Submitted by hiskia22 on

Satu pribadi yang suci....yang dipuja oleh manusia karena kuasa-Nya....karena kebesaran-Nya....maka pribadi yang suci itu disebut Tuhan.

Salahkah saya di saat membaca injil....membaca kisah kehidupan Yesus....mulai dari lahir sampai mati-Nya, dan kenaikan-Nya ke Sorga maka saya percaya bahwa Yesus adalah Tuhan ?

Bagi saya pribadi tidak. Karena itulah saya berkata bahwa Yesus adalah Tuhan.


Ketika kita melihat suku - suku primitif yang sama sekali tidak pernah mengenal injil, dan masih hidup secara terbelakang....ketika mendengar bunyi petir yang menggelegar....ketika melihat petir menyambar pohon besar dan menumbangkan pohon besar itu serta membakarnya....maka salahkah suku - suku primitif itu mengatakan bahwa petir itu adalah tuhan ?

Saya pribadi mengatakan tidak. Karena mereka melihat petir itu sungguh luar biasa.

Ketika mereka berlayar di lautan....kemudian diterjang ombak besar.....angin sakal......salahkah mereka mengatakan bahwa angin itu adalah tuhan ?

Saya pribadi mengatakan tidak.


Berangkat dari blog saudara kita @DAN DAN di sini.

Dengan judul jangan dewakan Allahmu.....sebenarnya saya agak tergelitik menggali kata dewa. Kenapa ? Karena banyak dari kita kurang memahami arti kata dewa itu sendiri.

Sejak kapan kata dewa itu muncul ? Kita tidak mengetahuinya. Kalau di lihat dari sejarah di Indonesia, Kata dewa dipakai dalam bahasa sansekerta.

Dewi padi (kesuburan )....dewa air....dewa batu...dewa angin....dsb....

maka mereka menyembah dewi padi ( kesuburan )....menyembah dewa air...menyembah dewa batu...menyembah dewa angin.

Menurut iman kita, jelas mereka menyembah berhala.

Tetapi yang mau saya tekankan, yang mana yang dikatakan berhala ?

Kata dewa-nya...atau pribadinya ( dalam hal ini padi...air...batu...angin...dsb )

Jelas pribadinya. Bukan kata dewa-nya.

Mengulas sedikit tentang kata dewa.....

Kata DEWA itu satu akar dengan kata DEUS. Kata DEUS itu adalah bahasa latin yang artinya Allah / Tuhan. Kata DEWA itu juga satu akar dengan kata DEO.Yang biasa kita dengar yaitu SOLI DEO.Yang artinya juga Allah / Tuhan.

Jadi jangan anggap kata DEWA adalah berhala.

DEWA, DEUS, DEO adalah satu akar kata.

Karena itu judul "Jangan dewakan Allahmu " saya rasa kurang tepat. Karena artinya jangan Tuhankan Allahmu. Terus kita harus menuhankan siapa ? 

menuhankan batu ?

menuhankan air ?

menuhankan angin ?

itulah makna kata dewa.

Ketika saya mengembalikan makna dari pertanyaan saya

Tuhan batu...Tuhan air...Tuhan angin...Tuhan padi...Tuhan petir...Tuhan kayu...dsb......dan kita menyembah yang dianggap Tuhan.....manakah yang dikatakan berhala ?

Makna katanya atau pribadinya ?

GBU