Ini adalah kisah dimana keperawanan ku direnggut oleh nya, lelaki yang tidak bertanggungjawab yang seharus nya membayar semuanya. Tetapi dia meninggalkan semuanya dan akhirnya aku harus membayarnya sendiri dengan air mata.
Ini adalah suatu pelajaran yang harus diketahui oleh semua gadis-gadis yang ingin menjaga hidup nya dari lelaki yang tidak bertanggungjawab. Hati-hati dengan rayuan gombal dari lelaki yang tidak bertanggungjawab. Aku gak nyangka setelah keperawananku direnggutnya, dia meninggalkanku dan tidak bertanggungjawab.
Malam itu begitu dingin, ingatan itu tak bisa lepas dari benakku walaupun telah bertahun-tahun aku mencoba untuk melupakan nya. Kami berdua melangkah keluar dari lift dan melangkah menyusuri lorong.
Kami berhenti di salah satu pintu kamar yang bertuliskan angka 402, aku masih mengingatnya saat kartu kunci mulai dimasukan dan pintu pun mulai dibuka. Aku dengan sedikit gugup masuk ke kamar itu. Di dalam kami pun mulai dengan ngobrol santai. Dia melihatku sedikit gugup lalu dia memeluku dengan mesra dan menenangkan aku dengan suaranya yang lembut.
Aku seakan-akan terbuai oleh kata-katanya yang manis, aku terhanyut oleh rayuan-rayuan nya yang gombal tetapi tak bisa ku elak aku mengakui aku pun menikmatinya. Entah kenapa rasanya seperti di bius dan terbawa ke alam mimpi. Aku seperti berada di alam lain yang sangat indah.
Aku tau sebenarnya aku sedang berada di bumi, tapi ber dua bersama nya di kamar itu membuatku merasa melayang sampai ke bulan. Aku tau aku sedang mimpi, seharus nya aku bangun dari mimpi ku, tapi jujur aku tak kuasa menolak indah nya mimpi itu.
Aku memang orang yang keras. Dari dulu aku berusaha menjaga keperawanan ku dari laki-laki lain yang ingin merenggutnya. Tapi entah kenapa malam ini rasanya aku ingin melepaskan nya, bersama dia aku benar2 merasa nyaman. Aku tidak ingin mengecewakan nya. Aku takut bila aku tidak memberikan kesucian ku untuknya, dia akan mencari bunga yang lain. Aku tidak ingin kehilangan dia. Ohhhhh...berilah aku petunjuk, apa yang harus aku lakukan.
Tapi aku sadar, suara apapun yang menghalangi aku memberikan keperawananku kepada nya tidak akan terdengar lagi oleh telingaku. Aku tidak tahu apakah aku siap memberikan semua untuk dia, yang aku tahu aku telah terbuai oleh rasa ini.
Seketika itu juga seperti mimpi rasanya, cepat sekali berlalu ketika semuanya hilang, aku telah menyerahkan semua nya kepada dia. yang selama ini kujaga, akhirnya aku lepaskan demi dia. Selama ini keluarga, teman-teman, gereja, selalu memberi nasehat untuk menjaga kesucian ku. Tapi malam ini aku tidak bisa lagi, aku tak mampu lagi....
Malam terasa panjang, lalu kami pun terlelap. Keesokan hari nya, pagi-pagi aku terbangun. Aku meraba-raba di samping ku tidak ada orang, aku melihat dimana dia, tidak ada. Aku hanya menemukan sepucuk surat... hanya sepucuk surat... dari apa yang sudah kuberikan tadi malam aku hanya menemukan sepucuk surat. Dia berkata dia....dia pergi... ohhhhh dia pergiii...!!!!
Seketika itu juga aku seperti tersambar petir, setelah apa yang aku lakukan semalam, dia pergiiii....ooohhhhhhh, apa yang harus aku lakukan???? aku bingung.... Tadinya aku mengira dia adalah lelaki yang bertanggungjawab, setelah aku percaya semua kata-kata nya, ternyata dia pergii.....hikssss.
Setelah keperawanan ku direnggutnya semalam...dia pergi..!!!!!
huhhhhhh...dasarrrrr lelaki tidak bertanggungjawab...!!!! dia meninggalkanku di kamar hotel setelah malam pertama di malam pengantin kami, semua makanan yang dia pesan semalam dan biaya resepsi pernikahan di hotel semalam tempat kami nginap aku yang bayarrrrr...!!!!!!!! huhhhhh...dasarrrr lelaki tidak bertanggungjawaaaabbbbb...!!!!!!!!!
Katanya dia harus pergi buru-buru karena ada urusan kantor....huhhhh...awas nanti kalo sampe rumah...!!!!!!!!
Ini adalah kisah dimana keperawanan ku direnggut oleh nya, lelaki yang tidak bertanggungjawab yang seharus nya membayar semuanya. Tetapi dia meninggalkan semuanya dan akhirnya aku harus membayarnya sendiri dengan kepedihan.
DAN-DAN