Submitted by hai hai on

 Mengungkap Misteri Perempuan Berselubung Matahari

Walapun mengajarkan Diofisitisme alias Doktrin Satu Pribadi Dua Hakekat sebagai ajaran Alkitab.  Walapun mengajarkan bahwa Yesus adalah anak jasmani Maria karena Dia berasal dari benih Maria. Namun, Teologi Reformed justru MNYANGKAL bahwa perempuan yang melahirkan Mesias yang tercatat di dalam Wahyu 12 adalah Maria. Mereka mengajarkan bahwa perempuan itu bukan Maria namun Gereja alias umat Allah dari permulaan penciptaan sampai akhir dunia. Gereja melahirkan Mesias namun Maria melahirkan Juru Selamat? Kebenaran Yang Tidak KONSISTEN bukan Kebenaran Sejati. Mengenaskan!

Perempuan dan Naga Di Mata Teolog Reformed

Handai taulan sekalian, silahkan baca ayat-ayat berikut ini dengan teliti dan hati-hati lalu bacalah TAFSIRAN tiga orang teolog Reformed di bawah ini tentang ayat-ayat tersebut.

Perempuan Berselubung Matahari

Maka tampaklah suatu tanda besar di langit: Seorang perempuan berselubungkan matahari, dengan bulan di bawah kakinya dan sebuah mahkota dari dua belas bintang di atas kepalanya. Wahyu 12:1

Ia sedang mengandung dan dalam keluhan dan penderitaannya hendak melahirkan ia berteriak kesakitan. Wahyu 12:2

Maka tampaklah suatu tanda yang lain di langit; dan lihatlah, seekor naga merah padam  yang besar, berkepala tujuh dan bertanduk sepuluh, dan di atas kepalanya ada tujuh mahkota. Wahyu 12:3

Dan ekornya menyeret sepertiga dari bintang-bintang di langit dan melemparkannya ke atas bumi. Dan naga itu berdiri di hadapan perempuan yang hendak melahirkan itu, untuk menelan Anaknya, segera sesudah perempuan itu melahirkan-Nya. Wahyu 12:4

Maka ia melahirkan seorang Anak laki-laki, yang akan menggembalakan semua bangsa dengan gada besi; tiba-tiba Anaknya itu dirampas dan dibawa lari kepada Allah dan ke takhta-Nya. Wahyu 12:5

Perempuan itu lari ke padang gurun, di mana telah disediakan suatu tempat baginya oleh Allah, supaya ia dipelihara di situ seribu dua ratus enam puluh hari lamanya. Wahyu 12:6

Naga Memburu Perempuan

Dan ketika naga itu sadar, bahwa ia telah dilemparkan di atas bumi, ia memburu perempuan yang melahirkan Anak laki-laki itu. Wahyu 12:13

Kepada perempuan itu diberikan kedua sayap dari burung nasar yang besar, supaya ia terbang ke tempatnya di padang gurun, di mana ia dipelihara jauh dari tempat ular itu selama satu masa dan dua masa dan setengah masa. Wahyu 12:14

Lalu ular itu menyemburkan dari mulutnya air, sebesar sungai, ke arah perempuan itu, supaya ia dihanyutkan sungai itu. Wahyu 12:15

Tetapi bumi datang menolong perempuan itu. Ia membuka mulutnya, dan menelan sungai yang disemburkan naga itu dari mulutnya. Wahyu 12:16

Maka marahlah naga itu kepada perempuan itu, lalu pergi memerangi keturunannya yang lain, yang menuruti hukum-hukum Allah dan memiliki kesaksian Yesus. Wahyu 12:17

Simon J. Kistemaker PhD.

Yohanes melukiskan pergumulan perempuan ini melawan Iblis, yang mengkilas balik ke awal sejarah manusia, saat Allah berbicara kepada perempuan dan Iblis (Kejadian 3:14-16). Hal ini melukiskan peperangan rohani yang umat Allah hadapi sejak kejatuhan Adam dan Hawa ke dalam dosa. Peperangan ini makin sengit saat perempuan itu melakirkan seorang anak laki-laki yang hendak ditelan oleh ular sejak ia lahir (ayat 1-6). Setelah anak laki-laki itu lahir, Yohanes mencatat peperangan terjadi di sorga (ayat 7-9). Sebagai interlud (ayat 10-12), Yohanes mencatat pujian sorgawi. Kemudian ia menutup pasal ini dengan cerita kedua tentang perang antara Iblis melawan perempuan dan keturunannya (ayat 13-17). Tafsiran Kitab Wahyu, hal 382

b. Seorang perempuan berselubungkan matahari dengan bulan di bawah kakinya dan sebuah mahkota dari dua belas bintang di atas kepalanya. Kalimat ini hanya bisa di pahami secara simbolis, tetapi siapakah perempuan ini? Ibid, hal 382

Apakah perempuan ini Maria ibu Tuhan Yesus? Literatur Kristen mula-mula tidak menyinggung hal ini. Epifanius dari Salamis, sekitar pertengahan abad keempat adalah orang pertama yang mencatat bahwa "beberapa orang (tak disebutkan namanya) menyebut perempuan ini Maria. Perjanjian Baru melawan eksegesis ini, sebab Maria sendiri memposisikan diri sebagai anggota biasa di dalam masyarakat dan jemaat. Selain itu Mayoritas teolog abad pertengahan menyamakan perempuan ini dengan jemaat, bukan Maria. Ibid, hal 382-383

Menurut teolog lain, perempuan ini adalah Israel, yang Allah ibaratkan sebagai istri-Nya (Yes 54:3-6; Yer 31:32; Yeh 16:32; Hos 2:16). Tetapi ketika Yohanes menyusun Kitab Wahyu, banyak orang Yahudi di perantauan menjadi anggota jemaat Iblis dan menganiaya orang Kristen (Wahyu 2:9; 3:9). Selain itu, orang Yahudi yang tidak mampu membangun kembali Yerusalem setelah dihancurkan pada Agustus 70 M, sama sekali tidak meninggalkan catatan pertobatan nasional setelah tanggal itu. Ibid, hal 383

Menurut konsep ketiga, karena Iblis menyerang umat Allah sejak kejatuhan sampai akhir zaman, maka perempuan yang ia serang itu mewakili umat Perjanjian Lama maupun Baru (Ibrani 11:39-40). Anggota umat dari kedua masa ini menyatakan kesatuan dengan menyebutnya ibu. Perempuan ini melahirkan Mesias (Yes 7:14) karena ia mewakili nenek moyang manusia-Kristus yang memasukkan orang Kristen bangsa-bangsa lain dari Perjanjian Baru (Roma 9:5; 11:11-21). Yohanes mengisyaratkan bahwa keturunan perempuan ini adalah mereka yang memegang perintah Allah dan kesaksian Yesus (ayat 17). Ia mengajarkan kesatuan jemaat. Ibid, hal 383

Mahkota dua belas bintang mewakili umat Allah, seperti ditunjukkan oleh dua belas bapa leluhur Perjanjian Lama dan dan dua belas rasul Perjanjian Baru. Angka dua belas merujuk umat Allah. Perhatikan perbedaan antara kemuliaan kosmik perempuan ini dengan kerlap-kerlip duniawi dari si pelacur besar ( Wahyu 17:4). Ibid, hal 383

Perempuan mulia ini berselubungkan matahari sebagai sumber terang yang dipantulkan oleh bulan. Ia bermahkota dua belas bintang melambangkan kemenangan mutlak. Ia hamil dan akan melahirkan, melambangkan kedatangan Yesus dalam kemanusiaan-Nya. Ayat ini merefleksikan seluruh periode Perjanjian Lama, saat Iblis menunjukkan permusuhan terhadap Allah. Ia menyerang orang-orang kudus yang Allah tempatkan di dunia ini untuk menempati posisi utama. Mereka menjadi sumber cahaya yang mereka terima dari Sang Pencipta dan Penebus. Umat Allah, melalui Firman-Nya, merefleksikan cahaya Allah untuk mengusir kegelapan dunia ini. Ibid, hal 383

Perempuan itu sakit bersalin saat hendak melahirkan (bdk. Yes 26:17; 66:7; Mi 4:10; Gal 4:19). Saat kitab Wahyu ditulis, Yesus telah lahir sekitar satu abad yang lalu. Tetapi Yohanes menggarisbawahi kelahiran Tuhan Yesus untuk menekankan kerasnya konflik yang telah dan terus Iblis kobarkan melawan Allah dan umat-Nya. Ibid, hal 384

Dr. Peter Wongso Eksposisi Doktrin Alkitab Kitab Wahyu

Di dalam diskusi pemakaian istilah penting sudah mengambil kesimpulan bahwa perempuan ini adalah jemaat, anak laki-laki itu adalah orang-orang kudus. Tetapi para penafsir yang tidak percaya bahwa Alkitab adalah Wahyu Allah kepada rasul Yohanes, berpendapat bahwa Yohanes menyusun tulisannya dari mitos Mesir dan Babel. Eksposisi Doktrin Alkitab Kitab Wahyu, hal 596

Di dalam mimpi Yusuf, matahari melambangkan Yakub, ayahnya, bulan melambangkan Rachel, ibunya, sebelas bintang melambangkan sebelas saudaranya (Kej 37:9-10), mereka semuanya sujud menyembah dia, hal ini melambangkan kesatuan jemaat yang sujud memyembah Allah. di dalam penyembahan dengan roh dan kebenaran ini, kemuliaan Allah memenuhi segala sesuatu. Seperti tatkala raja Salomo selesai membangun Bait Allah serta mendedikasikan kepada Allah, kemulian-Nya memenuhi seluruh Bait Allah, bahkan pada taraf tertentu para imam tidak sanggup berdiri untuk melakukan tugas keimaman mereka (1 Raja-raja 8:10-11). Jemaat di bumi adalah lokasi anak-anak Tuhan menyembah Dia dalam roh dan kebenaran, ibadah serupa ini pada satu sisi mewujudnyatakan penyertaan serta kemuliaan Allah; ada sisi lain untuk menarik orang banyak datang menyembah Allah. Ibid, hal 597

Kesulitan perempuan dalam persalinan, ini menyatakan bahwa dalam pemberitaan Injil kita harus membayar harga dan pengorbanan besar, seperti apa yang dikatakan Paulus kepada jemaat Galatia: "Hai, anak-anakku, aku menderita sakit bersalin, sampai rupa Kristus menjadi nyata di dalam kamu." (Gal 4:19).  Memimpin satu orang untuk percaya kepada Tuhan, sama sulitnya dengan melahirkan seorang anak ke dunia ini, harus melewati kesulitan. Seorang ibu harus melalui proses mengandung anak, masih harus ditambah pula pekerjaan sehari-hari. Bila jemaat ingin memenangkan seseorang kepada Tuhan, selain perlu meluangkan waktu untuk menginjili orang itu, bahkan harus membuat rupa Kristus menjadi nyata di dalam diri orang itu, masih harus di tambah pula dengan kewaspadaan terhadap godaan setan. Jemaat dalam menghadapi situasi ini, perlu tetap bertekun di dalam doa, memohon pertolongan Roh Kudus, agar orang ini sungguh-sungguh lahir baru oleh Roh Kudus (band. Yoh 3:3,5; Tit 3:5). Kesukaran dalam persalinan seorang ibu dengan tepat menyatakan bahwa demi melaksanakan amanat agung Tuhan, jemaat pasti mengalami kesukaran besar; walaupun kesukaran itu berupa penganiayaan dari kuasa politik atau penganiayaan dari agama lain, namun masih tetap ada orang yang bertobat kepada Tuhan, peroleh hidup Tuhan; dan orang-orang kudus yang sudah lahir baru akan meneruskan amanat Tuhan ke seluruh muka bumi ini; ini pula maksud dari  kuasa (pemakaian gada besi) untuk memerintah segala bangsa. Ibid, hal 597-598

Pemahaman Alkitab Setiap Hari – Kitab Wahyu Kepada Yohanes – Dr. William Barclay

Perempuan ini sedang berjuang keras untuk melahirkan anak, yang bisa dipastikan adalah Mesias, Kristus (band. Ayat 5 di mana dikatakan bahwa ia ditaktdirkan untuk memerintah bangsa-bangsa dengan tongkat besi. Ini merupakan kutipan Mazmur 2:9 dan merupakan gambaran tentang Mesias). Maka perempuan itu adalah Ibu dari Mesias. Pemahaman Alkitab Setiap Hari – Kitab Wahyu Kepada Yohanes, hal 114

(i) Bila perempuan itu adalah "ibu" dari Mesias, maka jelas ada anggapan bahwa ia diidentifikasi sebagai Maria; tetapi dalam bacaan ini ia adalah sosok adi-manusiawi (superhuman), sehingga sulit diidentikkan dengan seorang manusia tertentu. Ibid, hal 114

(ii) Penghambatan terhadap perempuan itu oleh naga, mengesankan bahwa ia dapat diidentikkan dengan Gereja Kristen. Keberatan terhadap pandangan ini adalah bahwa Gereja Kristen sulit disebut sebagai ibu Mesias. Ibid, hal 114

(iii) Dalam Perjanjian Lama, umat pilihan Israel yang ideal, komunitas umat Allah, sering disebut sebagai mempelai Allah. "Sebab yang menjadi suamimu ialah Dia yang menjadikan engkau (Yes 54:5). Yeremia sedih dan mengeluh bahwa Israel telah menjadi istri murtad dan tidak setia kepada Allah (Yer 3:6-10). Hosea mendengar Allah berkata, "Aku akan menjadikan engkau istri-Ku dalam kesetiaan" (Hos 2:19). Dalam kitab Wahyu sendiri kita membaca tentang pesta perkawinan Anak Domba dan mempelai Anak Domba (Wahyu 19:7; 21:9). Dan Paulus menulis kepada Jemaat Korintus, "Karena aku telah mempertunangkan kamu kepada satu laki-laki untuk membawa kamu sebagai perawan suci kepada Kristus." (2 Kor 11:2). Ibid, hal 115

Hal ini memberikan kepada kita suatu arah pendekatan. Memang garis keturunan manusia Yesus berasal dari umat pilihan ini. Dan perempuan itu adalah wakil dari komunitas ideal umat pilihan Allah. Dari komunitas inilah Yesus berasal dan komunitas inilah yang mengalami penderitaan akibat sikap permusuhan dari dunia ini. Kita bisa menyebutnya sebagai Gereja, bila kita ingat bahwa Gereja adalah komunitas umat Allah di setiap zaman. Ibid, hal 115

Dari gambaran ini kita belajar tiga hal besar tentang komunitas pilihan Allah ini. Pertama, Kristus datang dari komunitas ini; dan dari komunitas ini juga Kristus akan mendatangi orang-orang yang belum pernah mengenal-Nya. Kedua, ada kekuatan jahat, baik yang bercorak rohani maupun yang manusiawi, yang bermaksud menghancurkan komunitas pilihan Allah. Ketiga, betapapun kuat perlawanan terhadapnya, dan betapapun beratnya penderitaannya, komunitas pilihan Allah berada di bawah perlindungan Allah, dan karena itu tidak akan dapat dilenyapkan. Ibid, hal 115

Perempuan Berselubung Matahari Di Mata Seorang Tionghoa Kristen

Simon J. Kistemaker Ph.D (Free University, Amsterdam) adalah profesor emeritus (pensiunan) bidang Perjanjian Baru Reformed Theological Seminary, Orlando. Dia mendapatkan Gold Medalion Award untuk Eksposisi kitab Ibrani, Yudas, 1-3 Surat Yohanes, Kisah Para Rasul dan 1 Korintus dalam serial bukunya yang berjudul New Testament Commentary. Bukunya yang berjudul: "Exposition of The Book of Revelation" diterjemahkan ke dalam bahasa Indonesia dengan Judul: "Tafsiran Kitab Wahyu" oleh penerbit Momentum tahun 2009.

Pdt. Peter Wongso, Dr meraih gelar Doktornya dari Trinity Theological Seminary tahun 1981. Dia menjabat Rektor Seminari Alkitab Asia Tenggara, Malang tahun 1964-1988 dan menjadi Rektor kehormatan sejak itu. Dia anggota dari Fellow Royal Geographical Society of Great Britain, 1980. Man of Achievement of Cambridge, England 1995. Twentieth Century Dictionary of Christian Biography, Baker, Grand Raid, USA, 1995. Bukunya yang berjudul "Eksposisi Doktrin Alkitab Kitab Wahyu" diterbitkan oleh SAAT (Seminari Alkitab Asia Tenggara) tahun 1996.

University of Glasgow, sejak didirikan pada tahun 1861 hingga tahun 1991 hanya memiliki 7 orang Professor of Divinity and Biblical Criticism, salah satunya adalah William Barclay CBE MA BD DD (1963). Bukunya yang berjudul: "The New Daily Study Bible" yagn terdiri dari 17 buku diterjemahkan ke dalam bahasa Indonesia dengan Judul: "Pemahaman Alkitab Setiap Hari" oleh BPK gunung Mulia tahun 2007.

Ketiga tokoh tersebut di atas adalah teolog Reformed yang benar-benar mumpuni. Apa yang mereka ajarkan? 

Tokoh-tokoh Wahyu 12

  1. Perempuan = Gereja = Umat Perjanjian Lama maupun Baru
  2. Naga Merah = Iblis alias Satan alias Satanos Alias diabolos alias Si Ular Tua
  3. Anak laki-laki = Yesus
  4. Keturunan yang lain = Orang-orang Kristen
  5. Bumi = struktur masyarakat = tatanan moral masyarakat

Perempuan Berselubung Matahari Mustahil Maria

  1. Literatur Kristen mula-mula tidak mengajarkan = SJK
  2. Maria memposisikan diri sebagai jemaat biasa = SJK
  3. Mayoritas teolog abad pertengahan menyatakan perempuan ini adalah jemaat, bukan Maria = SJK
  4. Maria mustahil superhuman = WB

Apakah karena literatur Kristen mula-mula tidak mengajarkan itu berarti perempuan itu mustahil Maria? Alkitab adalah Standard kebenaran, literatur Kristen mula-mula adalah pemahaman orang Kristen mula-mula atas ajaran Alkitab dan mereka bisa salah.

Maria memang jemaat biasa namun itu bukan berarti dia bukan perempuan dalam Wahyu 12 alias Perempuan Berselubung Matahari.

Alkitab adalah Standard kebenaran,  mayoritas teolog abad pertengahan bukan standard kebenaran ajaran Alkitab.

Perempuan itu hanya melahirkan anak lelaki dan anak-anak lainnya, Dia sama sekali berkuasa melindungi anak-anaknya bahkan dirinya sendiri. Perempuan itu Adiwanita alias superhuman.

Handai taulan sekalian, baik Simon J. Kistemaker maupun William Barclay sama-sama tidak punya dukungan Alkitab sama sekali untuk ajaran " Perempuan Berselubung Matahari mustahil Maria!" Anehnya, walaupun tidak didukung oleh Alkitab, kenapa disebut teologi reformed dan diyakini orang Kristen dari generasi ke generasi? Karena TERBIASA maka menganggapnya kebenaran. Itulah yang terjadi. 

Perempuan Berselubung Matahari Mustahil Bangsa Israel

  1. Karena banyak orang Yahudi menjadi jemaat Iblis dan menganiaya orang Kristen (Wahyu 2:9; 3:9)  = SJK
  2. Orang Yahudi tidak bertobat secara nasional = SJK

Yesus adalah anak laki-laki perempuan itu sementara anak-anaknya yang lain adalah orang-orang Kristen. Tidak ada ibu yang menyakiti anak-anaknya. Itulah alasan Simon J. Kistemaker mengajarkan bahwa bangsa Israel mustahil Perempuan Berselubung Matahari itu sebab mereka tidak bertobat secara masal banyak menganiaya orang Kristen.

Namun, Simon J. Kistemaker lupa bahwa gereja terpecah belah sejak awal dan jemaat-jemaatnnya tidak segab-segan untuk saling menganiaya bahkan saling membunuh atas nama gereja, juga tidak semua jemaat adalah orang Kristen sejati. Bukankah alasan yang dia gunakan untuk menolak bangsa Israel sebagai Perempuan Berselubung Matahari juga bisa digunakan untuk menolak gereja?

Kebenaran yang tidak konsisten bukan kebenaran sejati.

Alasan yang digunakan oleh Simon J. Kistemaker untuk ajaran Perempuan Berselubung Matahari mustahil bangsa Israel sama sekali tidak konsisten itu sebabnya mustahil kebenaran.

Perempuan Berselubung Matahari Adalah Gereja

  1. Karena Iblis menyerang umat Allah sejak kejatuhan sampai akhir zaman = SJK
  2. Karena dia mewakili umat Perjanjian Lama dan Baru (Ibrani 11:39-40) = SJK 
  3. Karena umat Perjanjian Lama dan Baru menyatakan kesatuan dengan menyebutnya ibu = SJK
  4. Karena dia melahirkan Mesias (Yes 7:14) = SJK
  5. Karena dia mewakili nenek moyang manusia-Kristus memasukkan orang Kristen ke bangsa Perjanjian (Roma 9:5; 11:11-21) = SJK
  6. Karena keturunan perempuan memegang perintah Allah dan kesaksian Yesus (ayat 17) = SJK
  7. Karena Yesus mengajarkan kesatuan jemaat. = SJK
  8. Karena mahkota dua belas bintang mewakili umat Allah (dua belas bapa leluhur Perjanjian Lama dan dua belas rasul Perjanjian Baru) = SJK
  9. Karena angka dua belas merujuk umat Allah = SJK
  10. Karena perempuan itu berselubungkan matahari sebagai sumber terang yang dipantulkan oleh bulan = SJK
  11. Karena perempuan itu bermahkota dua belas bintang yang melambangkan kemenangan mutlak. = SJK
  12. Karena perempuan itu hamil dan akan melahirkan, melambangkan kedatangan Yesus dalam kemanusiaan-Nya = SJK
  13. Karena ayat ini merefleksikan seluruh periode Perjanjian Lama, saat Iblis menunjukkan permusuhan terhadap Allah = SJK
  14. Karena Iblis menyerang orang-orang kudus yang Allah tempatkan di dunia ini untuk menempati posisi utama. = SJK
  15. Karena umat Allah menjadi sumber cahaya yang mereka terima dari Sang Pencipta dan Penebus = SJK
  16. Karena umat Allah, melalui Firman-Nya, merefleksikan cahaya Allah untuk mengusir kegelapan dunia ini = SJK
  17. Perempuan itu sakit bersalin saat hendak melahirkan (bdk. Yes 26:17; 66:7; Mi 4:10; Gal 4:19). Yesus telah lahir sekitar satu abad sebelumnya. Yohanes menggarisbawahi kelahiran Yesus untuk menekankan kerasnya konflik yang telah dan terus Iblis kobarkan melawan Allah dan umat-Nya = SJK
  18. Penghambatan terhadap perempuan oleh naga, mengesankan bahwa ia dapat diidentikkan dengan Gereja Kristen = WB
  19. Garis keturunan manusia Yesus berasal dari umat pilihan ini. Dan perempuan itu adalah wakil dari komunitas ideal umat pilihan Allah. Dari komunitas inilah Yesus berasal dan komunitas inilah yang mengalami penderitaan akibat sikap permusuhan dari dunia ini. Kita bisa menyebutnya sebagai Gereja, bila kita ingat bahwa Gereja adalah komunitas umat Allah di setiap zaman = WB
  20. Pertama, Kristus datang dari komunitas ini; dan dari komunitas ini juga Kristus akan mendatangi orang-orang yang belum pernah mengenal-Nya = WB
  21. Kedua, ada kekuatan jahat, baik yang bercorak rohani maupun yang manusiawi, yang bermaksud menghancurkan komunitas pilihan Allah = WB
  22. Ketiga, betapapun kuat perlawanan terhadapnya, dan betapapun beratnya penderitaannya, komunitas pilihan Allah berada di bawah perlindungan Allah, dan karena itu tidak akan dapat dilenyapkan = WB

Mohon maaf, tanpa mengurangi rasa hormat, walaupun  Simon J. Kistemaker dan William Barclay sama-sama memberikan banyak alasan dan mengutip banyak ayat-ayat Alkitab namun sayangnya, tidak ada satu ayat pun yang mendukung ajaran Perempuan Berselubung Matahari Adalah Gereja. Menurut saya, satu-satunya alasan teologi reformed tetap mempertahankan ajaran tidak bermutu demikian dalam generasi ini adalah untuk membendung doktrin Marialogi Gereja Katolik yang mengajarkan bahwa Perempuan Berselubung Matahari Adalah bunda Maria yang semakin hari semakin mapan.

Pada hakekatnya sama sekali tidak sulit untuk membuktikan bahwa doktrin Perempuan Berselubung Matahari Adalah Gereja sebagai ajaran SESAT karena bertentangan dengan ajaran Alkitab. Apabila doktrin Perempuan Berselubung Matahari Adalah Gereja benar, itu berarti Yesus adalah Anak Gereja itu juga berarti orang Kristen adalah anak-anak Gereja.

Anak kambing dilahirkan oleh kambing, anak domba dilahirkan oleh domba dan anak manusia dilahirkan oleh manusia. Itulah kebenaran yang dipahami oleh orang-orang Kristen pada zaman Perjanjian Baru ditulis. Itu sebabnya pula kita menyimpulkan bahwa Perjanjian Baru ditulis di atas pengetahuan demikian. Umat Allah alias Gereja adalah kumpulan anak-anak Allah, bukan lembaga yang melahirkan anak-anak Allah. Untuk menjadi anak Allah, seseorang harus dilahirkan oleh Allah, yang menurut ajaran Yesus, harus dilahirkan oleh Air dan Roh. Yang menurut ajaran Yohanes harus dilahirkan oleh Roh alias Roh Kudus. Roh Kudus turun atas seseorang lalu diam di dalam orang itu dan menjadi SATU DAGING dengan orang itu, itulah SYARAT menjadi anak Allah. Memutuskan menjadi orang Kristen dan bergabung dalam jemaat sama sekali BUKAN syarat namun sekedar CIRI seorang Kristen. Ciri belum tentu benar namun SYARAT pasti benar.

Gereja tidak pernah melahirkan Yesus karena Gereja didirikan di atas Yesus. Gereja juga tidak pernah melahirkan anak-anak Allah karena anak-anak Allah-lah yang disebut Gereja.

Mengungkap Misteri Perempuan dan Naga

Kitab Wahyu adalah kitab PENYINGKAPAN, sama sekali bukan kitab NUBUATAN. Kitab Wahyu sama sekali tidak MENUBUATAN apa yang AKAN terjadi pada saat Yohanes mendapat Wahyu dan masa setelahnya namun MENYINGKAPKAN apa yang telah ada pada saat Yohanes mendapat Wahyu dan apa yang TELAH dinubuatkan pada saat Yohanes mendapat Wahyu. Kitab Wahyu adalah wahyu terakhir dari Yesus Kristus, itu sebabnya setelah kitab tersebut tidak ada lagi wahyu baru. Itu sebabnya Yesus Kristus mengingatkan jemaatnya untuk tidak menambahkan maupun mengurangi kitab Wahyu.

Karena tidak memahami kebenaran demikianlah maka para teolog dari generasi ke generasi kehilangan kesempatan untuk memahami ajaran Alkitab terutama penyingkapan kitab Wahyu dengan benar. Alkitab tidak boleh ditafsirkan sebab Alkitab ditulis untuk dipahami. Karena berusaha untuk MENAFSIRKAN Alkitablah maka banyak teolog dari generasi ke generasi kehilangan kesempatan untuk memahami ajaran Alkitab dan penyingkapan kitab Wahyu dengan benar.

Kisah perempuan dan naga dalam kitab Wahyu mustahil dipahami dengan benar bila tidak dikaitkan dengan kisah kelahiran Yesus di dalam kitab-kitab Injil. Kisah kelahiran Yesus di dalam kitab-kitab Injil juga mustahil dipahami dengan benar bila tidak dikaitkan dengan kisah kelahiran Yesus di dalam kitab Wahyu. Kisah perempuan dan naga adalah PENYINGKAPAN kisah kelahiran Yesus di dalam kitab-kitab Injil.

Sesungguhnya engkau akan mengandung RAHIM dan akan melahirkan seorang anak laki-laki dan hendaklah engkau menamai Dia Yesus. Lukas 1:31

Jawab malaikat itu kepadanya: "Roh Kudus akan turun atasmu dan kuasa Allah Yang Mahatinggi akan menaungi engkau; sebab itu anak yang akan kaulahirkan itu akan disebut kudus,  Anak Allah. Lukas 1:35

Dan sesungguhnya, Elisabet, sanakmu itu, iapun sedang mengandung seorang anak laki-laki pada hari tuanya dan inilah bulan yang keenam bagi dia, yang disebut mandul itu. Lukas 1:36

Kata RAHIM di dalam Lukas 1:31 diterjemahkan dari kata Yunani GASTER yang artinya RAHIM. Sayang sekali kata tersebut sama sekali TIDAK diterjemahkan oleh LAI, itu sebabnya para pembaca Alkitab bahasa Indonesia AWAM sama sekali tidak tahu tentang keberadaan kata GASTER yang artinya RAHIM dalam ayat tersebut.

Selain memberitahu Maria bahwa dia akan mengandung RAHIM, Gabriel juga memberitahu Maria bahwa Elisabet sanaknya sedang mengandung "JANIN" alias "seorang anak laki-laki" Maria akan mengandung RAHIM sementara Elosabet sedang mengandung JANIN. Itulah perbedaan antara kandungan Maria dan Elisabet.

Pertanyaannya adalah bagaimana mungkin Maria mengandung RAHIM? Hal itu mungkin saja karena Roh Kudus akan turun atas Maria dan kuasa Allah Yang Mahatinggi akan menaungi Maria. Dan ketika kita membaca kisah Perempuan dan Naga di kitab Wahyu, maka semuanya menjadi gamblang.

Maka tampaklah suatu tanda besar di langit: Seorang perempuan berselubungkan matahari, dengan bulan di bawah kakinya dan sebuah mahkota dari dua belas bintang di atas kepalanya. Ia sedang mengandung dan dalam keluhan dan penderitaannya hendak melahirkan ia berteriak kesakitan. Wahyu 12:1-2

RAHIM yang dikandung oleh Maria adalah Seorang perempuan berselubungkan matahari alias Roh Kudus yang DINAUNGI oleh kuasa Allah Yang Mahatinggi. Apabila Matahari adalah KUASA Allah Yang Mahatinggi lalu siapakah Bulan?

Dan kota itu tidak memerlukan matahari dan bulan untuk menyinarinya, sebab kemuliaan Allah meneranginya dan Anak Domba itu adalah lampunya. Wahyu 21:23

Bulan tidak memiliki sinar sebab bulan hanya MEMANTULKAN sinar matahari. Karena Matahari adalah Kemuliaan Allah itu berarti Bulan adalah yang MEMANTULKAN kemuliaan Allah. Siapakah yang memantulkan Kemuliaan Allah? Yesus alias Logos alias YHWH. Bulan ada di bawah kaki Perempuan itu, berarti Bulan bukan BAGIAN dari diri Perempuan itu bahkan Bulan TAKLUK dan melayani Perempuan itu. Handai taulan sekalian tidak sulit bukan untuk memahami bahwa Perempuan itu adalah Roh Kudus yang DINAUNGI kemuliaan Allah Yang Mahatinggi?

Setelah mendapat berita tentang kehamilannya, Maria segera mengunjungi Elisabet sanaknya. Inilah yang tercatat di dalam kitab Lukas.

Dan ketika Elisabet mendengar salam Maria, melonjaklah anak yang di dalam rahimnya dan Elisabetpun penuh dengan Roh Kudus, Lukas 1:41

lalu berseru dengan suara nyaring: "Diberkatilah engkau di antara semua perempuan dan diberkatilah buah rahimmu. Lukas 1:42

Siapakah aku ini sampai ibu Tuhanku datang mengunjungi aku? Lukas 1:43

Sebab sesungguhnya, ketika salammu sampai kepada telingaku, anak yang di dalam rahimku melonjak kegirangan. Lukas 1:44

Handai taulan sekalian, kitab-kitab Injil mencatat bahwa Yesus tiga kali menyangkali Maria sebagai ibu jasmaninya. Mustahil Yesus membual, itu sebabnya bila Dia menyangkali Maria sebagai ibu jasmani-Nya, itu berarti Maria PASTI bukan ibu jasmani-Nya. Maria tidak mengandung JANIN namun mengandung RAHIM, itulah BUKTI bahwa Yesus bukan anak jasmaninya sebab yang mengandung Yesus adalah Perempuan berselubung Matahari.

Kebenaran yang tidak KONSISTEN bukan kebenaran SEJATI.

Elisabet yang penuh dengan Roh Kudus DUA kali menyatakan bahwa dia mengandung JANIN (Yunani: brephos) namun tentang yang dikandung oleh Maria dia tidak menyebutnya JANIN namun BUAH RAHIM (Yunani: Karpos Koilia) alias RAHIM yang ada BUAH di dalam-Nya.

Logis, Akurat, Sistematis dan Konsisten.

Itulah prinsip penulisan Alkitab dan itulah pula prinsip yang harus ditaati orang Kristen ketika mempelajari Alkitab. Barang siapa yang melanggar prinsip demikian akan kehilangan kesempatan untuk memahami ajaran Alkitab dengan benar.

Elisabet yang penuh dengan Roh Kudus tahu pasti apa yang sesungguhnya terjadi. Dia tahu bahwa yang SEDANG mengunjunginya bukan perempuan yang bernama Maria, sanaknya namun Perempuan yang berselubung Matahari. Dia tahu bahwa Perempuan itu adalah METER (ibu kandung) Anak Laki-laki Itu. Kata PEREMPUAN di dalam Lukas 1:42 diterjemahkan dari kata Yunani GUNE yang artinya perempuan namun juga berarti MEMPELAI. Menurut saya, bila diterjemahkan menjadi MEMPELAI, maka Lukas 1:42 akan lebih MUDAH untuk dipahami dengan benar.

Kesimpulan

Handai taulan sekalian, sesungguhnya tidak sulit untuk memahami ajaran Alkitab dengan benar selama kita berusaha memahaminya apa adanya. Namun menjadi mustahil untuk memahaminya dengan benar bila kita berusaha untuk MENAFSIRKANNYA guna memenuhi keinginan akal budi kita. Menafsirkan Alkitab berarti menaklukkannya di bawah AKAL budi kita. Menafsirkan Alkitab berarti menjadikan AKAL budi kita menjadi STANDARD kebenaran.

 NB.

Ini adalah blog ke 7 dari 7 blog. Untuk membaca blog yang lain silahkan klik:

  1. Bengcu Menggugat Doktrin Satu Pribadi Dua Hakekat 1
  2. Bengcu Menggugat Doktrin Satu Pribadi Dua Hakekat 2
  3. Bengcu Menggugat Doktrin Satu Pribadi Dua Hakekat 3
  4. Bengcu Menggugat Doktrin Satu Pribadi Dua Hakekat 4
  5. Bengcu Menggugat Doktrin Satu Pribadi Dua Hakekat 5
  6. Bengcu Menggugat Doktrin Satu Pribadi Dua Hakekat 6
  7. Bengcu Menggugat Doktrin Satu Pribadi Dua Hakekat 7