mengenal seorang wanita, cantik,
sedikit belajar, tidak kalah dengan S1
hanya agama yg menjadi perbedaan
entah angin apa, akhirnya terpikat padanya
kasih terbalas,indah dalam pelukan
hasrat mengelora tertahan lama, akhirnya tercurah,,
semangat kembali membara, memang cinta bagai extasi
hidup seakan kembali, kata pujangga
terucap kata untuk bersama, 1 tahun kedepan
tak terjawab, tak pasti, karena.....
dia sudah berjalan dengan seorang laki-laki
yang mempunyai 2 anak dan istri, haahh
desakan ekonomi dan cinta yang tak pasti
apa yang dicari semua didapatkan, terpuaskan
balas jasa setiap datangnya bulan baru
sebagai kebaikan yang diterimanya
dia pernah mengingini laki2 itu
sebagai suaminya yang beragama kristen,
setelah berangan2 dan berandai2 kematian istrinya,
cerita dia ... tragis
kawan, cinta memang membutakan hati dan pikiran
terlanjur hati menyimpan, dan..
akhirnya perlu waktu untuk membuang kembali
ini yang ke empat kalinya untuk hal yang sama
luka diatas luka kata penyair
siang aku putuskan untuk mengakhiri
sore datang kawan, memberikan kenalan
malam bercerita tentang sepi hati nya
besok siang bertemu hanya 5 menit
malam mengajakku untuk chechk in
kawan, pertanyaan ini ada dikepalaku
harus diteruskan atau dilupakan sekarang atau
sebagai gelora hasrat yang berjalan dengan sendirinya
stupid question ! ha ha ha
yang pasti, Tuhan ada pada waktu yang tepat
Submitted by
billyjoe
on