Submitted by peterkambey on

Saya selalu berkeyakinan bahwa setiap orang punya keberuntungan dan nasib baik masing-masing. Dengan dalih apapun, rasanya sulit untuk mengiyakan nasib buruk dan kesialan merupakan milik orang-orang tertentu. Milik dari orang-orang yang terlalu sering berbicara mengenai kejelekan yang terjadi dalam hidup mereka. Bukankah setiap orang yang dilahirkan di bumi ini memiliki keunikan masing-masing sehingga otomatis mereka memiliki keberuntungannya sendiri-sendiri juga.



Menurut pendapat saya, mereka yang memandang rendah nasib sendiri adalah mereka yang terlalu sering membandingkan kehidupan mereka dengan kehidupan orang lain. Ketika mereka mendapati hidup mereka lebih sulit daripada orang lain, dari situlah muncul pemikiran bahwa nasib baik memang jauh dari kehidupan mereka.



Bergabung bersama kumpulan jutaan wajah gembira dari seluruh dunia, saya merasa bahwa saya adalah salah satu orang yang beruntung itu. Terlahir dalam lingkungan keluarga yang baik. Memiliki orang tua yang hidup rukun dan damai hingga hari ini. Dibesarkan dalam lingkungan tetangga-tetangga rumah yang akrab, ramah dan saling menolong. Lalu, tumbuh besar bersama dengan keluarga-keluarga dekat dari pihak mama dan pihak papa. Merekalah keluarga-keluarga dekat yang selalu bersama-sama bersuka cita ketika ketambahan anggota keluarga baru. Dan mereka jugalah keluarga-keluarga dekat yang sama-sama berduka ketika ditinggal oleh salah satu anggota keluarga.



Waktu berganti. Kini, kegembiraan dan suka duka telah berubah bentuk seiring dengan perubahan waktu. Keluarga-keluarga yang berasal dari pertalian darah yang dekat, kini jaraknya jauh dan sukar ditemui karena berbagai faktor. Ada sesuatu yang hilang tapi sulit untuk ditemukan. Namun, tidak ada yang perlu disesali. Tuhan selalu mengaruniakan cara yang berbeda dan unik bagi setiap orang. Suka dan duka dapat diraih dengan cara yang berbeda.



Keluarga-keluarga dekat sedarah sedaging kini tergantikan oleh keluarga-keluarga sepelayanan, segereja, sekantor dan sekomunitas. Mereka adalah orang-orang yang berasal dari latar belakang keluarga yang berbeda, akan tetapi mempunyai banyak sekali persamaan tujuan dan cita-cita. Mereka adalah orang-orang yang selalu turut bergembira dikala kita senang, dan turut berbelasungkawa di kala kita sedih. Mereka ini adalah keluarga-keluarga dekat yang baru.



Apa untungnya bagi seseorang yang mengucapkan selamat ulang tahun bagi yang sedang berulang tahun? Saya yakin tidak ada untungnya bagi orang tersebut tetapi tidak demikian dengan orang yang disalami. Bagi orang yang berulang tahun, itu adalah sesuatu yang luar biasa. Bukti otentik penghargaan orang lain terhadap beradaan kita. Sebuah tanda cinta kasih spontan yang terkadang sulit dilakukan oleh keluarga yang sedarah sedaging dengan kita.



Keluarga dekat memang tidak harus berasal dari nenek moyang yang sama. Keluarga dekat bisa berasal dari orang-orang lain yang selalu memperhatikan hidup kita, menasehati dan memotivasi hidup kita. Keberuntungan memiliki orang-orang seperti ini adalah sebuah anugerah yang besar dari Tuhan untuk hidup kita. Kini saatnya bagi kita untuk mulai mendoakan orang-orang seperti ini dan selanjutnya turut mengambil bagian yang cocok buat kita untuk berkontribusi sebagai bagian kita sebagai keluarga dekat bagi mereka.



Terima kasih sebesar-besarnya untuk setiap orang yang memberikan ucapan selamat ulang tahun buat saya. Doa saya untuk kalian, biarlah kiranya Tuhan memberkati dan mengaruniakan selalu berkat yang berlimpah dalam segala hal. Jangan pernah menyesali dengan apa yang Tuhan pernah buat untuk kita. Percayalah, semua itu pasti untuk mendatangkan kebaikan bagi kita yang mengasihi Tuhan. God Bless You, my new close family.