Scaning awal, saya kira SS ajang diskusi kristiani, sesuatu yang saya cari belakangan ini. Tapi setelah seminggu lebih mencermati diskusi seputar tatacara, posting seni, posting mimpi, biografi, dll, tampaknya mungkin bukan disini tempatnya, untuk sharing dan mematangkan aplikasi gagasan kristiani mengurangi masalah sosial, ekonomi lingkungan, budaya dll.
-------------------------------------------------------
Ilustrasi:
Empat hari belakangan ini, setiap subuh saya mengantar anjing saya jalan-jalan. Diseret-seret keluar dari lingkungan kampung kota jakarta memasuki komplek perumahan yang jalan lebar, bahu jalan luas dan, trotoar yang ditumbuhi pepohonan sumber oksigen. Lokasi ideal si blacky 'berak'.
Dipertigaan yang gelap, berturut empat hari itu, saya jumpai gerobak pemulung dan ibu tua berjilbab yang sedang menyapu jalan. Karena jalan itu adalah pertigaan, yang disapu jauh dari halaman muka rumah, sisi halaman yang memang tidak diurus pemilik rumah. Makin hari makin timbul keheranan, ngapain nich si ibu? Dihari keempat menguat dugaan saya bahwa siibu memang sengaja memarkir gerobaknya dilingkungan yang terisolir, dikomplek yang aman, dibawah pohon rimbun ngurangi hujan (padahal 2 hari lalu berturut2 malam hari hujan rueun sangat lebat), ... dan bermalam disitu.
Oooooo ... rupanya Ibu tua pemulung yang berjilbab, tidur didalam gerobak yang diparkir di jalan. Subuh sebelum lingkungan bangun, siibu mendahului berakfitivas, sekedar nyapu, bermanfaat bagi lingkungan. Sukur-sukur kebagian sarapan.
Kebetulan hari minggu, nanti kegereja ah, mau berdoa kepada Tuhan agar Dia mau menolong siibu. Dan juga sukur2 bisa diusulin masuk ke doa syafaat. Daripada selama ini doanya internasional, segala afrika israel disebut, ini ada kasus deket. Errr....siibu berjilbab... bole nggak yach?
----------------------------------------------------------
Di SS berkumpul banyak penulis kampiun sekaligus seniman. Kalau seniman sich saya sudah ambil sikap jangan didebat karena egocentriknya yang ekstrim, dengerin aja, kalo ngeklik baru nikmati karyanya, kalo nanti kaya, banyak duit, baru koleksi karyanya. Yang seniman jangan marah dulu yach, terkait kristiani, saya punya mimpi semacam sistine chapel ala Jawa misalnya. Kalo nggak mungkin, menghayal kan boleh, yach mulai diskas-diskas deh...sukur2 ditengah jalan ketemu benefactornye.
Demikian juga di SS banyak Teolog yang jalan pertarungannya, very inspiring. Banyak juga yang belajar mau jadi teolog langsung terjun ke arena dan ngacir digebukin. Ada juga yang gathuk-en. Sayang belakangan tema teolog sedang meredup, denger2 ada yang disuruh mengendap.
Dan yang saya lihat ada yang Teolog merangkap Seniman, didebat yang jalan pertarungannya sama sekali nggak bisa saya ikuti, padahal mata udah merah belekan... ini lagi pada ngomong apaan sich? Belakangan, ah positif tinking aja, si bloger sedang guyon.
Scaning, mungkin belum 10% posting yang ada. Pasti ada model penulis lainnya
Terhadap ilustrasi diatas, ekspektasi awal saya di SS ini rupanya berlebihan, salah sendiri. Berdasarkan uji posting kemarin kira-kira yang akan muncul:
- Posting anda diturunkan karena memuat kata-kata kotor
- Tidak boleh membiarkan anjing berak dirumah orang
- Mulailah dari diri sendiri
- Ibu itu perlu disematkan (jiwanya), diinjili maksudnya..
- Jangan salahkan gereja
- Gunakan tatabahasa yang baik
- dalam keheningan, ni orang ngomong apaan sich nggak jelas
- itu bukan masalah saya.
Mungkin disini belum waktunya atau bukan tempatnya merancang tindakan kasih secara MASIF-NonDenominasi, menabur benih menuju keesaan gereja.
Balik lagi ngaskus dan maen travian ahh....Hmmm teringat filem Bruce Almighty nich.. nonton lagi.
Selamat Beribadah Minggu bagi yang merayakannya