Sekarang ini saya sedang tertarik belajar predestinasi lewat internet. Konon, ada dua kutub ternama yang berseberangan, calvinis vs armenian.
Sejujurnya saya baru melihat dari sudut pandang calvinis.
Entahlah, apakah perdebatan itu memang tidak akan pernah berakhir hingga dunia tutup usia?
Sebagai seorang awam, saya menyadari kalau pengetahuan saya tentang doktrin ini belum seberapa.
Namun dari apa yang saya pahami, saya tertarik dengan salah satu sentral dari perdebatan itu adalah
kekuasaan Allah dalam menetapkan/memilih yang diselamatkan dan/atau dibinasakan
vs
kebebasan manusia dalam memilih untuk percaya atau tidak (yang notabene adalah hak/anugerah yang melekat sejak diciptakan), plus keadilan Allah dalam pemilihanNya.
Apakah hal itu harus dipertentangkan?
Saya kira tidak perlu.
Ketika akan memilih sesuatu, apa pun itu, saya yakin, kita akan memiliki sekian pertimbangan atau persyaratan.
Lebih-lebih memilih sesuatu yang sangat penting atau berharga, pastilah kita menetapkan pertimbangan yang sangat matang.
Kita ga mau salah pilih, yang akan membuat kita kecewa dan menyesal belakangan hari.
Saya ambil contoh.
Di suatu tempat ada beberapa rumah makan:
a. makanan enak, bersih, full musik, pelayan ramah, suasana nyaman
b. makanan enak, bersih, no musik, pelayan ramah, suasana biasa
c. makanan enak, bersih, no musik, pelayan biasa, suasana biasa
d. makanan ga enak, kotor, pelayan ramah
e. makanan ga enak, kotor, pelayan galak
Jika saya diminta untuk memilih, saya akan senang makan di rumah makan a, dan masih bertoleransi sampai pilihan c.
Untuk pilihan dua terakhir, agaknya saya lebih memilih menahan lapar saja.
Apalagi Sang Mahatahu dan Maha Bijaksana dalam memilih.
Tentu Dia memiliki ketetapan yang seturut dengan kehendak dan kebenaranNya yang tidak bisa menyangkali diriNya sendiri.
Jadi pada pemahaman saya, mengapa Tuhan memilih mengeraskan hati Firaun? Mengapa Tuhan memilih Abraham, Petrus, Paulus, dll,dll?
Titik temu dari pemilihan dan keterpilihan adalah
sesuai dengan ketetapan persyaratanNya
dan
melekatnya kualitas persyaratan dalam diri manusia itu sendiri
So, ga ada pertentangan, kok.