“ ia tertawa tentang hari depan” (Amsal 31:25b). Seorang wanita nekat menghabisi nyawa empat anaknya sebelum ia kemudian mengakhiri hidupnya sendiri dengan cara menenggak racun yang dicampur dalam minuman. Tidak tahu apa alasan yang mendasari perbuatan ini.
Ada yang mengira wanita ini telah habis akal karena kebutuhan ekonomi sangat mendesak sedangkan putra bungsunya menderita gagal ginjal dan harus menjalani cuci darah. Sedihnya, dua dari keempat anaknya adalah siswa berprestasi di sekolah dan memperoleh bea siswa.
Namun, apa alasan yang sebenarnya, tak seorang pun yang tahu. Bisa jadi, wanita ini telah putus harapan akan apa yang dialaminya. Pada hari-hari belakangan ini mungkin kita telah sering mendengar berita tentang orang-orang yang kehilangan pengharapan akan masa depannya. Biaya sekolah yang makin tinggi, harga bahan pokok yang terus meningkat, belum lagi hal-hal lain seperti biaya listrik, telepon dan sebagainya.
Itu semua dapat membuat kita khawatir tentang masa depan. Saat ini Tuhan Yesus mengingatkan pada kita untuk tidak mengkhawatirkan segala sesuatu yang terjadi dalam hidup kita.
Matius 6 : 25-34
Kita tak perlu khawatir tentang makanan atau minuman; juga tentang pakaian. Bukankah hidup itu lebih penting daripada makanan...? (ayat 25b). Tuhan juga memberikan gambaran tentang burung yang tidak menabur dan bunga yang tidak memintal, namun keduanya dapat hidup dan tumbuh. Itu semua karena Tuhan memelihara (ayat 32b).
Para kaum wanita, jika Bapa sangat mengerti segala kebutuhan kita, apakah Dia tidak akan memelihara kita? Jadi mengapa kita harus khawatir akan hari esok? Mengapa kita harus khawatir tentang masa depan kita?
”... Janganlah kamu khawatir tentang hari esok, karena hari esok mempunyai kekhawatirannya sendiri” (Matius 6:34a).
Tak perlu putus asa. Tuhan mengerti segala kebutuhan kita dan Ia akan memenuhi semuanya, seperti janjiNya dalam Filipi 4 : 19 “ Allahku akan memenuhi segala keperluanmu menurut kekayaan dan kemuliaanNya dalam Kristus Yesus.
Biarlah ini menjadi doa kita : “Tuhan, aku tertawa akan hari depanku karena aku percaya Engkau adalah Tuhan pemeliharaku. “Amin.