Submitted by johajes on

Kemarin, saya dipanggil client untuk Technical dan Commercial Meeting di Kantor pusat Chevron Ind.co. Balikpapan. kali ini, sang Leader, seorang Skotlandia, Mr. Stuart me-warning perusahaan kami untuk masalah ketepatan schedule pelaksanaan proyek yang sedang kami garap walaupun Engineering, Procurement, Construction sudah kami lakukan. Btw, dia masih concern masalah Commissioning works yang belum selesai. Saya jelaskan bahwa itu di luar kontrak kerja kami dan kami siap bantu jika diperlukan. Akhirnya dia setuju bahwa Perusahaan mereka akan menambah cost (menambah value kontrak/change order) jika memang perlu dan mereka juga akan mengurangi cost (memotong value kontrak/deduction) jika memang kami bekerja tdk sesuai kontrak. Cukup Adil. Fair. Clear. Dalam hati saya begitu keluar dari ruang meeting. Saya jadi teringat renungan harian yang tadi malam saya baca, jika manusia dengan segala keterbatasannya bisa dengan mudah menghitung tambah kurang bagaimana dengan Tuhan kita, Sang Pencipta, ahli tambah kurang. Ada 1 ayat terkenal yang selalu saya baca pada undangan kebaktian, Mat 6 : 33 ‘ Tetapi carilah dahulu kerajaan Allah dan kebenarannya maka semuanya akan ditambahkan kepadamu’ Semua Ditambahkan kepadamu, bahkan umur manusia. Hizkia, nabi yang sedang sakit keras dan hampir mati meminta perpanjangan umur 15 thn dan Tuhan mengabulkannya. 2 raja-raja 20 : 6 ‘ Aku akan memperpanjang hidupmu 15 thn lagi…..’ Saya juga teringat pada KKR Benny Hinn di Ancol thn 2006 lalu, seorang ibu yang sakit dari Indonesia bag, timur. Pernah meminta 30 thn di tambahkan umurnya di atas mimbar waktu itu. Dia bilang ‘ kalo Hizkia Tuhan beri 15 thn maka saya juga minta Tuhan kasih 2 x lipat nya ‘ . Mudah2an dikabulkan.  Lalu bagaimana dengan Di kurangi? , Alkitab mencatat hal tersebut pada zaman gereja purba berdiri, sepasang suami istri , Ananias dan Safira memdustai Tuhan dengan menyimpan sebagian hasil penjualan sebidang tanah. Selengkapnya pada Kis 4 :1-11. Tuhan langsung mengurangi umur mereka. Mereka mati di tempat. Di dalam gereja. Seluruh jemaat dan semua orang yang melihat menjadi takut. Pada saat itu gereja mempunyai jemaat kira2 8000 orang, dikurangi 2. Dengan kejadian tersebut, semua orang menjadi percaya atas kuasa Tuhan dan kehadiranNya.  Banyak orang pada zaman modern ini menginginkan bukti kehadiran Tuhan, di Gereja, KKR, atau ditempat-tempat yang mereka inginkan. Apakah kita masih memerlukannya? Saya pikir cukup dengan hati yang takut akan Tuhan, Dia selalu ada dalam hati dan pikiran kita. Bagaimana dengan bukti ‘ mendustai Tuhan dan mati di tempat’ ? masih perlu bukti pengurangan umur oleh Tuhan lagi? Dengan banyaknya gerakan kebangkitan di Negara kita, saya berharap termasuk dalam perhitungan Tuhan yang Di Tambahkan, bukan yang Di Kurangi.

*Oleh Kasih Setia-Nya