Submitted by mujizat on

Jika kita searching alkitab elektronik versi LAI untuk kata "kepenuhan", akan muncul sekitar 19 hasil. Kita akan belajar memahami makna "kepenuhan" khususnya untuk kepenuhan Roh Kudus, agar kita dapat memahami ketika seseorang sedang mengalami kepenuhan Roh Kudus, kita dapat membedakannya dengan kerasukan roh (bukan Roh Kudus). Selain itu kita akan belajar membedakan antara "kepenuhan" dengan "manifestasi roh" ataupun "manifestasi Roh Kudus.

Lalu turunlah TUHAN dalam awan dan berbicara kepada Musa, kemudian diambil-Nya sebagian dari Roh yang hinggap padanya, dan ditaruh-Nya atas ketujuh puluh tua-tua itu; ketika Roh itu hinggap pada mereka, kepenuhanlah mereka seperti nabi, tetapi sesudah itu tidak lagi. (Bilangan 11:25).

Bagaimana orang-orang Israel mengenali bahwa ke-70 tua-tua itu sedang kepenuhan? Tentulah ada perilaku aneh tertentu yang mendadak terjadi. Bisa berupa getaran tangan, kaki, keduanya, maupun bernubuat seperti seorang nabi.

Masih ada dua orang tinggal di tempat perkemahan; yang seorang bernama Eldad, yang lain bernama Medad. Ketika Roh itu hinggap pada mereka—mereka itu termasuk orang-orang yang dicatat, tetapi tidak turut pergi ke kemah—maka kepenuhanlah mereka seperti nabi di tempat perkemahan Lalu berlarilah seorang muda memberitahukan kepada Musa: "Eldad dan Medad kepenuhan seperti nabi di tempat perkemahan." Maka menjawablah Yosua bin Nun, yang sejak mudanya menjadi abdi Musa: "Tuanku Musa, cegahlah mereka!"  Tetapi Musa berkata kepadanya: "Apakah engkau begitu giat mendukung diriku? Ah, kalau seluruh umat TUHAN menjadi nabi, oleh karena TUHAN memberi Roh-Nya hinggap kepada mereka!" (Bil 11:26-29)

Peristiwa kepenuhannya Eldad dan Medad memberi gambaran kepada kita betapa hebohnya kejadian itu, sampai seseorang berlarian mendapatkan Musa melaporkan kejadian heboh itu.

Tujuan TUHAN memberikan sebagian Roh yang hinggap kepada Musa untuk diberikan kepada ke-70 tua-tua sangat jelas: untuk menyanggupkan ke-70 tua-tua itu membantu Musa menjalankan "pemerintahan" atas Israel. Memang Alkitab tidak secara jelas menuliskan kapan Musa pertama kali dihinggapi oleh Roh yang dari TUHAN, namun Bilangan 11:17,25 lebih dari cukup untuk menjelaskan bahwa Musa dihinggapi Roh yang dari TUHAN.

(Kata Musa) Aku seorang diri tidak dapat memikul tanggung jawab atas seluruh bangsa ini, sebab terlalu berat bagiku. Jika Engkau berlaku demikian kepadaku, sebaiknya Engkau membunuh aku saja, jika aku mendapat kasih karunia di mata-Mu, supaya aku tidak harus melihat celakaku."  Lalu berfirmanlah TUHAN kepada Musa: "Kumpulkanlah di hadapan-Ku dari antara para tua-tua Israel tujuh puluh orang, yang kauketahui menjadi tua-tua bangsa dan pengatur pasukannya, kemudian bawalah mereka ke Kemah Pertemuan, supaya mereka berdiri di sana bersama-sama dengan engkau. Maka Aku akan turun dan berbicara dengan engkau di sana, lalu sebagian dari Roh yang hinggap padamu itu akan Kuambil dan Kutaruh atas mereka, maka mereka bersama-sama dengan engkau akan memikul tanggung jawab atas bangsa itu, jadi tidak usah lagi engkau seorang diri memikulnya. (Bil 11:14-17)

Jadi tujuan TUHAN memberikan Roh-Nya kepada ke-70 tua-tua Israel itu adalah, agar mereka dapat membantu Musa memikul tanggung jawab atas Israel, atau membantu Musa "menjalankan pemerintahan" atas Israel.

Dalam proses empartasi (penularan, atau arti longgarnya "pemindahan") Roh itulah terjadi manifestasi fisik, sehingga waktu itu orang-orang Israel mengenali mereka sedang "kepenuhan seperti nabi". Setelah proses "transformasi" atau lebih tepatnya saya rasa "empartasi" itu selesai, maka Roh yang hinggap pada ke-70 tua-tua Israel itu sudah "bersemayam" dalam jiwa ke-70 tua-tua, dan sewaktu-waktu jika dibutuhkan, maka Roh itu akan bermanifestasi.

Sekarang kita melihat contoh yang lain, ialah pada raja Saul.

(Kata Samuel kepada Saul:) Maka Roh TUHAN akan berkuasa atasmu; engkau akan kepenuhan bersama-sama dengan mereka dan berubah menjadi manusia lain. Apabila tanda-tanda ini terjadi kepadamu, lakukanlah apa saja yang didapat oleh tanganmu, sebab Allah menyertai engkau. (1 Sam 10:6,7)

Nubuatan nabi Samuel itu digenapi disini:

Sedang ia berpaling untuk pergi meninggalkan Samuel, maka Allah mengubah hatinya menjadi lain. Dan segala tanda-tanda yang tersebut itu terjadi pada hari itu juga.  Ketika mereka sampai di Gibea dari sana, maka bertemulah ia dengan serombongan nabi; Roh Allah berkuasa atasnya dan Saul turut kepenuhan seperti nabi di tengah-tengah mereka.  Dan semua orang yang mengenalnya dari dahulu melihat dengan heran, bahwa ia bernubuat bersama-sama dengan nabi-nabi itu; lalu berkatalah orang banyak yang satu kepada yang lain: "Apakah gerangan yang terjadi dengan anak Kish itu? Apa Saul juga termasuk golongan nabi?" (1 Sam 10:9-11)

Peristiwa kepenuhan seperti nabi yang terjadi pada Saul begitu menyolok mata, sampai banyak orang yang menyaksikannya berkomentar,...

Sampai di titik ini, Saul sedang dan lalu sudah dihinggapi Roh Allah. Lalu kapan Roh yang menghinggapi Saul tersebut bermanifestasi? Salah satu manifestasinya dapat kita lihat dalam ayat-ayat berikut:

Ketika Saul mendengar kabar itu, maka berkuasalah Roh Allah atas dia, dan menyalanyalalah amarahnya dengan sangat. (1 Sam 11:6)

Oleh manifestasi Roh Allah itu, Saul melakukan sesuatu, ia mengkoordinir bangsa Israel untuk melawan musuh yaitu orang Amon yang dipimpin Nahas (1 Sam 11:1) dan mengalahkan mereka (1 Sam 11:11) kemudian Israel bersehati menerima Saul sebagai raja mereka dengan memperbaharui jabatan raja atas Saul. Sebelum itu, beberapa kelompok tidak setuju dengan pengangkatan Saul sebagai raja Israel (1 Sam 10:27)

Masih ada lagi kisah Simson yang dihinggapi Roh Allah, dan ketika bermanifestasi, dia memiliki kekuatan yang dahsyat luar biasa.

Tetapi bagaimana dengan kerasukan atau manifestasi kerasukan roh (yang bukan Roh Kudus) ?

Saya pernah tulis artikel berjudul Ebeg.

Dalam tulisan tersebut saya jelaskan bahwa setiap pemain ebeg sebenarnya sudah kerasukan "Indang", yaitu roh kuda lumping. Kapan pertama kali roh kuda lumping "hinggap" pada seorang pemain Jathilan? Salah satunya, ketika mereka mulai gabung di grup Ebeg tersebut, sewaktu "nglakoni" tirakat di kuburan atau di tempat-tempat wingit tertentu, umumnya di bawah bimbingan seorang Penimbul.

Saya tulis juga, bahwa ketika seorang yang sudah dihinggapi Indang, maka ketika dia mendengar irama Jathilan, maka Indang itu akan bermanifestasi, dan orang awam menyebutnya "kesurupan", padahal sebenarnya itu adalah manifestasi dari roh Indang. Tentu saja ada pengecualian, ketika ada "orang baru" misalnya seorang penonton yang begitu antusias dan konsentrasi menonton sebuah Ebeg, maka seketika ia bisa mengalami "kerasukan" plus manifestasi roh (Indang) yang merasukinya.

Ada juga contoh lain.

Seorang wanita Tiong Hua pernah kami layani pelepasan. Sebelum itu, beliau pernah berguru sampai ke tlatah Banten (Jawa Barat) dan mengaku memiliki ilmu harimau. Ketika kami berdoa, tiba-tiba "ilmunya" itu bermanifestasi, dan tubuhnya berperilaku seperti harimau yang mencakar-cakar.

Layanan pelepasan dapat "mencopot" roh-roh yang pernah merasuki seseorang. Dalam versi Islam, mereka mengenal "Ruqiyah" (?) yang bermakna pelepasan juga, sepertinya.