Film Knowing menurut saya berkategori Predestinasi.
Saya mencoba sedikit menceritakan ringkasan film Knowing pada sesi-sesi terakhirnya, kira-kira begini ceritanya:
Dari tiga kejadian yang belum terjawab, akhirnya John dengan segala daya upaya untuk membuktikannya dan berusaha mendapatkan jawabannya. John terus memperhatikan angka-angka itu dan membawanya kemanapun dia pergi, hingga suatu sore, hujan turun lebat, John hendak membuktikan kejadian pertama setelah kejadian-kejadian sebelumnya yang akan segera terjadi. Di tengah lebatnya hujan, di tengah jalan mendadak mobilnya berhenti, dia melihat ke depan sederet mobil-mobil sedang macet, lalu dia pun turun dari mobilnya dan berjalan ke depan, dia menduga bahwa terjadi sesuatu di depan sana menurut ramalan angka-angka digit itu, tapi ternyata bukan, karna setelah bertanya kepada petugas tidak terjadi apa-apa atau suatu kecelakaan yang berarti yang bisa merenggut nyawa sesuai dengan yang tertera di kertas kuno itu.
Tidak berapa lama kemudian, tiba-tiba dari arah sebelah barat tampatnya berdiri, sebuah pesawat meluncur jatuh ke arahnya dan ke arah tempat macet yang mereka alami, dan pesawat itu sempat menerobos kabel-kabel tiang listrik dan memercikkan api, dan pesawat itu terus meluncur ke arahnya dengan oleng, terus meluncur ke bawah hingga sayap kiri pesawat itu bersentuhan dengan aspal dan bergesekan dengan mobil-mobil yang sedang macet itu dan percikan api pun memancar oleh gesekan hebat itu sampai pesawat itu menghantam lapak kosong tak bertuan dan sayap kiri patah dan seketika pesawat itu meledak dan hancur menyisakan puing-puing. John menyaksikan kejadian dahsyat itu benar-benar di hadapan matanya begitu dekat bak menyaksikan film empat dimensi, dia menyaksikan kecelakaan naas itu, dengan mulut menganga dan dengan napas yang terengah-engah mungkin dengan tangisan dan teriakan yang tertahan oleh kebingungan yang menyesakkan. Dengan keadaannya yang masih bingung, dia lari menuju ke arah pesawat, dia melihat orang-orang yang sempat hidup berhamburan keluar dan berteriak minta tolong dengan keadaan tubuh yang sedang terbakar api dan hitam legam karna abu dan lumpur. 81 orang mati menggenaskan dalam kecelakaan itu sesuai dengan angka yang tertera itu tepat di hari dan waktu dan tempat yang sama persis.
Kejadian kedua yang berikutnya adalah, kereta listrik bawah tanah yang hanya karna jalur kereta listrik itu tiba-tiba berubah haluan dengan sendirinya, mungkin karna kecerobohan petugas jalur kereta listrik, sedang kereta listrik yang mereka tumpangi masih berjalan dengan pelan. Tiba-tiba dari arah belakang kereta yang mereka tumpangi, sebuah kereta listrik lain melaju menerebos ke arah mereka tanpa terkendali dan oleng serta dinding bawah tanah itu pun terhantam oleh badan kereta dan menghancurkan tembok-tembok bawah tanah itu dan terus menerobos sampai stasiun yang barusan mereka tinggalkan, begitu banyaknya penumpang dan banyaknya orang dalam stasuin sehingga kejadian tersebut begitu menjadi kejutan sehingga membuat sebagian mereka tak sempat berhamburan keluar dan kabur menghindari kereta naas itu dan menggilas mereka dan menimpa mereka dan mati, sampai akhirnya kereta listrik yang mereka tumpangi terhantam pula dengan begitu hebatnya terus menerobos dan merambat sampai ke ruang masinis depan. Pada kedua kejadian tersebut, John berada di tempat, bahkan bisa dibilang dia termasuk korban dalam kecelakaan itu, tapi anehnya, tak satu pun maut dari kedua kecelakaan itu yang merenggut nyawanya. 188 orang mati menggenaskan dalam kecelakaan kereta listrik bawah tanah itu, sesuai dengan yang tertera di kertas kuno itu.
Akhirnya tinggal satu kejadian lagi yang terakhir, John dengan segala daya upaya berusaha mendapatkan jawaban yang terakhir ini, pada akhirnya dia mendapatkan jawabannya bahwa Bumi akan segera musnah oleh api. Api ini diperkirakan berasal dari ledakan Matahari yang pijarannya merebak ke seluruh pelosok angkasa luar termasuk yang menuju ke arah Bumi dan akan segera menghantam Bumi. John dengan segala daya upaya untuk mencari jalan keluar untuk menyelamatkan Bumi, tapi tidak ada jawaban akan hal itu bahkan untuk menyelamatkan dirinya mustahil. Sampai di akhir cerita ada empat malaikat yang menjemput anaknya John yang bernama Caleb (laki-laki) serta anaknya Diana yang bernama Abby (perempuan), diangkat bersama-sama ke empat malaikat itu dengan kendaraan seperti yang tercatat di kitab Yehezkiel. Sebelumnya John sempat memohon dan meminta kepada pemimpin malaikat itu untuk supaya dia dibawa dan diangkat serta bersama-sama dengan Caleb anaknya, tapi permintaanya itu tidak dikabulkan, pada akhirnya John pun terpaksa menunggu nasib yang akan segera menimpanya bersama-sama dengan penduduk seluruh Bumi lainnya di keesokan harinya.
Ketika hari menjelang siang dan keadaan Bumi semakin panas dan menyengat sekali, John berangkat ke rumah mertuanya dan berkumpul bersama-sama menunggu ajal yang akan segera menjemput, ke empatnya bergandengan tangan dan berdoa sambil menundukkan kepala, tiba-tiba api bah menyerbu bak tentara yang sedang bertempur di medan perang dari ujung Bumi ke ujung Bumi terus menyerang dan menghantam segala sesuatu benda apapun yang berada di depannya hingga tak tersisa sama sekali dan tibalah di tempat John beserta keluarganya menunggu dan.... api itu pun menghantam mereka dan mereka lenyap tertelan kedahsyatan api itu. Api itu terus merebak sampai memakan habis seluruh pelosok Bumi hingga tak tersisa. Angka yang terakhir yang tertera adalah sebuah kejadian yang dahsyat dan mengerikan yang memakan habis di seluruh penjuru Bumi, yaitu api bah.