Submitted by clara_anita on

Saya memang belum menikah, tapi beruntungnya saya sudah punya banyak "anak", dan saya amat mencintai mereka.

Begitupun, saya sebenarnya masih bingung bagaimana harus mencintai seorang anak yang unik.... apalagi berpuluh-puluh anak yang keunikannya bagaikan mozaik yang amat beragam rupa dan warnanya.

Syukurlah kegemaran saya akan puisi mempertemukan saya dengan sajak karya Diane loomans.

Puisi ini mengkisahkan penyesalan orang tua atas pola asuhnya pada anak. Ia bertutur tentang kualitas hubungan yang seharusnya menjadi dasar hubungan antara orang tua dengan anak. Ia juga bertutur tentang pentingnya bermain, kasih, komunikasi, membangun rasa percaya diri hingga bagaimana mendidik anak untuk memahami cinta sebagai suatu kekuatan dan bukannya mencintai kekuatan atau kekuasaan.

Berikut saya sisipkan versi lengkap puisi berbahasa Inggris tersebut. Semoga dapat menginspirasi kita untuk lebih mencintai anak-anak yang ada di sekeliling kita . . .

If I had my child to raise all over again,

I'd finger paint more and point the finger less

I'd do less correcting and more connecting

I'd take my eyes off my watch, and watch with my eyes

I would care to know less, and know to care more

I'd take more hikes and fly more kites

I'd stop playing serious, and seriously play

I would run through more fields, and gaze at more stars.

I would be firm les often and affirm much more

I'd build self-esteem first, and the house later

I'd teach less about the love of power, and more about the power of love.

Jadi, bagaimana intepretasi Anda tentang sajak ini?

Apapun itu selamat berpetualang di wonderland bersama malaikat-malaikat kecil Anda Smile