Tadi malam saya dan anak saya makan malam di sebuah rumah makan Padang murah meriah di Jokya. Saya dan anak saya duduk menghadap sebuah meja, dan di dekat kami ada tiga orang anak muda duduk menghadap sebuah meja lainnya. Dua lelaki muda dan seorang gadis, sepertinya mereka dari luar kota Yogya dan ambil kuliah di Yogya. Si anak gadis sepertinya "baru", dan salah satu lelaki muda itu sepertinya lebih senior. Cowok ini bicaranya banyak banget kalau ngak boleh dibilang cerewet. It's ok, saya menghargai kebebasan berekspresi. Tapi ada sebuah perkataan cowok itu yang tidak sedap didengar buat orangtua-orangtua yang menguliahkan anaknya dan indekost di Yogya
.
"Rokok? " kata si senior kepada lelaki muda lainnya menawarin rokok, dan lelaki muda ini segera mencabut sebatang rokok dari kotak rokok yang disodorkan seniornya.
"Kamu juga, ambil " kata si senior menawarin barang yang dapat menyebabkan impotensi dan gangguan kehamilan dan janin itu.
"Ndak lah, saya ndak merokok" jawab si cewek.
"Ndak apa-apa,... belajar,... mumpung jauh dari orang tua." minta si cowok senior.
Aku memalingkan mukaku untuk menatap tampang "iblis" itu, dan sepertinya ingin menelan dia hidup-hidup,......................