Pengertian saya Gereja adalah perwujudan dari Tuhan Yesus itu sendiri (all for one and one for all). Kalau ada salah satu jemaat yang mengalami penderitaan maka semua merasakannya begitu juga sebaliknya.
Kenyataan yang aku alami sekarang ini benar-benar membuat aku bingung karena aku melihat keberadaan Gereja terkadang seperti lembaga hukum, saling menyalahkan, ada muatan politis, ada konpirasi negatif, saling menonjolkan diri, tidak mau dikritisi, bahkan sampai berbuntut pengunduran diri dari pelayanan.
Rasa tidak percaya sering menghantui satu dengan yang lainnya, kepekaan terhadap kesalahan sudah tidak ada lagi walaupun anjing menggonggong kafilah tetap berlalu, kepuasan hati lebih mendominasi dari kepentingan jemaat lainnya.
Hal seperti ini sebenarnya tidak boleh terjadi kalau kita benar-benar sadar bahwa Gereja itu adalah Yesus sendiri, walaupun kita banyak, adalah satu tubuh di dalam Kristus; tetapi kita masing-masing adalah anggota yang seorang terhadap yang lain.
Keutuhan adalah dasar dari suatu persekutuan yang kuat, saling menghormati dan melayani merupakan latihan yang terus menerus dilakukan, menegur kesalahan dan mengampuni akan membuat kita tahan uji, bekerja sama dan sama-sama bekerja dan mengambil posisi yang paling rendah adalah pesan dari Guru Agung kita, agar kita dengan sendirinya ditinggikan.
Karena sama seperti tubuh itu satu dan anggota-anggotanya banyak, dan segala anggota itu, sekalipun banyak, merupakan satu tubuh, demikian pula Kristus.
Diberkatilah orang yang mengandalkan TUHAN, yang menaruh harapannya pada TUHAN!