HAMBA TUHAN YANG BESAR
Satu ketika saya menghadiri sebuah Seminar Kristen yg diselenggarakan dalam skala besar, dan ketika hendak duduk dibagian depan, saya melihat dibelakang kursi dideretan depan tersebut ada tulisan “KHUSUS HAMBA TUHAN”.
Awalnya, saya tetap berencana duduk dibagian depan, sebab saya pikir saya dan kita semua umat kristiani adalah hamba Tuhan, namun niat itu akhirnya batal, sebab saya berfikir pasti maksud yg menulis kalimat tersebut adalah bahwa kursi-kursi di bagian depan itu untuk Hamba Tuhan “khusus”.
Terbukti ketika ada orang-orang dengan pakaian biasa (tidak memakai jas / dasi / atribut-atribut lainnya) mencoba duduk disana, maka datanglah beberapa personil (kelihatannya panitia acara tersebut) yang meminta orang-orang dengan pakaian biasa tadi untuk pindah ke belakang.
Lambat laun saya mulai mendengar istilah “Hamba Tuhan Yang Besar”, yg akhirnya saya ketahui adalah untuk orang-orang yg seperti sudah saya duga, adalah mereka yg biasanya disediakan tempat duduk dibagian depan pada sebuah acara seperti Seminar Kekristenan dlm skala besar yg saya maksudkan diatas. Istilah ini menjadi populer di kalangan umat Kristen (walaupun tidak di semua gereja), yang biasanya ditujukan untuk para pendeta atau hamba Tuhan yang namanya dikenal secara luas entah karena kemampuannya dalam menyampaikan berita Injil atau pandai melucu sehingga banyak orang yg suka hadir atau karena “kesaktiannya membuat mujizat”.
Tidak ada yang salah ketika kita memberi perlakuan yang baik kepada seorang pendeta atau hamba Tuhan karena mereka merupakan pemimpin rohani. Namun, tren yg kadang atau bahkan sering terjadi adalah, orang mulai mengkultuskan individu atau pribadi si pendeta tersebut. Akibatnya apapun yg dikatakan oleh pendeta/hamba Tuhan itu, ditelan mentah-mentah oleh para pendengarnya, yang mungkin celakanya adalah orang-orang yg tidak atau belum mempelajari Firman Tuhan secara baik dan benar.
Efek berikutnya adalah karena pendeta atau hamba Tuhan tersebut “diakui” dan “disebut” oleh sebagian orang atau jemaat sebagai “hebat” maka mulailah secara tidak resmi mereka juga menerima ketika disebut sebagai "Hamba Tuhan Yang Besar".
Entah bagaimana, tapi hati ini sama sekali tidak dapat menerima istilah tersebut. Sebab seperti Alkitab bilang “ Ia (Yesus Kristus) harus makin besar, tetapi aku harus makin kecil”.
Atau dengan kata lain, menggunakan istilah yg pernah saya tahu, bahwa perkataan "Hamba Tuhan Yang Besar" adalah salah dan juga salah secara terminology bahasa.
Tuhan Yesus memberkati
Sola Gratia