Aku menulis sebaris judul usai membaca artikel Gilbert Lumoindong STH menyebar fitnah oleh Hai Hai,judulnya JADIKAN AKU ANJING-MU. Sayang belum sempat aku menulisnya,kok ya beberapa hari kemudian aku berurusan dengan seputar Anjing.
Ada relasi yang menawariku memberikan seekor Anjing ras,mungkin jenis Terrier. Tapi aku menolaknya,kenapa? Lha wong sudah tua,jalannya aja sudah gemetaran,tinggal nunggu mati kok diberikan.
Malam harinya seorang teman bermain ke rumah eh menawari anak Anjing juga. Aku pun menolaknya,karena udah punya dua. Pagi harinya temanku yang Bos minta Anjing gratis kalo ada yg punya buat jaga gudangnya. Klop sudah,aku hubungi temanku untuk menyetujui pemberian Anjingnya.
Malam berikutnya,tetanggaku yang punya bisnis Anjing ras cerita kalo dapat order mengawinkan Anjing jenis Herder. Eh tetanggaku yang punya warung tepi jalan cerita abis dapat Anjing dengan harga murah. Tentu saja Anjing kampung,karena bisnisnya bikin rica-rica Anjing. Klop lagi dah, yang satu mengawinkan untuk mencari keturunan, yang satu membunuh untuk mengurangi keturunan.
Belum sempat menulis soal Anjing Tuhan, Hai Hai dalam salah satu komentarnya bersedia menjadi Anjingnya Tuhan. Tak lama kemudian keluar album YTH Band (Yang Terhormat Band) yang dimotori musisi Doel Sumbang dan anaknya Yufi Yuanditra dengan judul AKU TAKUT ANJING.
Dihalaman banyak Anjing
Dijalanan banyak Anjing
Dirumahnya banyak Anjing
Aku takut Anjiiing.
Demikian sedikit reffrain lagu tersebut,khas Doel Sumbang.
Sekali lagi kloplah persoalanku diwarnai seputar Anjing. Memang Anjing salah satu binatang yg cukup mempunyai kecerdasan tinggi. Selain itu sangat loyal kepada tuannya,menyayangi tuannya tanpa dendam walau dibentak atau digebuki ketika sang tuan marah-marah. Memang Anjing sangat akrab dan sangat bermanfaat bagi manusia.
Cukup banyak cerita Anjing yang dijadikan film,salah satunya yang terkenal adalah Rin Tin Tin,Lassy atau 101 Dalmatians. Ya karena Anjing bisa dilatih dalam membantu kepentingan hidup manusia,lebih-lebih Anjing mempunyai kelebihan yang tidak dipunyai binatang lain yaitu penciumannya yang tajam. Belum ada alat secanggih yang dibuat manusia melebihi kecanggihannya penciuman Anjing. Dan para ilmuwan pun terus berusaha menciptakan alat yang bisa meniru daya ciumnya Anjing.
Akhirnya, mari kita masuki kehidupan Hai Hai setelah menjadi Anjing.
Hai Hai langsung berlarian di rumput yang menghijau,sejuk dan nyaman di halaman Tuhan. Tiba-tiba matanya terhenti melihat seekor Anjing jenis Labrador dengan ekornya yang kopat-kapit memandang dan mendekatinya.
"Siapa kamu Anjing gondrong?"
"Perkenalkan sobat,sewaktu aku di Bumi mereka memanggilku Hai Hai. Anda siapa? Senang sekali aku di sini punya teman, kukira aku sendirian. Karena jarang orang yang bersedia menjadi Anjing Tuhan."
"Di Bumi namaku Mefiboset." jawabnya datar.
"Hah?" Hai Hai ternganga dengan lidah menjulur keluar. "Anda akhirnya dikabulkan juga menjadi Anjing," lanjutnya setengah bergumam. "Aku sangat mengagumi kehidupan Anda di Bumi,engkau seorang yang setia dan mencintai keadilan serta berani berjuang untuk menegakkannya. Aku tidak terima ketika seorang hamba Tuhan mengatakan anda kena kutuk seperti mental Anjing mati."
"Ah sudahlah. Dari nama depanmu Hai,menurut buku Primbon Sabdo Pandito Karya Utama, nama kecilnya HA itu lambangnya Bremara anglentren (Bremara lunglai) mempunyai watak tak mau kalah dalam segala hal,mudah tersinggung,marah bila mendengar sindiran atau ancaman. Apabila berkenan hatinya,rela mengorbankan apapun juga. Bila marah bagaikan raksasa,tak pandang siapa dihadapinya. Mempertaruhkan nyawa adalah tekadnya demi mempertahankan pendirian atau keyakinannya. Aku percaya dengan apa yang kau ceritakan,tapi aku kecewa..." ujarnya sambil melengoskan wajah.
"Memangnya kenapa?" tanya Hai Hai mengernyitkan dahi.
"Aku berharap Tuhan memberikan aku teman seekor Anjing betina buat menemaniku atau menjadi penerus garis keturunanku sebagai Anjing. Bukan Anjing gondrong lagi jantan seperti kamu itu."
"Bukankah aku bisa menjadi temanmu Mefiboset. Disini kan baru ada kita berdua?" jawab Hai Hai mencoba ramah.
"Iya, tapi aku berharap Tuhan mengirimkan Anjing betina!" sahut Mefiboset ketus. Hai Hai diam sejenak sambil merebahkan diri di rumput yg tebal lagi empuk itu.
"Semoga Tuhan memberi kita dua Anjing betina yang cantik-cantik," katanya setengah bergumam.
Anjing Mefiboset terus berjalan mondar mandir seperti gelisah. "Kalau Tuhan memberi satu Anjing betina, aku dulu yang harus memiliki," katanya sambil menatap Anjing Hai Hai tajam.
Jelas Hai Hai sesuai wataknya,tak mau kalah, menjawab dengan tegas. "Bukankah engkau sudah tua,mestinya engkau memberi kesempatan pada yg muda dong."
"Aturan mana yang mengatakan demikian? Alkitab Anjing? Disini Anjing tidak membutuhkan alkitab. Aku lebih senior,aku lebih dulu menjadi Anjing, kau hanya ikut-ikutan aku!" kata Mefiboset setengah membentak.
"Tapi kan aku juga butuh betina,masak aku hanya menjadi penonton,sementara kamu asyik bermesraan. Padahal Anjing kan nggak bisa ONANI,nggak bisa MASTURBASI, bagaimana ini? Jangan gitu dong, namanya nggak adil!!" Hai Hai menjawab kesal.
"Sudahlah,jangan banyak ngomong. Eh siapa itu yang datang?" Keduanya memalingkan muka ke arah datangnya sesosok anjing jenis Pudel,warnanya putih dengan bulu-bulu yang tertata rapi,seperti habis dari salon.
"Eeureeka!" teriak mereka berbarengan. "Akhirnya Tuhan mengabulkan keinginanku," sambung Mefiboset girang.
Lalu keduanya berlarian menyambut kedatangan Anjing Pudel yang lucu dan menggemaskan itu.
"Halo,siapa kamu Anjing cantik?" sapa Mefiboset ramah sekali. Sementara Hai Hai di sebelahnya cuma berguman, "Uh,"
"Waktu di Bumi mereka memanggilku Tante Paku."
"Horeeee!!" Hai Hai melonjak kegirangan sampai mengagetkan Mefiboset. "Memangnya siapa dia, kamu kok gembira sekali?!"
"Dia temanku di komunitas Sabda Space,"
"Lantas kalau dia temanmu,apa aku tidak punya kesempatan pertama?" tanya Mefiboset jumawa.
"Dia temanku,tentu lebih memilih aku daripada kamu," jawab Hai Hai dengan senyum kemenangan.
"Ah sok pe-de kamu! Mari kita dekati dia." Keduannya mendekati dan membuat salam gaya Anjing, yaitu mencium bawah ekornya.
Tak lama kemudian,keduannya berpaling kembali dan berjalan gontai.
Hai Hai : "Kutu Kupret!"
Mefiboset : "Kutu Kampret!"
Keduanya bergumam sedikit kesal hampir berbarengan mengatakan ; "JANTAN LAGI!!"
Semoga bermanfaat walau tidak sependapat.


