luar biasa gak ada yang perlu dipertengkarkan toh?