Submitted by Vantillian on

Normal
0

false
false
false

MicrosoftInternetExplorer4

st1\:*{behavior:url(#ieooui) }

/* Style Definitions */
table.MsoNormalTable
{mso-style-name:"Table Normal";
mso-tstyle-rowband-size:0;
mso-tstyle-colband-size:0;
mso-style-noshow:yes;
mso-style-parent:"";
mso-padding-alt:0in 5.4pt 0in 5.4pt;
mso-para-margin:0in;
mso-para-margin-bottom:.0001pt;
mso-pagination:widow-orphan;
font-size:10.0pt;
font-family:"Times New Roman";
mso-ansi-language:#0400;
mso-fareast-language:#0400;
mso-bidi-language:#0400;}

 

 

Blog ini ditulis untuk menanggapi blog Sdr Dede Wijaya yang menganggap bahwa baptisan anak tidak Alkitabiah. Pertama baptisan adalah sakramen untuk orang yang sudah percaya. Kedua Alkitab sama sekali tidak mencatat adanya peristiwa baptisan anak. Apakah baptis anak Alkitabiah?

Untuk mengerti makna baptisan, pertama kita harus mengerti tentang PERJANJIAN ( Kovenan ) antara Allah dan Manusia. Sdr Hai-hai sudah menulis di dalam blognya tentang point ini. Dari sejak awal di dalam kitab Kejadian, Allah sudah mengikatkan DiriNya dalam Perjanjian dengan Manusia. Perjanjian ini adalah Perjanjian Anugerah yang telah diikrarkan oleh Allah sendiri dengan ciptaanNya. Kovenan Allah inilah yang menjadi dasar dimana ada kesinambungan antara PL dan PB. Tidak seperti kaum fundamentalis yang dispensasi, membagi menjadi beberapa tahap dalam sejarah dunia ini.

 

 

Perjanjian antara Allah dan Manusia yang berhubungan dengan pembahasan Baptisan adalah Perjanjian Allah dengan Abraham, bapa orang beriman. Alkitab mencatat :

 

Kejadian 17 :7 Aku akan mengadakan perjanjian antara Aku dan engkau serta keturunanmu turun-temurun menjadi perjanjian yang kekal, supaya Aku menjadi Allahmu dan Allah keturunanmu.

Kejadian 17 :9-14 Lagi firman Allah kepada Abraham: "Dari pihakmu, engkau harus memegang perjanjian-Ku, engkau dan keturunanmu turun-temurun. Inilah perjanjian-Ku, yang harus kamu pegang, perjanjian antara Aku dan kamu serta keturunanmu, yaitu setiap laki-laki di antara kamu harus disunat; haruslah dikerat kulit khatanmu dan itulah akan menjadi tanda perjanjian antara Aku dan kamu. Anak yang berumur delapan hari haruslah disunat, yakni setiap laki-laki di antara kamu, turun-temurun: baik yang lahir di rumahmu, maupun yang dibeli dengan uang dari salah seorang asing, tetapi tidak termasuk keturunanmu. Orang yang lahir di rumahmu dan orang yang engkau beli dengan uang harus disunat; maka dalam dagingmulah perjanjian-Ku itu menjadi perjanjian yang kekal. Dan orang yang tidak disunat, yakni laki-laki yang tidak dikerat kulit khatannya, maka orang itu harus dilenyapkan dari antara orang-orang sebangsanya: ia telah mengingkari perjanjian-Ku.”

Pertama, Perjanjian Allah dan Abraham adalah Perjanjian yang kekal. Kedua, Perjanjian Allah dan Abraham ditandai oleh suatu tanda, yaitu sunat. Ketika Abraham dan keluarganya bahkan orang asing yang telah dibeli, mesti disunat,  supaya dapat masuk ke dalam Perjanjian Kekal dari Allah. Lalu pertanyaan penting adalah, apakah ada keluarga dari Abraham atau budaknya yang tidak memiliki iman seperti Abraham? Kalau ada, kenapa mesti disunat? Kenapa mesti seperti “dipaksa” untuk masuk ke dalam Kovenan Allah? Kita mesti mengingat bahwa Rencana Penggenapan Allah digenapkan melalui orang yang percaya maupun orang yang tidak percaya.

1 Korintus 10:1-5  Aku mau, supaya kamu mengetahui, saudara-saudara, bahwa nenek moyang kita semua berada di bawah perlindungan awan dan bahwa mereka semua telah melintasi laut. Untuk menjadi pengikut Musa mereka semua telah dibaptis dalam awan dan dalam laut. Mereka semua makan makanan rohani yang sama  dari batu karang rohani yang mengikuti mereka, dan batu karang itu ialah Kristus. Tetapi sungguhpun demikian Allah tidak berkenan kepada bagian yang terbesar dari mereka, karena mereka ditewaskan di padang gurun.

Kenapa sebagian orang Israel yang tewas juga dibaptis dalam awan dan laut? Jelas, ada orang Israel yang diselamatkan dan ada orang Israel yang tidak diselamatkan, meski mereka mendapat tanda sunat yang sama. Dan sama seperti Kovenan Allah dengan Abraham adalah kekal, maka kovenan itu berlaku bahkan sampai PB. Alkitab mencatat :

Galatia 3:17  Maksudku ialah: Janji yang sebelumnya telah disahkan Allah, tidak dapat dibatalkan oleh hukum Taurat, yang baru terbit empat ratus tiga puluh tahun kemudian, sehingga janji itu hilang kekuatannya.

Galatia 3:18  Sebab, jikalau apa yang ditentukan Allah berasal dari hukum Taurat, ia tidak berasal dari janji; tetapi justru oleh janjilah Allah telah menganugerahkan kasih karunia-Nya kepada Abraham.

Perjanjian antara Allah dan Abraham tetap berlanjut sampai kepada keturunan yang benar-benar dapat menggenapi rencana keselamatan dari Allah, yaitu Kristus ( Gal 3:16 )

Lalu, kalau kovenan Allah dengan Abraham tetap berlaku sampai sekarang, apakah tanda sunat juga berlaku sampai sekarang? Rasul Paulus dengan jelas mencatat :

Galatia 5:2  Sesungguhnya, aku, Paulus, berkata kepadamu: jikalau kamu menyunatkan dirimu, Kristus sama sekali tidak akan berguna bagimu.

( Boleh dibaca Kisah 15 dan 1 Korintus 7:17-19 )

Kesimpulan jelas : Tanda sunat tidak ada gunanya lagi dalam  penggenapan Kovenan Allah di dalam PB.  Seandainya sunat berguna, maka kematian Kristus menjadi sia-sia. Karena masih bisa mengandalkan tanda sunat untuk masuk ke dalam Perjanjian Kekal. Perjanjian Puncak Allah adalah Kristus, seperti yang dicatat :

Gal 3:14  Yesus Kristus telah membuat ini, supaya di dalam Dia berkat Abraham sampai kepada bangsa-bangsa lain, sehingga oleh iman kita menerima Roh yang telah dijanjikan itu.

Gal 3:29  Dan jikalau kamu adalah milik Kristus, maka kamu juga adalah keturunan Abraham dan berhak menerima janji Allah.

Dalam hal ini, Allah tidak memperbaharui kovenanNya, tetapi Kovenan Allah bersifat progresif sampai ke puncaknya yaitu Penyataan Allah Sendiri. Dari sejak semula, Abraham telah ditentukan sebagai model atau role untuk masuk ke dalam perjanjian Allah dengan manusia.

Setelah Yesus datang menggenapi Kovenan Allah, maka kita sekarang dengan iman menerima kovenan itu. Dan tanda dari kovenan ini adalah Baptisan. Dalam hal ini adalah baptisan air. Dan tanda Baptisan adalah pengganti tanda sunat. Alkitab mencatat :

Kolose 2:11  Dalam Dia kamu telah disunat, bukan dengan sunat yang dilakukan oleh manusia, tetapi dengan sunat Kristus, yang terdiri dari penanggalan akan tubuh yang berdosa,

Kolose 2:12  karena dengan Dia kamu dikuburkan dalam baptisan, dan di dalam Dia kamu turut dibangkitkan juga oleh kepercayaanmu kepada kerja kuasa Allah, yang telah membangkitkan Dia dari orang mati.

Bukan suatu kebetulan Rasul Paulus menghubungkan ayat di atas antara dua tanda, yaitu sunat dan baptisan. Sunat lahiriah sudah diganti dengan sunat batiniah. Baptisan juga dijelaskan secara rohani. Jadi, sunat dan baptisan sama-sama adalah tanda dan materai kebenaran iman. Tetapi sunat telah ditiadakan dalam Perjanjian Baru.

Pada masa sekarang, siapakah yang menerima janji dalam kovenan Allah dengan manusia? Alkitab mencatat :

Kisah 2:39  Sebab bagi kamulah janji itu dan bagi anak-anakmu dan bagi orang yang masih jauh, yaitu sebanyak yang akan dipanggil oleh Tuhan Allah kita."

Bandingkan dengan :

1 Korintus 7:14  Karena suami yang tidak beriman itu dikuduskan oleh isterinya dan isteri yang tidak beriman itu dikuduskan oleh suaminya. Andaikata tidak demikian, niscaya anak-anakmu adalah anak cemar, tetapi sekarang mereka adalah anak-anak kudus.

Janji Allah dan Abraham tetap berlaku kekal dan itu berarti sampai sekarang. Sama seperti tanda perjanjian PL juga termasuk diwajibkan kepada anak-anak, maka kenapa kita menghalangi tanda perjanjian PB diberikan kepada anak-anak? Dan kenapa kita seolah-olah begitu hebatnya menyatakan bahwa baptisan anak menyesatkan seolah-olah Kovenan Allah sudah tidak berlaku lagi? Siapa yang menyatakan bahwa baptisan anak sesat, harus juga menghilangkan semua Kovenan Allah dengan Abraham. Siapakah dia yang berani menghilangkan Kovenan Allah sendiri?

Menyatakan bahwa baptisan anak tidak dijumpai dalam Alkitab, karena itu adalah sesat ADALAH argumen yang paling menyedihkan dan menggelikan yang sering dikeluarkan oleh para Fundamentalis yang menganggap pemahamannya adalah fundamental langsung karena menggunakan kata Fundamentalis. Ho…Ho…Ho..

Kenapa tidak mengatakan bahwa baptisan harus dilakukan HANYA dalam nama Yesus karena memang dituliskan dalam Kisah Para Rasul?

Kenapa harus memegang doktrin Tritunggal sementara KATA itu tidak terdapat dalam Alkitab?

Kenapa tidak mengenakan tudung kepala ( bagi perempuan ) ketika berdoa karena memang dituliskan oleh Rasul Paulus? Lalu sebaiknya perempuan berambut panjang? ( 1 Kor 11:13,15 )

Berdasarkan pemahaman fundamentalis, maka baptisan adalah menyelamatkan. Coba baca Markus 16:16 berulang-ulang dan tafsirkan menurut cara fundamentalis yang penuh trik mentalis.

Baptisan dan Sunat adalah BUKAN suatu tanda dan materai KEPERCAYAAN kita, melainkan ADALAH tanda dan materai JANJI-JANJI ALLAH.

Siapakah yang begitu FUNDAMENTALIS menyatakan bahwa JANJI-JANJI ALLAH telah dibatalkan? Siapakah dia yang Sok Membatalkan Secara Sepihak Janji yang bahkan bukan dia yang berjanji sendiri? Alkitab jelas menyatakan, perjanjian Allah dengan Abraham digenapi dalam Kristus, dan diterima oleh kita dalam iman, serta dimateraikan oleh tanda baptisan. Dan janji itu berlaku untuk keturunan Abraham dan bagi anak-anak kita. Anak-anak. Apa yang dipikirkan oleh Kristus seandainya ada anak-anak di sekitar Dia? Silakan Baca :

Markus 10:13-16  Lalu orang membawa anak-anak kecil kepada Yesus, supaya Ia menjamah mereka; akan tetapi murid-murid-Nya memarahi orang-orang itu. Ketika Yesus melihat hal itu, Ia marah dan berkata kepada mereka: "Biarkan anak-anak itu datang kepada-Ku, jangan menghalang-halangi mereka, sebab orang-orang yang seperti itulah yang empunya Kerajaan Allah. Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya barangsiapa tidak menyambut Kerajaan Allah seperti seorang anak kecil, ia tidak akan masuk ke dalamnya." Lalu Ia memeluk anak-anak itu dan sambil meletakkan tangan-Nya atas mereka Ia memberkati mereka.

Baptisan memang tidak menyelamatkan, sama seperti sunat tidak menyelamatkan. Yang menyelamatkan adalah Iman kepada Janji Allah. Tetapi baptisan dan sunat adalah tanda dan materai Perjanjian Allah. Jadi, apakah baptisan anak menyesatkan? Atau ada yang menyesatkan konsep baptisan anak?

Memang Tidak ada Gereja yg Sempurna, itu benar. Ada Gereja Yang Lebih Benar, itu Benar.

Tetapi Tidak ada pemahaman yang sempurna, itu benar. Ada pemahaman yang Sok Benar, itu juga benar.

Sola Christos....