Submitted by andryhart on

Ketika mengalami cobaan, kita selalu bertanya di manaAllah pada saat kita membutuhkan? Padahal Allah mengatakan bahwa Dia akanselalu mendampingi, menggendong dan menyelamatkan kita sampai masa tua kita danrambut kita berubah menjadi putih (Yesaya 46:4). Allah memang selalumendampingi kita; hanya kita memang tidak mampu melihat Allah secara langsung.Nabi Musa saja tidak dapat memandang wajah Allah seperti difirmankan di dalamKeluaran 33:20, “Engkau tidak tahan memandang wajah-Ku, sebab tidak ada orang yangmemandang Aku dapat hidup." Karena itu, kehadiran Allah hanya dapatdirasakan melalui suara-Nya ketika Dia memanggil kita atau melalui cara-caralain dalam hidup kita sehari-hari. Kisah sederhana berikut ini patutdirenungkan untuk memahami bagaimana cara Allah menghadirkan diri-Nya.



Seorang laki-laki datang menemui Yesus dan mengeluhkanmengapa Allah selalu menyembunyikan diri-Nya? Dia lalu berkata kepadaYesus,’Rabbi, Saya sudah tua. Selama hidup, saya sudah melaksanakan semuaperintah-Mu. Tiap tahun saya pergi berziarah ke Yerusalem dan memberikanpersembahan. Setiap malam saya berdoa. Saya memandang bintang-bintang dangunung-gunung; saya menantikan kehadiran Allah agar saya dapat melihat-Nya. Dansaya telah menunggu puluhan tahun tanpa hasil. Mengapa? Saya beralasan untukmengeluh, Rabbi? Mengapa Allah tetap tidak menampakkan diri-Nya?



Yesus tersenyum dan dengan suara lembut Dia bercerita: ‘Pada suatu masa terdapatsinggasana marmer di gerbang selatan sebuah kota yang besar. Di singgasana itududuk tiga ribu orang raja. Semuanya memohon Allah untuk menampakkan diri-Nyaagar dapat melihat-Nya namun hingga mencapai ajal keinginan raja-raja itu tidakterkabul.



Kemudian setelah semua raja wafat, datanglah seorang yang sangat miskin, menderitakelaparan, dan berpakaian compang-camping tanpa alas kaki. Orang miskin iniduduk di atas singgasana tersebut. Dia membisikkan doanya, ‘Ya... Allah. Matamanusia tidak dapat menatap langsung matahari karena akan buta. Jadi, ya...SangMahakuasa, bagaimana manusia dapat melihat-Mu secara langsung? Kasihanilah kamiya... Allah. Kurangilah kekuatan-Mu. Padamkan pancaran cahaya-Mu yang luarbiasa agar saya yang miskin dan menderita ini dapat melihat-Mu!



Yesus melanjutkan cerita-Nya, ‘Allah merasa kasihan kepada orang tua yang miskin ini.Dia lalu berfirman, ‘Dengar hai orang tua, Aku telah mengubah diri-Ku menjadisepotong roti, segelas air yang segar, sepotong pakaian yang hangat, sebuahgubuk sederhana dan di depan gubuk itu, seorang wanita yang menjadi isterimudan tengah menyusui bayimu. Dengan cara ini, engkau akan dapat melihat-Ku dalambentuk yang kau inginkan