Di muka pintumu aku mengetuk . . .
dengan segenap keberanianku . . .
Aku datang mengetuk.
Tok.. tok..
tak ada jawaban
tapi aku tetap menunggu
mungkin
kau tak dengar ketukanku
tok..tok..
kuketuk lagi pintumu
dan rinai hujan mulai mengguyurku
namun yang kujumpai hanya pintu bisu
tok..tok..
kali ini jemariku mulai membiru
dingin mulai menyelimutiku
dan keberanian mulai meninggalkanku
Tapi aku terus mengetuk .....
Aku tak tahu
Mungkin kau tak dengar ketukan itu
Mungkin juga kau anggap itu angin lalu
atau mungkin aku tak pantas lewati ambang pintumu
Tapi ...
Bila memang tak mau kau buka pintu itu,
Setidaknya biarkan aku memandangmu
lewat jendela birumu
Setidaknya kau ijinkan bayangmu
hangatkanku
barang sesaat
agar aku lebih kuat
meninggalkan pintu itu
dengan sekulum senyum
dan seuntai doa tulus untukmu
Salatiga
May '06
****
Butuh keberanian luar biasa untuk jatuh cinta,
namun butuh keberanian yang jauh luar biasa lagi
untuk merelakannya pergi
dan menyerahkan dia dan hatimu pada tangan kuat-Nya
lalu biarkan elegi itu pergi
GBU