Submitted by handoko on

Inilah beberapa hal yang menyatakan saya orang Kristen KTP : Ketika saya menyerukan kepada rekan dan jemaat untuk hidup dalam roh & kebenaran, tapi ternyata saya seorang pengecut & tidak berani menyerukan kebenaran. Ketika saya tau bahwa kerajaan Allah ada di dalam diri & persembahan terbaik bagi Allah adalah menjadikan diri kita bait suciNya, tapi Saya terus-menerus menekankan kepada jemaat bahwa persembahan materi yang terbaik bagi Allah & akan dikembalikan 10x bahkan 100x lipat; jadi seakan-akan dapat membayar dosa atau kelemahan kita dengan uang atau kekayaan materi. Ketika saya bernyanyi bahwa Allah tidak melihat rupa & tidak melihat harta, tapi saya ikut berlomba dalam hal rupa & kekayaan asset & besarnya bangunan. Ketika saya berdoa terjadilah menurut kehendakMu, tapi saya gelisah, mengeluh & menyalahkan pihak lain bila jemaat berkurang. Ketika saya berbicara & menulis dengan isi baik, tapi ternyata pelaksanaan atau perbuatanku tidak sesuai. Ketika saya menyerukan persekutuan dalam kasih damai sejahtera, tapi saya menyetujui pisau yang memperjelas perpecahan dengan mengijinkan NiJ dalam pembuatan KTP. Ketika saya menyerukan “Jangan berdiri pada kebenaran diri sendiri”, tapi diri saya & gereja ternyata membentengi diri & berdiri pada kebenaran diri sendiri & menganggap gereja saya yang paling benar & paling diberkati karna saya telah dibutakan oleh iblis yang memang suka keduniawian & kesombongan, yang berkesan wah…wah… karna terlihat mata. Ketika saya menyerukan bahwa,“Jangan terikat pada apapun…”, tapi saya tetap terikat dengan proyek & ambisi, dan mungkin hutang2. Terikat kepada kaum penguasa uang. Terikat kepada teman-teman yang suka dengan berbagai manifestasi kemunafikan, sandiwara & topeng makin tebal. Ketika saya mengundang pesta mereka yang sesat, lapar & haus, tapi menolak saudara yang sungguh bertobat & telah merendahkan dirinya. Juga saya kurang memperhatikan atau bahkan tidak memperhatikan jemaat yang sudah ada. Bahkan prajurit yang tertembak pun tidak kami rawat dengan buah Roh seperti di dalam Galatia 5. Ketika saya berdoa bagi kebangkitan bangsa oleh Allah, tapi banyak orang Kristen mengutuk sesamanya yang tidak sepandangan. Ketika saya menyerukan kasihilah Tuhan Allah mu dan sesama mu, tapi anak istri atau keluarga sering tidak saya perhatikan. Ketika saya serukan bisa bersyukur dengan rejeki dariNya & kasihilah sesamamu, tapi saya tidak pernah puas dari pemberian2Nya & pelit. Ketika saya bicara tidak merebut jemaat dari pihak lain, tapi pelaksanaannya saya perintahkan bawahan untuk menjarah dari sana sini. Ketika saya mengajarkan kerendahan hati, tapi saya yang berdosa ini berani memakai perumpamaan bahwa saya ini Yesus, padahal Yesus Mesias memimpin tanpa kesalahan. Ketika saya menyerukan setia & mengasihi Tuhan Allah, tapi ternyata saya lebih mementingkan perkembangan pertumbuhan organisasi dengan cara-cara yang tidak sesuai hati Allah. Dan saya telah menodai gereja dengan membuat gereja seperti perusahaan bisnis. Ketika saya menjunjung Yesus Kristus, tapi saya masih melaksanakan ritual atau budaya perjanjian lama dan jaman peralihan dimana tidak menghormati kehadiran & pengorbanan Mesias. Ketika saya menyerukan hidup dalam roh & kebenaran, tapi saya suka menambahi kotbah saya sehingga berkesan wah… yang berlebihan dan yang justru akhirnya memberikan dusta kpd sesama. Ketika saya nyumbang untuk fakir miskin, tapi saya masih suka mengupah pembantu & pegawai sangat minim di bawah UMR. Ketika saya suka berbicara & berkotbah mengenai kasih, tapi saya masih suka memberikan makanan tidak layak kepada pembantu rumah Ketika saya mengatakan bahwa mereka takut dikucilkan bila jadi Kristen, tapi saya mengucilkan rekan sendiri yang kurang sepaham atau pun tidak 1 gereja.. Ketika saya berkotbah mengenai nabi Elia & Abraham yang tidak mau menerima upeti & mengajak jemaat untuk meneladani, tapi saya jelas sekali suka menerima upeti. Ketika saya merindukan persatuan umat Kristiani, tetapi saya lebih mementingkan EGO kelompok doa ku sendiri dan gereja ku sendiri. Ketika saya membantu fakir miskin & yang tidak kukenal, tetapi saya tidak peduli dengan teman dekatku yang sedang dalam kesulitan & kegelapan. Ketika saya menuduh pihak lain menyembah berhala, ternyata saya juga mementingkan & menyembah kekuasaan dan harta daripada Allah di Sorga. Dan masih banyak lagi dusta saya kepada Allah & sesama. Saya mohon kepada Allah dalam Yesus Kristus ampunilah dosa2 saya tersebut dan curahkanlah anugrah kasihMu ke dalam hati saya sehingga saya dapat memperbaiki perbuatan2 saya. Amin. Juga kepada sesama yang terluka karna saya tidak mengetahuinya atau tidak menyadarinya, pada kesempatan ini saya mohon maaf yang sebesar-besarnya.