Submitted by tonypaulo on

 

Memahami Ayub dari?

 
Kisah Ayub tidak mudah untuk dipahami, bahkan mudah untuk disalahpahami untuk membentuk citra Tuhan yang kejam, tidak toleran dan sewenang-wenang. Padahal Tuhan jauh dari imajinasi macam itu, kata Tuhan tetang diri-Nya “Aku adalah Aku”, pemahaman sosok Allah yang kejam, tidak toleran dan sewenang-wenang disebabkan memang orang yang memahami seperti itu memilih untuk memahami sosok Tuhan yang seperti itu dikarenakan ketidakpahamannya atas kisah Ayub dan tidak memiliki pengenalan akan Tuhan yang benar
 
Hos 4:6 Umat-Ku binasa karena tidak mengenal Allah; karena engkaulah yang menolak pengenalan itu maka Aku menolak engkau menjadi imam-Ku; dan karena engkau melupakan pengajaran Allahmu, maka Aku juga akan melupakan anak-anakmu.
 
Kebinasaan orang-orang Kristen yang tidak mengenal Allah, dikarenakan mereka menolak pengenalan itu, mereka melupakan pengajaran dari Allah.
Kata binasa yang digunakan di Hos 4:6
 
(KJV+) My peopleH5971 are destroyedH1820 for lackH4480 H1097 of knowledge:H1847 becauseH3588 thouH859 hast rejectedH3988 knowledge,H1847 I will also rejectH3988 thee, that thou shalt be no priestH4480 H3547 to me: seeing thou hast forgottenH7911 the lawH8451 of thy God,H430 IH589 will alsoH1571 forgetH7911 thy children.H1121
H1820 ????, da?ma?h,daw-maw' : A primitive root; to be dumb or silent; hence to fail or perish; transitively to destroy: - cease, be cut down (off), destroy, be brought to silence, be undone, X utterly.
 
Siapakah Ayub itu sebenarnya?
 
Mengenai identitas pasti tentang Ayub para ahli kitab tidak ada yang dapat memberikan kepastian mengenai siapa sebenarnya Ayub tersebut? Apakah Ayub seorang tokoh yang nyata? Atau sekedar kumpulan cerita alegorikal dari tokoh yang artifisial?
 
Banyak yang meyakini bahwa Ayub adalah tokoh nyata, dan saya termasuk yang meyakini Ayub pernah hidup didunia ini, sebagaimana dikonfirmasikan di
 
Eze 14:14 : (ITB) biarpun di tengah-tengahnya berada ketiga orang ini, yaitu Nuh, Daniel dan Ayub, mereka akan menyelamatkan hanya nyawanya sendiri karena kebenaran mereka, demikianlah firman Tuhan ALLAH.
 
Jas 5:11: (ITB) Sesungguhnya kami menyebut mereka berbahagia, yaitu mereka yang telah bertekun; kamu telah mendengar tentang ketekunan Ayub dan kamu telah tahu apa yang pada akhirnya disediakan Tuhan baginya, karena Tuhan maha penyayang dan penuh belas kasihan.
 
Kronologis kisah Ayub
 
Ayub adalah orang yang sangat saleh, namun ia tidak mendidik anak-anaknya hidup dalam kesalehan yang sama dengannya, ia membiarkan anak-anaknya untuk melakukan pesta dan setelah pesta selesai diadakan Ayub membawa korban bakaran untuk sebagai bahan tebusan akan kesalahan anak-anak Ayub yang mungkin dilakukan oleh Ayub. Secara berulang-ulang demikian Ayub melakukannya
 
Ayub tentu figur ayah yang begitu memperhatikan dan berkorban buat anak-anaknya, setiap pagi ia bangun untuk menyiapkan korban bakaran bagi anak-anaknya, namun sayang Ayub tidak mendidik anak-anaknya juga memiliki rasa takut dan hormat kepada Tuhan, Ayub membiarkan anak-anaknya berpesta setiap hari (7 anak laki2 Ayub, bergilir untuk melakukan pestanya dirumah mereka masing2).
 
Ayub tidak memberikan pembelajaran tentang arti hidup ini yang sebenarnya kepada anak-anaknya, sehingga Ayub tidak memberikan pemhaman bahwa proteksi Tuhan berlaku kepada orang-orang yang mengasihi-Nya
Ayub tanpa disadarai telah melakukan pembiaran yang fatal buat anak-anaknya, Ayub yang begitu saleh membiarkan anak-anaknya hidup diluar kesalehannya
 
Sehingga ayat berikut ini menjadi relevan
 
Eze 14:14 : (ITB) biarpun di tengah-tengahnya berada ketiga orang ini, yaitu Nuh, Danieldan Ayub, mereka akan menyelamatkan hanya nyawanya sendiri karena kebenaran mereka, demikianlah firman Tuhan ALLAH
 
Dan semakin relevan dengan ayat berikut
 
Job 1:12 Maka firman TUHAN kepada Iblis: "Nah, segala yang dipunyainya ada dalam kuasamu; hanya janganlah engkau mengulurkan tanganmu terhadap dirinya." Kemudian pergilah Iblis dari hadapan TUHAN.
Kesalehan Ayub (kebenaran Ayub) hanya memproteksi dirinya sendiri,
 
Ayub tak menyadari bahwa isteri dan anak-anaknya tidak terproteksi seperti dirinya terproteksi, sehingga iblis dapat memasuki celah tersebut.
   
TUHAN TIDAK SEDANG BERJUDI 
 
Ketika pandangan hanya difokuskan kepada “dialog” Tuhan dengan iblis, yang menjadikan Ayub seolah-olah “Pion” maka yang dilupakan bahwa sebenarnya tokoh sentralnya adalah Ayub, bukan iblis dan bukan juga Tuhan.
Tuhan tidak bertaruh apapun dengan iblis tentang Ayub; KARENA TUHAN SANGGUP MELIHAT AKHIR DARI KISAH AYUB, sementara Iblis tidak
Sedang iblis tidak memiliki kesanggupan untuk melihat akhir dari kisah Ayub
 
Jadi yang beranggapan TUHAN BERJUDI DENGAN IBLIS dengan taruhan “Ayub” tidak memahami sama sekali Alkitab
 
Karena sebenarnya sudah jelas Tuhan menyatakan dengan tegas bahwa:
 
Jer 29:11 Sebab Aku ini mengetahui rancangan-rancangan apa yang ada pada-Ku mengenai kamu, demikianlah firman TUHAN, yaitu rancangan damai sejahtera dan bukan rancangan kecelakaan, untuk memberikan kepadamu hari depan yang penuh harapan.
 
(KJV) For I know the thoughts that I think toward you, saith the LORD, thoughts of peace, and not of evil, to give you an expected end.
 
Gal 1:15 Tetapi waktu Ia, yang telah memilih aku sejak kandungan ibuku dan memanggil aku oleh kasih karunia-Nya,
 
Jer 1:5 "Sebelum Aku membentuk engkau dalam rahim ibumu, Aku telah mengenal engkau, dan sebelum engkau keluar dari kandungan, Aku telah menguduskan engkau, Aku telah menetapkan engkau menjadi nabi bagi bangsa-bangsa."
 
SIAPA YANG MEMBUNUH ANAK2 AYUB?
 
Lalu apakah kematian anak-anak Ayub adalah rancangan damai sejahtera?
Atau kematian anak-anak Ayub adalah bentuk kesewang-wenangan Allah? JUSTRU TIDAK
 
Kalau Allah memproteksi anak-anak Ayub sama seperti DIA memproteksi Ayub, Allah berlaku sewenang-wenang kepada iblis
Mengapa demikian? Kembali lagi ke
 
Eze 14:14 : (ITB) biarpun di tengah-tengahnya berada ketiga orang ini, yaitu Nuh, Danieldan Ayub, mereka akan menyelamatkan hanya nyawanya sendiri karena kebenaran mereka, demikianlah firman Tuhan ALLAH
 
Proteksi Tuhan hanya berlaku kepada orang yang mengasihi-Nya, namun invitasi proteksi Tuhan berlaku kepada semua orang, tergantung dari respon masin-masin orang dimuka bumi ini 
 
Rom 8:28 Kita tahu sekarang, bahwa Allah turut bekerja dalam segala sesuatu untuk mendatangkan kebaikan bagi mereka yang mengasihi Dia, yaitu bagi mereka yang terpanggil sesuai dengan rencana Allah.
 
Akhirnya Iblis berkata kepada Tuhan
 
Job 1:10 Bukankah Engkau yang membuat pagar sekeliling dia dan rumahnya serta segala yang dimilikinya? Apa yang dikerjakannya telah Kauberkati dan apa yang dimilikinya makin bertambah di negeri itu.
 
Padahal sudah jelas Tuhan menyatakan :
 
Eze 14:14 : (ITB) biarpun di tengah-tengahnya berada ketiga orang ini, yaitu Nuh, Danieldan Ayub, mereka akan menyelamatkan hanya nyawanya sendiri karena kebenaran mereka, demikianlah firman Tuhan ALLAH
Artinya apa? Jika orang percaya tidak hati-hati dan meminta hikmat dari Roh Kudus untuk memahami ayat ini, apalagi dengan sikap hati yang penuh prasangka tak baik kepada TUHAN, maka ayat ini dapat disalah artikan
Iblis mau mencoba menanipulasi Tuhan, tapi seperti biasa tidak mempan, iblis menjadi tidak relevan ketika ia berkata “Bukankah Engkau yang membuat pagar sekeliling dia dan rumahnya serta segala yang dimilikinya”  padahal jelas Tuhan sudah menyampaikan “biarpun di tengah-tengahnya berada ketiga orang ini, yaitu Nuh, Danieldan Ayub, mereka akan menyelamatkan hanya nyawanya sendiri karena kebenaran mereka”
 
Memang dari awal anak-anak Ayub tidak dalam proteksi Allah, habit anak-anak Ayub hanya senang berpesta dari hari ke hari untuk mengambur-hamburkan harta Ayub, Ayub lemah hati untuk menghadapi hal ini
Lalu sebenarnya siapa yang membunuh anak-anak Ayub? Apakah Tuhan yang sewenang-wenang membunuh anak-anak Ayub? TIDAK
 
Job 1:18 Sementara orang itu berbicara, datanglah orang lain dan berkata: "Anak-anak tuan yang lelaki dan yang perempuan sedang makan-makan dan minum anggur di rumah saudara mereka yang sulung,
Job 1:19 maka tiba-tiba angin ribut bertiup dari seberang padang gurun; rumah itu dilandanya pada empat penjurunya dan roboh menimpa orang-orang muda itu, sehingga mereka mati. Hanya aku sendiri yang luput, sehingga dapat memberitahukan hal itu kepada tuan."
 
Kematian anak-anak Ayub disebabkan oleh bencana alam, angin rebut yang membuar rumah yang sedang dijadikan arena pesta anak-anak Ayub roboh dan menimpa semua orang yang ada di rumah yang dijadikan arena pesta tersebut, hanya seorang pelayan yang luput untuk menyampaikan kabar kematian anak-anak Ayub tersebut.
 
Kematian anak-anak Ayub sama dengan kematian orang –orang yang tertimpa bencana musibah tsunami, kebakaran, dsb, diakibatkan oleh bencana
 
APA PERAN TUHAN DALAM KEMATIAN ANAK2 AYUB?
 
Job 1:12 Maka firman TUHAN kepada Iblis: "Nah, segala yang dipunyainya ada dalam kuasamu; hanya janganlah engkau mengulurkan tanganmu terhadap dirinya." Kemudian pergilah Iblis dari hadapan TUHAN.
Ayat diatas tersebut sering disalah artikan bahwa TUHAN, “bernegosiasi “ dengan iblis mengenai “nasib” Ayub, ini suatu pemahaman yang keliru, TUHAN tidak pernah “bernegosiasi” dengan iblis, karena sekali lagi
 
Eze 14:14 : (ITB) biarpun di tengah-tengahnya berada ketiga orang ini, yaitu Nuh, Danieldan Ayub, mereka akan menyelamatkan hanya nyawanya sendiri karena kebenaran mereka, demikianlah firman Tuhan ALLAH
Mengenai harta benda Ayub, keluarga Ayub, itu tidak tercakup dalam “mereka akan menyelamatkan hanya nyawanya sendiri karena kebenaran mereka”
 
Dan ketika bencana itu datang, tentu dengan sepengetahuan dan seijin Tuhan
 
Mat 10:29 Bukankah burung pipit dijual dua ekor seduit? Namun seekorpun dari padanya tidak akan jatuh ke bumi di luar kehendak Bapamu.
 
Bukan semua perbuatan atau peristiwa menjadi tangung jawab Tuhan, karena manusia diberikan kehendak bebas dan hati nurani serta FIRMAN, karena itu ketika anak-anak Ayub meninggal dalam kecelakaan tersebut, tentulah sebagai manusia Ayub hancur dan remuk redam, karena kehilangan anak-anaknya dengan peristiwa yang tragis dan masih meninggalkan banyak pertanyaaan.
 
Namun TUHAN terbukti BENAR, karena TUHAN melihat akhir dari peristiwa kematian anak-anak Ayub dan hilangnya harta2 Ayub
 
Job 1:21 katanya: "Dengan telanjang aku keluar dari kandungan ibuku, dengan telanjang juga aku akan kembali ke dalamnya. TUHAN yang memberi, TUHAN yang mengambil, terpujilah nama TUHAN!"
 
Job 1:22 Dalam kesemuanya itu Ayub tidak berbuat dosa dan tidak menuduh Allah berbuat yang kurang patut
 
Bukan karena untuk melihat dan menyaksikan “kesaksian Ayub” anak-anak Ayub harus jadi “tumbal” bagi lahirnya kesaksian Ayub tersebut, karena baik hidup atau mati bukan menjadi soal buat orang percaya
 
Php 1:21 Karena bagiku hidup adalah Kristus dan mati adalah keuntungan.
Ketika anak-anak Ayub meninggal dalam peristiwa tragis tersebut,
 
bagaimana Ayub melanjutkan hidupnya, itulah salah satu esensinya
Jadi peran Tuhan dalam kematian anak-anak Ayub, Tuhan mengijinkan dan hanya Tuhan yang tahu pasti maksud dari dipanggilnya anak-anak Ayub berpulang mendahului Ayub
 
UJIAN SEBENARNYA BUAT AYUB
 
Job 2:3 Firman TUHAN kepada Iblis: "Apakah engkau memperhatikan hamba-Ku Ayub? Sebab tiada seorangpun di bumi seperti dia, yang demikian saleh dan jujur, yang takut akan Allah dan menjauhi kejahatan. Ia tetap tekun dalam kesalehannya, meskipun engkau telah membujuk Aku melawan dia untuk mencelakakannya tanpa alasan.
 
(KJV+) And the LORDH3068 saidH559 untoH413 Satan,H7854 Hast thou consideredH7760 H3820 H413 my servantH5650 Job,H347 thatH3588 there is noneH369 like himH3644 in the earth,H776 a perfectH8535 and an uprightH3477 man,H376 one that fearethH3373 God,H430 and eschewethH5493 evil?H4480 H7451 and stillH5750 he holdeth fastH2388 his integrity,H8538 although thou movedstH5496 me against him, to destroyH1104 him without cause.H2600
 
H5496,sooth :Perhaps denominative from H7898; properly to prick, that is, (figuratively) stimulate; by implication to seduce: - entice, move, persuade, provoke, remove, set on, stir up, take away.
 
H2600,khin-nawm' : From H2580; gratis, that is, devoid of cost, reason or advantage: - without a cause (cost, wages), causeless, to cost nothing, free (-ly), innocent, for nothing (nought), in vain.
 
Yang banyak luput dari pemahaman orang percaya justru ayat dimana Ayub BEGITU DIBANGGAKAN OLEH TUHAN ALLAH “Apakah engkau memperhatikan hamba-Ku Ayub? Sebab tiada seorangpun di bumi seperti dia, yang demikian saleh dan jujur, yang takut akan Allah dan menjauhi kejahatan.”
 
Wow saya merinding membaca TESTIMONI TUHAN ALLAH terhadap Ayub, karena dari puluhan miliar orang yang pernah hidup dan akan hidup, TIDAK BANYAK yang diberikan TESTIMONI LANGSUNG oleh TUHAN.
 
Ayub bukan orang sembarangan, Ayub begitu bernilai dihadapan TUHAN ALLAH, bahkan TUHAN ALLAH mencoba memberikan “PESAN” yang tidak dipahami oleh Iblis itu sendiri
 
Eze 28:12 "Hai anak manusia, ucapkanlah suatu ratapan mengenai raja Tirus dan katakanlah kepadanya: Beginilah firman Tuhan ALLAH: Gambar dari kesempurnaan engkau, penuh hikmat dan maha indah.
 
Eze 28:13 Engkau di taman Eden, yaitu taman Allah penuh segala batu permata yang berharga: yaspis merah, krisolit dan yaspis hijau, permata pirus, krisopras dan nefrit, lazurit, batu darah dan malakit. Tempat tatahannya diperbuat dari emas dan disediakan pada hari penciptaanmu.
 
Eze 28:14 Kuberikan tempatmu dekat kerub yang berjaga, di gunung kudus Allah engkau berada dan berjalan-jalan di tengah batu-batu yang bercahaya-cahaya.
 
Eze 28:15 Engkau tak bercela di dalam tingkah lakumu sejak hari penciptaanmu sampai terdapat kecurangan padamu.
 
 
Dalam bahasa kesehariannya, Tuhan mau bilang sama iblis, iblis kamu tidak lebih baik dari Ayub, dan iblispun semakin menjadi-jadi…
Apakah Iblis berhasil “membujuk “ Tuhan ? TIDAK
 
Iblis tidak membujuk Tuhan sama sekali, kata “meskipun engkau telah membujuk Aku melawan dia untuk mencelakakannya tanpa alasan.” Lebih presisinya adalah iblis berusaha untuk menghasut Ayub dihadapan Allah, walaupun Ayub tidak bersalah dihadapan Allah
 
Job 2: 3 (NASB) The LORD said to Satan, "Have you considered My servant Job? For there is no one like him on the earth, a blameless and upright man fearing God and turning away from evil. And he still holds fast his integrity, although you incited Me against him to ruin him without cause."
karena Ayub sampai saat itu tetap tidak menghujat Tuhan
 
Job 2:10 Tetapi jawab Ayub kepadanya: "Engkau berbicara seperti perempuan gila! Apakah kita mau menerima yang baik dari Allah, tetapi tidak mau menerima yang buruk?" Dalam kesemuanya itu Ayub tidak berbuat dosa dengan bibirnya.
 
Job 2:11 Ketika ketiga sahabat Ayub mendengar kabar tentang segala malapetaka yang menimpa dia, maka datanglah mereka dari tempatnya masing-masing, yakni: Elifas, orang Teman, dan Bildad, orang Suah, serta Zofar, orang Naama. Mereka bersepakat untuk mengucapkan belasungkawa kepadanya dan menghibur dia.
 
Ujian Ayub sebenarya dimulai ketika para sahabatnya menyalah-artikan bahwa musibah yang dialami Ayub karena pelanggaran yang dilakukan oleh Ayub
 
Ayub pun terprovokasi, dan semakin terprovokasi ( Ayub 2 – Ayub 32)
 
Epilog Ayub
 
Job 32:2 Lalu marahlah Elihu bin Barakheel, orang Bus, dari kaum Ram; ia marah terhadap Ayub, karena ia menganggap dirinya lebih benar dari pada Allah,
 
Job 32:3 dan ia juga marah terhadap ketiga orang sahabat itu, karena mereka mempersalahkan Ayub, meskipun tidak dapat memberikan sanggahan.
 
Ayub tetaplah manusia yang memiliki keterbatasan sebagai manusia, dapat terpancing provokasi untuk membenarkan diri sendiri ketika “dikeroyok” ketiga sahabat yang mempersalahkan Ayub
 
Berikut esensi dari Epilog Ayub yang menjadi kerangka untuk memahami kisah Ayub secara baik dan benar
 
Job 33:14 Karena Allah berfirman dengan satu dua cara, tetapi orang tidak memperhatikannya.
 
Job 34:12 Sungguh, Allah tidak berlaku curang, Yang Mahakuasa tidak membengkokkan keadilan.
 
Job 35:7 Jikalau engkau benar, apakah yang kauberikan kepada Dia? Atau apakah yang diterima-Nya dari tanganmu?
 
Job 36:5 Ketahuilah, Allah itu perkasa, namun tidak memandang hina apapun, Ia perkasa dalam kekuatan akal budi.
 
Job 38:4 Di manakah engkau, ketika Aku meletakkan dasar bumi? Ceritakanlah, kalau engkau mempunyai pengertian!
 
Job 38:12 Pernahkah dalam hidupmu engkau menyuruh datang dinihari atau fajar kautunjukkan tempatnya
 
Job 42:1 Maka jawab Ayub kepada TUHAN:
 
Job 42:2 "Aku tahu, bahwa Engkau sanggup melakukan segala sesuatu, dan tidak ada rencana-Mu yang gagal.
 
Job 42:3 Firman-Mu: Siapakah dia yang menyelubungi keputusan tanpa pengetahuan? Itulah sebabnya, tanpa pengertian aku telah bercerita tentang hal-hal yang sangat ajaib bagiku dan yang tidak kuketahui.
 
Job 42:4 Firman-Mu: Dengarlah, maka Akulah yang akan berfirman; Aku akan menanyai engkau, supaya engkau memberitahu Aku.
 
Job 42:5 Hanya dari kata orang saja aku mendengar tentang Engkau, tetapi sekarang mataku sendiri memandang Engkau.
 
Job 42:6 Oleh sebab itu aku mencabut perkataanku dan dengan menyesal aku duduk dalam debu dan abu."
 
Ada pengakuan luar biasa dari Ayub yang begitu mengkokohkan bahwa memang Ayub memang individu yang membanggakan bagi Tuhan Allah
Ayub dengan tulus dan rendah hati menyatakan “Hanya dari kata orang saja aku mendengar tentang Engkau, tetapi sekarang mataku sendiri memandang Engkau. “
 
Ayub akhirnya menyadari bahwa selama ini kesalehannya hanya karena mendengar tentang Allah, lewat “tragedi” dalam hidupnya, Ayub menutup kisah hidupnya dengan indah dan pengakuan yang sungguh sangat mengagumkan “tetapi sekarang mataku sendiri memandang Engkau. “
 
Tidak hanya Ayub, Abrahampun diuji dengan permintaan Tuhan terhadap pengorbanan Ishak, begitu pula Yusuf, yang harus, dijual dan jadi budak, begitupula dengan Anak Domba Allah yang harus menderita ketika hidup dibumi, dan seluruh orang-orang percaya akan diuji
Dan 12:10 Banyak orang akan disucikan dan dimurnikan dan diuji, tetapi orang-orang fasik akan berlaku fasik; tidak seorangpun dari orang fasik itu akan memahaminya, tetapi orang-orang bijaksana akan memahaminya.
 
Mari yang bijak memahami, bahwa TUHAN ALLAH tidak pernah berjudi, TUHAN ALLAH tidak pernah melakukan eksperimen dalam hidup orang percaya, jika pengujian itu datang itu untuk memurnikan dan menyucikan sebagai suatu ujian bagi orang-orang yang percaya kepada-Nya
 
TUHAN ALLAH tidak pernah bermain dadu atas perkara hidup manusia, IA bahkan menciptakan manusia menurut gambaran Nya
 
Percayalah bahwa tidak ada satu haripun yang TUHAN ALLAH sia-siakan dalam hidup kita, karena TUHAN ALLAH begitu mengasihi orang-orang yang mengasihi-Nya, dan DIA memiliki kepastian dalam hidup kita, kepastian tentang masa depan yang indah dan rancangan yang penuh damai sejahtera
 
 
semoga dapat memberkati