YESUS KRISTUS adalah kudus, karena ia dilahirkan tanpa tabiat dosa. Ia tidak pernah melakukan dosa apapun, dan senantiasa berbuat apa yang benar dan suci. Yesus Kristus adalah teladan kita, bukan hanya dalam perbuatan, tapi juga dalam watak. Menjadi serupa dengan CitraNya berarti menjadi serupa dengan watakNya.
Yesus menjalani seluruh hidupNya dengan TANPA DOSA, tanpa BERBUAT DOSA, Ia hidup dan mati TANPA DOSA APAPUN! Tuhan Yesus bukan BLASTERAN, separuh Tuhan dan separuh manusia. Ia betul-betul Tuhan dan benar-benar manusia namun TANPA PERBAURAN kedua sifat itu. Kemanusiaan Yesus memang sama seperti kita, namun Ia manusia teladan dan sempurna.
Bahkan Iblis pun mengenal Yesus sebagai YANG KUDUS dari ALLAH. Para setan pun mengatakan hal yang sama dengan tuannya sang paduka Iblis. Yesus adalah juru selamat yang mutlak dan tidak memiliki ciri-ciri dosa dalam diriNya. Walau dicobai untuk berbuat dosa, namun Yesus TIDAK MENYERAH kepada pencobaan itu. Lain dengan Adam dan Hawa yang diciptakan sempurna, tapi ketika dicobai menyerah.
Yohanes 4 :
5 Maka sampailah Ia ke sebuah kota di Samaria, yang bernama Sikhar dekat tanah yang diberikan Yakub dahulu kepada anaknya, Yusuf.
6 DI situ terdapat sumur Yakub. Yesus sangat letih oleh perjalanan, karena itu Ia duduk di pinggir sumur itu. Hari kira-kira pukul dua belas.
Sebagai manusia biasa, dengan keletihan yang sangat itu, ketika melihat sumur, pasti akan melepaskan dahaga dengan air yang terdapat dalam sumur itu, dengan cara apapun. Bahkan kalau Yesus mau, air dalam sumur itu bisa diperintahkan untuk meloncat dan mengguyur keletihanNya. Tapi itu tidak dilakukanNya. Rupanya Ia tengah menunggu, karena Ia sudah tahu.
7 Maka datanglah seorang perempuan Samaria hendak menimba air. Kata Yesus kepadanya : "Berilah Aku minum."
Disinilah akan terjadi PROSES IMAN yang sering tidak kita ketahui.
9 Maka kata perempuan Samaria itu kepada-Nya :Masakan Engkau, seorang Yahudi, minta minum kepadaku, seorang wanita Samaria?" (Sebab orang Yahudi tidak bergaul dengan orang Samaria).
Dalam terjemahan LAI tidak menyebut kata "wanita". Jawaban wanita Samaria itu menunjukkan rasa CURIGA dan KURANG BERSAHABAT, karena kenyataanya tidak menyebut Yesus dengan panggilan Pak atau Tuan tetapi Engkau. Jawaban wanita Samaria itu, sebetulnya sudah menyangkut isyu SARA dan tentu saja "seks". Tapi Yesus tidak menanggapi masalah itu
10 Jawab Yesus kepadanya : "Jikalau engkau tahu tentang karunia Allah dan siapakah Dia yang berkata kepadamu : Berilah Aku minum! Niscaya engkau telah meminta kepadaNya dan Ia telah memberikan kepadamu air hidup itu."
Yesus justru menawarkan air hidup yang melambangkan Sabda Yesus dan Roh Kudus yang memberi hidup kekal. Tetapi wanita Samaria itu malah salah paham, dia hanya berpikir duniawi dan menafsirkan ucapan-ucapan Yesus secara hurufiah.
11 Kata perempuan itu kepadaNya : Tuhan, Engkau tidak punya timba dan sumur ini amat dalam dari manakah Engkau memperoleh air hidup itu?"
Walau masih berpikir duniawi, namun ada peningkatan ucapan perempuan itu dengan mau memanggil Yesus dengan sebutan TUAN/TUHAN. Perkembangan dialog kemudian, Yesus menunjukkan bagaimana Dia tahu isi hati wanita itu dan tahu apa yang terjadi dalam hidupnya, yang akhirnya wanita itu sampai pada pengakuan bahwa Yesus itu seorang nabi.
Dari sinilah PROSES IMAN dimulai. Wanita Samaria yang semula curiga dengan nuansa birahi, karena ia sebagai janda tentu merasa risih bila berbincang dengan seorang lelaki yang bukan dari sukunya, di tempat yang cukup sepi lagi. Tapi Yesus bukan manusia biasa yang memiliki nafsu birahi berapi-api, Ia tengah melakukan "penginjilan" pribadi yang kadang sulit dimengerti.
Selanjutnya, wanita Samaria itu lebih terbuka dan berani berdiskusi dengan Yesus soal agama, soal ibadat yang benar. Pada akhirnya, wanita itu HAMPIR sampai pada pengakuan bahwa Yesus itu Mesias dan ia menjadi pewarta tentang Yesus bagi orang lain.
Semoga Bermanfaat Walau Tak Sependapat

