Submitted by joli on

Pernahkah bahagia?

Bagaimana rasanya bahagia?

Yang sangat bahagia..

Rasanya aku tak pernah merasakan sangat bahagia, juga tak pernah merasakan sangat menderita..

Ya sudah, ganti pertanyaan, pernahkan merasakan senaaaaangggg ??

Sangat senang??

hmmm.. ya..

Hari ini belasan tahun yang lalu, adalah hari paling senang sepanjang sejarah hidup ini.

"Aku lihat Cicik paling seneng ya hari ini, nampak bahagia gitu loh" kata adik-ku kepada papa dan mama

"Wah manten-nya ketawa terus, bagus ni kalau di-photo, ekspresif" kata tukang photo. (sayang sekali sudah tak punya photo manten )

Ya, ketika di tanya saat paling senang, yang terbayang adalah saat pernikahan, mulai malam midodaren hingga naik pelaminan, adalah saat-saat yang paling..

----------------o----------------.

 

Bulan Juni lalu, perusahaan kami mendapat anugerah, kesempatan pameran di Jepang, Japan lifestyle, gratis. My bojo berangkat bersama Clair yang kebetulan liburan sekalian belajar-in my daughter tahu apa itu kerja.

Melihat photo-photo mereka yang di-upload di pesbuk, saat mereka di booth pameran, melihat  senyum my bojo, tawa my daughter, seakan melihat masa depan yang sungguh indah. Melihat mereka senang, itulah bahagia-ku. Melihat suami dan anak tertawa bahagia adalah bahagianya istri.

----------------o----------------.

Minggu kebaktian di bulan Juni dengan thema "Jangan simpan dosamu" di sampaikan oleh pendeta,

"Sstt, khotbah-e lumayan bagus ya?, tumben..., berarti dia persiapan"  aku berbisik pada my bojo

"Baguslah, ada perubahan ya?" tanya my bojo

"Nampaknya sudah "bertobat" eh tapi kalau hal keuangan masih podo ae" jawabku masih dengan bisik-bisik ngrasani pendeta, supaya tidak mengganggu kebaktian

"Lalu?"

"Ya biar lah, wong sudah wataknya" jawabku mencoba memaklumi

"Bila kebenaran harus mengalah kepada watak, itu membuat orang tersiksa" kata my bojo, yang tak ku mengerti arah pembicaraannya, nyambung kemana, OOT

"Iya sih" jawabku asal meng-iyakan

"Sama dengan kita" lanjut my bojo

"Weekkks, sama dengan kita?"

"Iya, tidak tahukah kamu? bukankah aku sering mengalah pada watakmu?

"Loh-loh, kamu tersiksa?" tanyaku

"SANGAT" jawabnya tanpa ekspresi

"Hmmm.."

"Bukankah disiplin itu baik dan benar? dan itu harus mengalah pada watakmu yang slodeh, itu membuatku tersiksa tahuuuuu!!!"

".............." aku diam..

bisik-bisik di waktu khotbah berhenti..

----------------o----------------.

 

Ironi bukan?? di saat aku bahagia dalam rumah tangga ini, di saat itu my bojo tersiksa..

Sejak hari minggu itu 13 Juni 2010, ku ingin membuat my bojo bahagia, paling tidak dia tidak tersiksa lagi  he..he..

Bukan hal sulit, bukan kerja keras, bukan banting tulang yang dia inginkan. Dia bilang hanya perlu disiplin, tepat waktu, ikutin cara kerja-nya.

Sebenarnya bukan hal yang sulit, namun juga bukan hal yang gampang, karena not my style .  Kayaknya aku lebih suka kerja keras, grubyak grubyuk he..he..

"Justru itu yang ngaco, tahu nggak?" sahutnya

"Tuh kan? kalau ngomong dikit tapi nyelekit, tahu nggak??  Enak aja bilang ngaco lagi.."

"Ya wis, diam aja lah, daripada ribut.".

----------------o----------------.

 

Itulah perjalanan hidup perkawinan kami, my bojo bilang, kami bukan keluarga yang kompak.. aku menyebutnya keluarga yang unik, Kata Clair  kami keluarga yang asik dan seru, ha..ha..

Jenis suami seperti mas Paul, my bojo, lah, yang paling cocok dan pas buat Joli. Meski kekeh jumekeh, meski suka nyelekit kalau ngomong, namun sosok seperti dialah yang membuat Joli makin lama makin cinta, dan nampaknya pula yang membuat Joli makin lama makin bahagia. Vice versa, mungkin yang membuat mas Paul makin lama makin tersiksa pula, semoga makin lama juga makin cinta ama Joli, meski tak ada kata cinta  ha..ha..

Saya pernah tulis di sini Suami Istri GANDA

Dari peristiwa-peristiwa diatas, tiba-tiba terkilas, apakah Tuhan Yesus juga seperti ini ya?

Sering kita tanya, "Tuhan bagaimana cara menyenangkanMU??"

"Saya sudah ke gereja, saya sudah kerja keras mengusir setan demi namaMU, dan mengadakan mujizat demi NamaMu?"

"Walah, kamu itu malah ngaco pekerjaanKU, AKU tidak mengenal kamu"

----------------o----------------.

 

Gampang-gampang susah, tergantung ego. Membuat suami bahagia adalah mencintai dengan caranya, demikian jugakah dengan Tuhan?

Belajar mencintai suami dengan caranya, ku tahu bahagia suami, bahagia anak adalah bahagia-ku

Belajar mengasihi Tuhan dengan caraNYA, ku tahu karena haruslah demikian, karena DIA adalah TUHAN

Terima kasih Tuhan, untuk suami dan anak yang KAU berikan untuk ku, itu anugerah besar..

Terima kasih Tuhan, untuk penyertaan dan kasih sayang Tuhan untuk keluarga kami

Terima kasih Tuhan..