Di dalam cerita di Injil Matius disebutkan bahwa hal Kerajaan Sorga seperti tuan rumah yang pagi-pagi benar keluar mencari pekerja-pekerja untuk kebun anggurnya. Dalam hal ini Tuhan Yesus menceritakan tuan dan pekerja kebun anggur sebagai perumpamaan.
Namun di sini saya ingin membawa kisah ini ke dalam kehidupan sehari-hari. Jadi, dalam hal ini perumpamaan yang disampaikan Tuhan Yesus saya bawa ke kehidupan nyata di dalam lingkungan kerja.
Ada seorang pemuda lulusan dari perguruan tinggi ternama, lalu melamar pekerjaan di sebuah perusahaan. Setelah melalui beberapa tes dan wawancara, maka dia akhirnya diterima dan menandatangani kontrak kerja yang telah disepakati. Setelah selang waktu yang berjalan, pemuda ini merasa bahwa dia lebih baik dari teman-teman kerja lainnya dan merasa dia harusnya mendapatkan posisi dan gaji yang lebih baik dari pekerjaan yang sedang dijalaninya. Emosi dia semakin memuncak ketika perusahaan merekrut orang baru lagi fresh graduate dari universitas yang kurang begiru terkenal, dan orang baru ini memperoleh fasilitas dan gaji yang sama dengan pemuda ini.
Tidak terima dengan itu, pemuda tadi datang me Manajer HRD untuk mengeluh soal hal ini. Manajer HRD tahu soal hal ini, namun juga berusaha agar tidak membuat pemuda itu tesinggung. Manajer HRD tahu bahwa pemuda ini adalah pemuda yang rajin ke gereja. Lalu, ketika pemuda itu menghadap, Manajer HRD berkata,
"Anda tahu, di Matius 20:1-16 ada perumpamaan tentang pekerja kebun anggur yang direkrut pagi hai, siang hari dan sore hari, namun memperoleh upah yang sama? Hal itu bukan karena orang terakhir lebih baik, tetapi karena orang pagi, orang siang, dan orang sore dibayar berdasarkan kesepakatan mengenai pekerjaan dan jumlah yang dibayarkan."
Akhirnya pemuda itu pun mengerti dan tidak jadi menggerutu.
Jangan pernah menggerutu terhadap hasil yang diperoleh berdasarkan kesepakatan (kontrak kerja) yang telah disetujui. Ada baiknya sebelum bekerja bacalah dengan baik-baik kontrak kerja yang ditulis, jika setuju bekerjalah, jika tidak setuju, mintalah HRD untuk mengubah poin-poin kesepakatan.
Selalu bersyukurlah untuk pekerjaan yang telah Anda peroleh.