Orang sering menganggap mereka sebagai pemimpin gereja Kharismatik atau Pentakosta. Padahal bukan! Buku mereka ada di mana-mana, setiap hari jutaan pasang mata dan telinga mendengar khotbah mereka melalui televisi dan radio. Suka atau tidak, mereka menambah bagian dari sebuah wajah kekristenan. Entah mengapa pula, pembicaraan tentang gerakan yang bernama "Gerakan Iman" atau Faith Movement ini tidak bisa dipisahkan dari pembicaraan tentang para pemimpinnya itu sendiri. Entah mengapa pula, pikiran orang langsung tertuju kepada orang-orang yang disebut Faith Teacher atau para "Sesepuh Iman" bila berbicara tentang "Teologia Iman".
Gerakan Iman atau Faith Movement tidak hanya percaya adanya kesembuhan rohani melalui pengorbanan Yesus di atas kayu salib, tetapi juga percaya akan kesembuhan fisik dalam nama-Nya. Bagi mereka, Yesus bukan hanya sekedar menebus dosa ketika terpaku di atas kayu salib, tetapi juga menjamin adanya kemakmuran yang dulu dijanjikan kepada Abraham. Sebuah janji yang hanya bisa dinikmati dengan sebuah "pengakuan positif" dalam iman, iman yang berupa sebuah energi yang bisa mengalir melalui sebuah perkataan. Begitu besar kuasa perkataan itu, sehingga bisa mengaktifkan iman untuk hal yang positif atau negatif, tergantung bagaimana orang mengucapkannya.
Para pemimpinnya yang disebut "Sesepuh Iman" juga mengajarkan bahwa orang Kristen adalah "allah-allah kecil" atau inkarnasi keilahian. Sama seperti Kristus adalah inkarnasi Allah, begitu pula orang Kristen, inkarnasi Allah. Jika kita berbicara tentang "lahir kembali", maka mereka berkata Allah meninggalkan Yesus di atas kayu salib sehingga Setan bisa mengalahkan-Nya dan membawa-Nya ke neraka. Di sanalah Allah membangkitkan-Nya sehingga Ia "lahir kembali".
Mereka adalah orang-orang yang berani dan penuh kuasa. Kebanyakan menyatakan dirinya sebagai orang yang diurapi Allah sehingga memiliki kuasa luar biasa. Mereka sangat akrab dengan Roh Kudus sehingga sering sekali mendapat wahyu langsung lalu membuat pernyataan-pernyataan yang luar biasa kontroversial.
Tidak percaya? Silahkan baca pernyataan mereka di bawah ini:
"Satan conquered Jesus on the Cross"
"Setan mengalahkan Yesus di Kayu Salib."
-- Kenneth Copeland
"Your're not looking at Morris Cerullo--you're looking at God. You're looking at Jesus"
"Kalian tidak sedang melihat Moris Cerullo -- Kalian sedang melihat Allah. Kalian sedang melihat Yesus."
--Morris Cerullo
"Never, ever, ever go to the Lord and say, 'If it be thy will....' Don't allow such faith-destroying words to be spoken from your mouth"
"Jangan, jangan, sama sekali jangan pernah datang kepada Tuhan dan berkata, 'Jika itu kehendak-Mu...' Jangan biarkan kata-kata iman- penghancur seperti itu keluar dari mulutmu."
--Benny Hinn
"God has to be give permission to work in this earth realm on behalf of man.... Yes! You are in control! So, if man has control, who no longer has it? God."
"Allah harus diberi ijin untuk bekerja di dunia nyata ini demi manusia ... Ya! Kamulah yang memegang kendali! Jadi, jika manusia memegang kendali, siapakah yang yang tidak lagi memilikinya? Allah."
--Frederick K.C. Price
"Man was created on terms of equality with God, and he could stand in God's presence without any consciousness of inferiority."
"Manusia diciptkakan dalam kesamaan dengan Allah, sehingga ia dapat berdiri di hadapan Allah tanpa merasa rendah."
--Kenneth E. Hagin.
***
Iman adalah kekuatan gerakan ini. Iman itu bekerja karena Anda berkata kepada sebuah dompet tipis bolong, "Engkau tebal, hai dompetku yang tebal penuh uang!" Iman itu bekerja karena Anda mengimani dompet tipis bolong di kantong belakang Anda itu tebal.
Salah seorang sesepuhnya, Kenneth Copeland, berkata tentang iman: "Iman itu sebuah energi. Energi nyata. Sebuah energi konduktif." Ia juga berkata. "Sama seperti daya tarik bumi membuat hukum gravitasi bekerja, demikian pula energi iman membuat hukum dunia rohani bekerja." lalu sebuah tambahan, "Allah tidak bisa melakukan apapun untuk Anda terpisah dari iman karena iman adalah sumber kuasa Allah."
Ibrani 11:1 merupakan dasar Alkitab Gerakan Iman. Sebuah ayat yang dalam Alkitab LAI tertulis "Iman adalah dasar dari segala sesuatu yang kita harapkan dan bukti dari segala sesuatu yang tidak kita lihat." Sedangkan dalam Versi King James tertulis, "Iman adalah substansi dari segala sesuatu yang kita harapkan,..." Kata kuncinya adalah substansi. Jika ahli kimia berkata, "Substansi adalah sesuatu yang memiliki masa dan menempati ruang", maka para sesepuh Iman berkata, "Iman adalah sebuah substansi, sesuatu yang memiliki masa dan menempati ruang." Itulah sebabnya, Copelan dengan berani berkata, "Iman adalah substansi yang menjadi bahan dasar yang digunakan Roh Allah untuk membentuk alam semesta ini."
Iman yang dalam Teologia Iman merupakan sebuah energi, menjadi bahan dasar pembentukan alam semesta sekaligus membuat hukum dunia rohani bekerja. Sebuah energi yang dipacu oleh sebuah resep sederhana: "Katakan, lakukan, terima dan beritakan." atau "Say it, Do it, Receive it, and Tell it." Resep yang membuat Teologia Iman disebut juga Teologia "Name it and claim it."
Jika dalam Teologia Kristen Allah digambarkan sebagai penguasa alam semesta serta digambarkan sebagai Roh, bersifat maha bijaksana, tidak tergantung apapun, mahakuasa dan mahahadir, maka dalam Teologia Iman, Allah hanyalah sebuah "makhluk iman" dan manusia diharapkan berkuasa atau memiliki otonomi. Allah mereka juga adalah Allah yang memiliki ukuran tubuh, Allah yang sebenarnya gagal, dibatasi oleh hukum dunia rohani serta tergantung pada kuasa Iman.
Mereka bahkan berkata Allah punya iman, karena dalam Markus 11:22 bahasa aslinya berkata "echete pistin theou" (echete=have, pistin=faith, theou=of God). Para penerjemah Alkitab-lah yang salah menerjemahkannya. Seharusnya tidak diterjemahkan "Have faith in God" sepertinya yang tertulis di semua penerjemahan modern. Seharusnya ayat ini diterjemahkan "Have faith of God" -- Milikilah iman Allah.
Mengapa? Karena Roh Kudus telah mengajari para sesepuh Iman ini bahasa Yunani Koine.
Orang yang baru belajar bahasa Yunani akan dengan bangga berkata kalau akhiran "ou" di ujung kata theou itu berarti kata theou-nya berkasus genetif. Artinya berhubungan dengan sebuah "kepemilikan". Adanya "ou" menandakan perlunya sebuah kata "of" dalam penerjemahannya. Secara sederhana, kata apapun di depan kata benda yang berakhiran "ou seharusnya menjadi milik kata benda tersebut. Dalam hal ini kata pistin menjadi milik kata theou sehingga seharusnya diterjemahkan "faith of God"
Mengapa penerjemahan modern menggunakan in bukannya of (Kecuali King James yang memberi tambahan keterangan: "... or, Have the faith of God") untuk sebuah kata berkasus genitif? Apakah para penerjemah ini lebih bodoh daripada para sesepuh Iman?
Penerjemahan modern menggunakan kata in atau "kepada" karena pengetahuan bahasa Yunani dua ratus tahun terakhir ini jauh lebih meningkat. (Itulah sebabnya para penerjemah King James memberi keterangan tambahan, menandakan ada keraguan mereka di sana -- Karena King James diterjemahkan sekitar setengah milenium yang lalu). A.T. Robertson seorang ahli bahasa Yunani kenamaan berkata, secara tata bahasa, theou disini tidak berkasus genitif tetapi berkasus genitive objective artinya kata tersebut menjadi obyek tindakan. Jadi Allah merupakan obyek tindakan dari iman tersebut. Itulah sebabnya penerjemahan modern berkata "Have faith in God" bukannya "Have faith of God."
Tentang Eksegesa, seorang sesepuhnya juga menjadi jagonya. Benny Hinn berkata:
Adam adalah makhluk super ketika Allah menciptakannya. Saya tidak tahu apakah orang-orang tahu ini, tetapi ia adalah Superman pertama yang benar-benar pernah hidup. Pertama-tama, Alkitab dengan jelas menyatakan bahwa ia berkuasa (Inggris: dominion) atas burung-burung di udara, ikan-ikan di laut -- artinya ia bisa terbang. Tentu saja, bagaimana ia berkuasa atas burung-burung jika tidak mampu melakukan apa yang mereka lakukan? Kata "berkuasa" (dominion) dalam bahasa Ibraninya jelas mengatakan jika kamu berkuasa atas sebuah subyek, maka kamu melakukan segala sesuatu yang bisa dilakukan oleh subyek tersebut. Dengan kata lain, subyek itu, jika melakukan sesuatu yang tidak bisa kamu lakukan, kamu tidak bisa berkuasa atasnya. Saya akan membuktikannya lebih lanjut. Adam tidak hanya bisa terbang, ia terbang ke ruang angkasa. Ia -- dengan sebuah pikiran, ia akan berada di bulan.
Sayang sekali sampai sekarang Benny Hinn belum bisa membuktikannya. Sepertinya cukup sulit, karena kalau mengambil kesimpulan logis dari apa yang dikatanya tentang kata "berkuasa" dalam bahasa Ibrani, maka Adam bukan hanya bisa terbang, tetapi bisa memintal sarang seperti laba-laba, bisa "tidur mati" seperti beruang, bahkan bisa melakukan segala sesuatu yang bisa dikerjakan oleh binatang di seluruh muka bumi ini.
Tentang menggunakan Alkitab sebagai standar kebenaran, gerakan ini tidak diragukan lagi juga sangat pintar menggunakannya. Membuat taktik mereka kelihatan begitu spritual. Ketika melihat orang-orang disembuhkan hanya karena terkena bayangan Petrus, maka dua orang sesepuh gerakan ini, Oral Robert dan Ricard, memutuskan bahwa orang-orang juga dapat terpenuhi kebutuhannya jika keduanya melakukan hal yang sama. Pada awalnya mereka tidak tahu bagaimana membuat bayangan mereka jatuh kepada jutaan orang. Tetapi setelah berdoa, Allah memberi solusi. Allah menyuruh keduanya bergaya di depan kamera.
Hasilnya, sebuah foto yang harus diletakkan di atas kertas doa permohonan para pengikutnya sampai bayangan foto menutupi kertas doa tersebut. Keampuhannya dijamin sama seperti keampuhan bayangan Petrus ketika mengenai orang-orang yang sakit. Mereka sekaligus memberi peringatan bahwa para skeptis akan mengkritik sesuatu yang Alktabiah seperti ini.
Tentang Allah, Kenneth Copeland berkata bahwa Allah itu adalah Allah gagal:
Saya sangat terkejut ketika menemukan siapa sebenarnya yang mengalami kegagalan terbesar di dunia.... Kegagalan terbesar dikeseluruhan Alkitab adalah Allah.... Alasan kamu tidak menganggap Allah sebagai Allah gagal karena Ia tidak pernah berkata bahwa Ia gagal. Dan kamu bukanlah seorang yang gagal sampai kamu berkata bahwa kamu gagal.
Tentang gaya hidup, mereka menampilkan Yesus sama seperti mereka; memakai pakaian desainer kenamaan, tinggal di rumah mewah besar, dan memiliki sumber dana yang luar biasa. Mereka hidup seperti Yesus. Yesus yang begitu banyak uang sampai-sampai membutuhkan seorang bendahara, seorang bernama Yudas.
John Avanzini, sesepuh Iman juga, berkata tentang gaya hidup mewah kepada para penonton televisinya. Jika Yesus miskin, ia mau hidup miskin. Jika Yesus tidur di bawah jembatan, ia mau tidur di bawah jembatan. Tetapi karena Yesus kaya maka jelaslah bahwa ia, Avanzini juga seharusnya kaya! Frederick Prince, sesepuh yang lain, bahkan berkata, "Saya berusaha mengeluarkan kamu dari pikiran sesat bahwa Yesus dan murid-murid-Nya miskin .... Alkitab berkata Ia telah meninggalkan kepada kita sebuah contoh yang harus kita teladani. Itulah alasan kenapa saya memakai sebuah Rolls Royce. Karena saya mengikuti langkah Yesus."
Tentang Roh Kudus dan Tritunggal, Benny Hinn kembali menjadi jagonya, di depan jutaan pendengar, ia berkata:
Saudara-saudara, saya merasakan sebuah wahyu pengetahuan sedang datang dalam diri saya. Angkat tanganmu. Sesuatu yang baru terjadi hari ini. Saya merasakannya sekarang. Roh Kudus, dalam nama Yesus... Allah Bapa, saudara-saudara, adalah sebuah pribadi; Ia adalah maklum tiga dalam satu, terpisah dari Anak dan Roh Kudus. Apakah yang kamu katakan? Dengar, dengar, dengar. Lihat, Allah Bapa adalah sebuah pribadi, Allah Anak adalah sebuah pribadi, Allah Roh Kudus adalah sebuah pribadi. Tetapi setiap mereka adalah makluk tiga dalam satu secara sendiri-sendiri. Jika saya dapat mengejutkan Saudara -- dan memang seharusnya -- Mereka itu ada sembilan.... Allah Bapa, Saudara-saudara, adalah Pribadi dengan Roh-Nya sendiri, Jiwa-Nya sendiri, dan Tubuh-Roh-Nya sendiri. Saya tidak pernah mendengar ini sebelumnya. Apa yang kamu pikir ketika kamu berada di gereja ini untuk mendengar sesuatu yang tidak kamu dengar selama 50 tahun terakhir? Kamu tidak bisa berdebat dengan Firman. Itu semua ada di dalam Firman.
ketika ditanya oleh Christianity Today tentang pernyataan ini. Hinn berkata. "Itu adalah pernyataan yang sangat bodoh.... Saya mengatakan kepada gereja saya minggu berikutnya bahwa pernyataan itu salah." Ketika ditanya lagi ia mengakui tidak ada hubungan dengan bisikan Roh Kudus, itu sesuatu yang dia baca atau dengar sebelumnya.
***
Secara umum, para sesepuh Iman ini berfokus pada hati manusia dalam hal-hal yang bersifat sementara daripada hal yang abadi. Benny Hinn merangkum sentimen Gerakan Iman ketika berkata, "Bertahun-tahun yang lalu mereka suka berkotbah, 'Oh, kita akan berjalan di jalan yang terbuat dari emas.' saya akan berkata, 'Saya tidak memerlukan emas di atas sana. Saya mendapatkannya di bawah sini."
Jerry Savelle melanjutkannya dengan berkata, "Oh Tuhan, Saya tidak bisa menunggu sampai saya masuk surga untuk bebas dari sakit dan penyakit dan kesedihan dan kengerian. Saya menemukan bahwa saya tidak harus mengalami hal-hal seperti itu di bawah sini."
***
Entah mengapa aku terlalu berfokus pada Benny Hinn dalam blog ini, bahkan menulis namanya sebagai keyword blog ini. Mungkin karena pendeta gereja putih, megah dan indah itu pernah berkata, jika jemaat punya iman, mereka akan bisa mendatangkan Benny Hinn untuk berkotbah di gerejanya. Tokoh-tokoh lainnya sama sekali belum pernah kudengar sampai membaca buku berjudul "Christianity in Crisis." Sebuah buku yang menjadi referensi blog ini.
Heran, bagaimana orang masih bisa percaya kepada orang yang tahun 2000 lalu bernubuat tentang Kristus yang akan segera datang secara fisik di gereja-gereja yang ada di Amerika, bahkan akan muncul sepanggung dengannya di KKR dalam waktu dekat. Serta segudang nubuatan palsu yang membuatnya mendapat gelar nabi palsu.
Hanya bertanya-tanya, mengapa orang tetap percaya kepada orang yang berkata, "Sakit penyakit bukan menjadi bagianmu, tidak ada bagian untuk itu dalam Tubuh Kristus. Sakit penyakit bukan bagian milik kita...." Padalah istrinya sendiri masuk rumah sakit untuk sebuah operasi kanker.
Mungkin aku telah melanggar policy SABDASpace, tetapi sepertinya lebih menakutkan ancamannya, yang berharap Tuhan memberinya sebuah "senapan mesin Roh Kudus" sehinga ia dapat menghancurkan kepala orang-orang yang mengkritiknya. Atau berkata:
Sekarang aku menunjukkan tanganku dengan kuat kuasa Allah yang ada padaku.... Kalian dengarlah ini: Ada pria dan wanita di California Selatan yang menyerang aku. Aku berkata dalam nama yang diurapi, kalian akan menuainya pada anak-anak kalian kecuali kalian berhenti.... Dan anak-anak kalian akan menderita.
kalian menyerang aku di radio setiap malam -- Kalian akan membayarnya serta anak-anak kalian juga. Dengarlah ini dari bibir hamba-Nya. Kalian berada dalam bahaya. Bertobatlah! Atau Allah mahakuasa akan menggerakkan tangan-Nya. Jangan menyentuh orang yang Aku urapi....
***
Sumber:
- Hank Hanegraaff. "Christianity in Crisis", Harvest House Publishers, Oregon, 1993
- Jude 3 Project. "The Word of Faith Movement: History and Leaders", http://thejude3project.wordpress.com/, Maret, 2007.