Submitted by Heryosa Hudoyo on

“Hidup ini keras dan kejam”, demikianlah ungkapan yang sering kita dengar diantara orang-orang di sekitar kita yang mengalami kesesakan atau penderitaan dalam hidupnya. Atau, jangan-jangan Anda sekali yang membaca tulisan ini.

Apalagi di tengah realita kehidupan yang terpuruk dalam perekonomian seperti ini.  Harga-harga kebutuhan pokok semakin naik,  transaksi jarang terjadi, dan gaji atau pemasukan yang relatif tidak bergerak. Belum lagi aneka permasalahan yang muncul: konflik keluarga, teman, ambisi atau tidak bisa berdama dengan diri sendiri.

 PERGUMULAN IMAN

Masalah yang menghadang merupakan pergumulan iman bagi semua orang. Pergumulan iman sudah terjadi mulai dari manusia diciptakan oleh Tuhan.  Adam dan Hawa mengalami pergumulan iman ketika mereka diperhadapkan pilihan tentang menaati perintah Tuhan atau bujukan ular, yang akhirnya mereka jatuh dalam dosa.  Peristiwa Kain dan Habel dalam Kejadian 4. Kain mengalah pada dosa dengan membunuh adiknya sendiri.

Dewasa ini, pergumulan iman terjadi dalam bentuk yang beraneka ragam.  Mulai dari sakit-penyakit, keuangan, masalah keluarga, perceraian, perselingkuhan, pergaulan bebas, ketakutan/kekuatiran tentang masa depan, tidak bisa menerima diri sendiri, terbelenggu obat-obatan terlarang dan sebagainya.

 

Di atas telah disinggung bahwa masalah yang muncul disebut pergumulan, karena harus dihadapi bukan untuk dihindari. Bila dihindari maka kita akan dikalahkan oleh masalah itu sendiri. Adapula orang yang hidupnya selalu menghindari masalah, yang justru akan menjadi semakin parah dan menimbulkan masalah baru.

Kita tidak dapat mengerti apa yang Tuhan rencanakan bagi kehidupan kita selanjutnya.  Yang pasti, Tuhan ingin kita selalu bergantung pada-NYA.  Dan Tuhan tidak akan membiarkan anak-anak-NYA sampai tergeletak. Tangan-NYA yang kuat akan selalu diulurkan. “Mintalah, maka akan diberikan kepadamu….”(Matius 7:7).

  RAHASIA KEMENANGAN IMAN

Tuhan akan selalu mengulurkan tangan-NYA pada kita, tinggal bagaimana kita sendiri menyambut uluran tangan Tuhan Yesus.  Tetapi biasanya saat mulai menghadapi permasalahan, kita lupa mengandalkan Tuhan Yesus.  Kita lebih sering berpegang pada pengertian sendiri. Jadi tergantung pada diri kita sendiri, apakah kita bersedia ditolong atau tidak.  Walaupun Tuhan sudah menolong, kita sendiri juga harus tetap menghadapi pergumulan.  Bedanya, kini Tuhan Yesus bersama-sama dengan kita.

 A.              SELALU HIDUP DALAM ROH ( GALATIA 5:16)

Yesus pernah dicobai oleh iblis.  Dalam Matius 4:1-11 terlihat bahwa apapun yang ditawarkan iblis pada-NYA, IA tidak tergoyahkan.  Yesus menghadapi pencobaan itu dengan mengandalkan kekuatan kuasa ROH ALLAH yang dicurahkan pada-NYA (Matius 3:16).  Demikian pula pada kehidupan orang percaya, barangsiapa yang telah mengaku Yesus sebagai Tuhan, dan juru selamatnya maka ia akan menerima kuasa Roh Kudus dari-NYA (Kisah Rasul 1:8). Dan ini juga tergantung bagaimana kita sendiri, apakah mau dan bersedia hidup dalam Roh atau tidak.

Pada dasarnya oleh karena keinginan daging kita yang menyebabkan peperangan iman terjadi.  Misalnya oleh karena ketidaksabaran, ketidaksetiaan, dan ketidakmampuan kita dalam menguasai diri, berselisih dengan teman kantor, di sekolah, di gereja, dan di mana saja.  Sebagai milik Kristus, orang percaya hendaknya telah menyalibkan daging dengan segala hawa nafsu dosa akan bekerja dalam anggota-anggota tubuh kita agar berbuat dosa (Roma 7:5).

Jika telah hidup dalam Roh, maka hidup dan damai sejahtera dapat dimiliki (Roma 8:6). Dan Roh Kudus itu akan memimpin kita saat menghadapi dan menyelesaikan segala permasalahan.  Roh Kudus juga membantu kita dalam kelemahan-kelemahan kita (Roma 8:26). Dengan perantaraan Roh Kudus, kita akan mampu membedakan keinginan Tuhan dan keinginan duniawi. 

Bagaimana Dipimpin oleh ROH ALLAH?

  • Mau dan bersedia merendahkan diri / ego / hati (Mazmur 25:9-10)
  • Mazmur 37:5, “Serahkanlah hidupmu kepada TUHAN dan percayalah kepada-Nya, dan Ia akan bertindak;”
  •  Mazmur 55:23, “Serahkanlah kuatirmu kepada TUHAN

Artinya: Segala pikiran/logika/analisa-analisa yang dihasilkan oleh otak manusia SEMUA DITAKLUKKAN DI HADAPAN TUHAN YESUS. Karena segala hal kehidupan tidak bisa diukur secara logika/analisa manusia, karena otak manusia terbatas. Pemikiran secara manusia akan membatasi kuasa/mujizat Tuhan Yesus dalam kehidupan kita.

  • Peka terhadap suara-NYA

Untuk peka mendengar suara-Nya, jangan mengeraskan hati dan keinginan kita sebagai manusia. Mau tunduk di hadapan Tuhan Yesus (keinginan manusia)  biasanya berorientasikan pada hal-hal duniawi).

Cara untuk peka mendengar suara-Nya adalah :

  • Membaca Firman Tuhan  & bersaat teduh sebagai suatu kebutuhan bukan rutinitas( Mazmur 119:105).   
  • Melalui puji-pujian ( Kolose 3:16)
  • Melalui kesaksian ( I yohanes 5:10)

 B.               DATANG DENGAN IMAN YANG BENAR

Ingat peristiwa Yesus menyembuhkan hamba seorang perwira di Kapernaum dalam Matius 8:5-13. Perwira tersebut datang memohon pada Yesus supaya hambanya disembuhkan dan Yesus mengabulkannya untuk datang melihat hamba itu.  Tetapi sang perwira datang dengan iman yang besar, dan hanya memohon Yesus mengatakan saja satu kata untuk menyembuhkan hambanya.  Maka Yesus mengatakan perwira itu mempunyai iman yang besar (Matius 8:10).

Mungkin Anda akan bertanya, mengapa perwira di Kapernaum itu seakan menolak kedatangan Yesus, walau sebenarnya bukan penolakan, malainkan kerena perwira itu tahu benar siapa dirinya dan siapa Yesus itu. Intinya, sang perwira itu sangat percaya pada kuasa yang dimiliki oleh Yesus.  Ia percaya hanya dengan perkataan Yesus saja, sudah cukup untuk menyembuhkan hambanya. 

Kita biasanya menempatkan Tuhan Yesus sebagai hamba kita, dan kita sebagai Tuhan.  Kita selalu memaksa Tuhan itu mengikuti apapun keinginan kita. Terkadang walau Tuhan Yesus sudah menjawab melalui firman-NYA, itu belum cukup bagi kita. 

Datanglah pada Tuhan Yesus melalui doa-doa Anda, tunjukkan dengan kesungguhan, baik kesungguhan hati, sikap hidup Anda.  Jangan ada keraguan. Kalau Tuhan menjawab melalui firman-NYA, yakinlah firman Tuhan Yesus itu akan menguatkan dan menjawab segala doa-doa Anda.

Jangan bersandar pada pemikiran sendiri (Amsal 3:5). Pikiran akan menghambat kuasa ALLAH dinyatakan. Mari kita fokuskan pikiran kita pada Kristus.

Dengan hidup terpusat pada Kristus, maka damai sejahtera Kristus memerintah dalam hatimu (Kolose 3:15).  Damai sejahtera Allah, yang melampaui segala akal, akan memelihara hati dan pikiranmu dalam Kristus Yesus. (Filipi 4:7). Kasih karunia dan damai sejahtera melimpahi kamu oleh pengenalan akan Allah dan akan Yesus, Tuhan kita.(II Petrus 1:2).

Bagi Dialah, yang dapat melakukan jauh lebih banyak dari pada yang kita doakan atau pikirkan, seperti yang ternyata dari kuasa yang bekerja di dalam kita, ( Efesus 3:20

 C.               MEMAKAI SENJATA KUASA ALLAH ( II KORINTUS 10:3-5 )

Memang kita masih hidup di dalam dunia, tetapi dalam menghadapi peperangan iman, kita tidak berjuang/melawan dengan senjata-senjata duniawi (buatan manusia), seperti senapan, pistol, tombak dan sebagainya.  Kita melawan dengan senjata yang mampu  mengalahkan setiap perbantahan yang sombong, dan merobohkan tembok yang didirikan untuk menghalangi manusia mencari ALLAH ( II Korintus 10:5, BIS). Senjata ini akan menawan segala pikiran untuk ditaklukkan kepada Kristus, artinya, dalam menghadapi peperangan iman, kita harus mengandalkan kuasa Tuhan Yesus untuk campur tangan dan menjamah setiap permasalahan hidup. 

Bila kita menempatkan diri  pada pernyataan Daud,” IA berdiri di sebelah kananku”, mari kita perhatikan posisi-posisi itu.   Tuhan Yesus berdiri di sebelah kanan kita, memegang tangan kita, dengan tangan kanan-NYA ).  Dari posisi tersebut, kita sadari bahwa, Tuhan Yesus menuntun kita bukan hanya sekedar menuntun, tetapi kita menyakini bahwa posisi Tuhan Yesus itu juga berjaga-jaga, membentengi, mengelilingi kita supaya kita tidak jatuh karena kelelahan berjalan, maka dari itu  IA selalu memberi kekuatan yang baru (Yesaya 58:11).

Dalam tuntunan itu, kita selalu melihat-NYA karena ketika memandang  TUHAN YESUS, maka  maka kita melihat ada kekuatan dan ada kemuliaan-NYA (Matius 63:3). Mari saat ini kita meyakini pendapat Daud, bahwa:

Ketika kita senantiasa memandang kepada TUHAN YESUS,

maka yang kita lihat adalah kekuatan dan kemuliaan-NYA,

yang melebihi dari segala-galanya yang ada di dunia ini.

 Dan oleh karena kita melihat kekuatan dan kemuliaan itu, maka hidup kita tidak akan goyah, tidak tergoncangkan oleh masalah, situasi kondisi, pencobaan dan sebagainya.

1:11 dan dikuatkan dengan segala kekuatan oleh kuasa kemuliaan-Nya untuk menanggung segala sesuatu dengan tekun dan sabar..

 Dengan melihat kuasa dan kemuliaan-NYA, kita juga merasakan kehadiran-Nya dalam setiap langkah hidup kita. Tak dibiarkannya kita sendirian menjalani hari-hari kehidupan ini.  Allah begitu sangat memperhatikan, mengasihi dan menyayangi kita. Oleh karena-NYA, ALLAH mengirimkan Anak-NYA yang tunggal untuk turun menjemput kita, berjalan bersama-sama dengan kita, melewati setiap langkah kehidupan ini.

 1.       Tidak ada sesuatu yg terjadi, tanpa melibatkan TUHAN YESUS. Yohanes 15:5 sebab di luar Aku kamu tidak dapat berbuat apa-apa.  

Bagaimana kita bisa melakukan sesuatu :

a.        Tinggal di dalam Tuhan YESUS & TUHAN YESUS tinggal di dalam kita     ( Yoh 15:5 ). Kita di dalam Tuhan Yesus & FirmanNYA di dlm kita (Yoh15:7)

b.        Karena  Diberkatilah orang yang mengandalkan TUHAN, yang menaruh harapannya pada TUHAN! ( Yeremia 17:7)

Terkutuklah orang yg mengandalkan manusia (Yer 17:5)

 2.      Tuhan Yesus mengijinkan segala sesuatu terjadi

  • Apapun yang terjadi dalam kehidupan kita, merupakan KARYA TANGAN-NYA. Artinya Tuhan Yesus berkehendak dan mengijinkan peristiwa2 yg terjadi. Baik suka/duka.
  • “TUHAN membuat segala sesuatu untuk tujuannya masing-masing, bahkan orang fasik dibuat-Nya untuk hari malapetaka. (Amsal 16:4)”

 D.              SELALU MENGUCAP SYUKUR DALAM SEGALA HAL (Efesus 5:17)

“ah,………mana mungkin, punya masalah kok malah mengucapsyukur?”.  Mengucapsyukurlah bahwa kita masih bisa mengalami permasalahan.  Permasalahan digunakan untuk membentuk iman.  Sebab dalam permasalahan akan menghasilkan ketekunan, dan ketekunan akan memperoleh buah yang matang (Yakobus 1:3-4).

Melalui pencobaan, tingkat pertumbuhan dan kedewasaan rohani dapat diukur.  Dan kita dapat pula merasakan kasih karunia Tuhan Yesus, sbab dalam kelemahanlah kuasa Tuhan Yesus menjadi sempurna (II Korintus 12:9a).

Berbahagialah orang yang bertahan dalam pencobaan, sebab apabila ia sudah tahan uji, ia akan menerima mahkota kehidupan yang dijanjikan Allah kepada barangsiapa yang mengasihi DIA (Yakobus 1:12).

 Ketika kita dekat dengan Tuhan Yesus, dan ketika bisa selalu memandang-NYA, kita akan merasa ada sukacita, tenang . Mazmur  62:6 Hanya pada Allah saja kiranya aku tenang, sebab dari pada-Nyalah harapanku.  Matius  11:29 Pikullah kuk yang Kupasang dan belajarlah pada-Ku, karena Aku lemah lembut dan rendah hati dan jiwamu akan mendapat ketenangan.

 E.               SELALU HIDUP DALAM FIRMAN TUHAN YESUS

-KU, KAMU BENAR-BENAR ADALAH MURID-KUJIKALAU KAMU

Ini berbicara mengenai sebuah status, yaitu status yang diakui oleh Kristus. Dengan jelas Kristus mengatakan, “Jikalau kamu tetap dalam firman-Ku, kamu benar-benar adalah murid-Ku”. Tetap dalam firman Kristus.  Apapun yang kita pikirkan, kita lakukan, prinsip hidup kita pada saat suka, duka, menghadapi masalah/pencobaan/sakit, Kristus minta kita tetap berada dalam payung firman-NYA. Atau dengan kata lain, kita menempatkan Firman Tuhan Yesus sebagai pedoman dasar dari kehidupan kita, sebagai  “Rules of the life”  atau aturan-aturan hidup.

Dengan menempatkan Firman Tuhan Yesus sebagai pedoman, maka kita hidup di dalam ALLAH dan ALLAH hidup di dalam kita ( 1 Yohanes 3:24).

 Kita hidup di dalam Allah, yaitu kita mengenal Firman, kita percaya akan Yesus sebagai Tuhan dan Juru Selamat.  Sedangkan jika Allah hidup di dalam kita, maka hidup kita bukannya kita lagi tapi Kristus yang ada di dalam kita.  “namun aku hidup, tetapi bukan lagi aku sendiri yang hidup, melainkan Kristus yang hidup di dalam aku. Dan hidupku yang kuhidupi sekarang di dalam daging, adalah hidup oleh iman dalam Anak Allah yang telah mengasihi aku dan menyerahkan diri-Nya untuk aku. (Galatia 2:20).

 

Dan ketika Kristus dalam diri kita, maka kita mampu untuk menghasilkan buah, dan buah-buah Roh: yaitu, kasih, sukacita, damai sejahtera, kesabaran, kemurahan, kebaikan, kesetiaan, kelemahlembutan, penguasaan diri  akan muncul.  ( Yohanes 15:4-5). Jadi kalau kita mau mendapatkan damai sejahtera, sukacita, kesabaran, penguasaan diri dalam menghadapi setiap permasalahan, maka kita harus tinggal di dalam Firman Tuhan.

 Dan sudah saatnya, kita yang telah mengenal Firman Tuhan Yesus, dan menemukan kebenaran di dalam-NYA, kita hidup dalam alam kemerdekaan atau pembebasan.  Dosa, kekuatiran masa depan atau hal-hal yang belum terjadi, ketakutan, penderitaan, sakit penyakit, kuasa kegelapan, masalah bertubi-tubi semua dapat kita kalahkan dalam nama Yesus Kristus.

 Tuhan Yesus memberkati

 Ditulis oleh: Heryosa Hudoyo

Medio, 25 Maret 2011