Submitted by Anak El-Shadday on

Bulan ini adalah bulan hunting job. Segala job yang masih relevan aku masukin, akhirnya beberapa panggilan wawancara aku dapatkan. Tadi siang bela-belain ke jogja dari rumah bapak-ibu (perjalanan 12jam!) untuk mendatangi panggilan wawancara. Kerjaannya agak bonafid meskipun  ternyata gajinya sak "uprit". Ada 4 tahapan test yang kudu aku jalani tadi siang;  1. wawancara ama kabag, 2. wawancara ama top manajer, 3. presentasi makalah, 4. presentasi produk.

Sebelumnya aku cerita dulu, ni pekerjaan syarat administrasi lamarannya agak berat, selain IPK di atas 3.00 dari universitas minimal terakreditasi B, juga ada syarat TOEFL minimal 500. 

wawancara pertama aku langsung dipukul habis. Secara IPK aku yang cmn 3,03 dan dari PTS bapaknya yang mewawancara langsung bilang "kmu kok berani ngelamar disini dengan modal pas2an gini???"... ya elah.... kan nyoba tho pak, mbok kemarin ga usah dipanggil kalo ternyata pake acara dihina-hina gini... pikirku...

ga cmn itu, email aku yang idnya menurut bapaknya krg sopan pun dikritik, dan ditafsirkan bahwa kepribadianku sangat amburadul... psikologi ada ilmu baru ternyata, mengetahui pribadi orang dari alamat email...

setelah dihina-hina seperti itu, aku drop, test selanjutnya aku hanya asal ikut aja.. ga ada semangat blas.. 

ada rasa sakit hati, sampai kepikiran "awas ya nanti!", tapi aku inget sakit ati model gini juga yang berhasil melemparkan Haman dari kedudukannya. 

Ternyata dibakar itu ga enak, tapi mau ga mau harus mau.