Submitted by hiskia22 on

Suatu peristiwa yang luar biasa tercatat di dalam peristiwa Pentakosta, yaitu semua orang percaya yang berkumpul mendapatkan suatu karunia bahasa roh.

Kis 2 : 1 - 4

2:1. Ketika tiba hari Pentakosta, semua orang percaya berkumpul di satu tempat.

2:2 Tiba-tiba turunlah dari langit suatu bunyi seperti tiupan angin keras yang memenuhi seluruh rumah, di mana mereka duduk; 

2:3 dan tampaklah kepada mereka lidah-lidah seperti nyala api yang bertebaran dan hinggap pada mereka masing-masing. 

2:4 Maka penuhlah mereka dengan Roh Kudus, lalu mereka mulai berkata-kata dalam bahasa-bahasa lain, seperti yang diberikan oleh Roh itu kepada mereka untuk mengatakannya.

Firman Tuhan di atas adalah suatu dasar / fondasi pengajaran bahwa ketika seseorang mulai dipenuhi dengan Roh Kudus, maka orang itu akan mulai berkata - kata dalam bahasa lain. Lebih trendnya dikatakan orang itu harus berbahasa roh. Kalau tidak berbahasa roh, maka itu menunjukkan bahwa orang itu belum dipenuhi Roh Kudus.

Pengajaran di atas kalau mau saya katakan adalah sebuah pengajaran yang mencuri kebajikan Tuhan dengan membuat pengajaran sendiri.

Mari kita cermati lebih jauh lagi tentang bahasa roh yang ada di dalam peristiwa Pentakosta.

Kis 2 : 5 - 11

2:5. Waktu itu di Yerusalem diam orang-orang Yahudi yang saleh dari segala bangsa di bawah kolong langit. 

2:6 Ketika turun bunyi itu, berkerumunlah orang banyak. Mereka bingung karena mereka masing-masing mendengar rasul-rasul itu berkata-kata dalam bahasa mereka sendiri. 

2:7 Mereka semua tercengang-cengang dan heran, lalu berkata:
"Bukankah mereka semua yang berkata-kata itu orang Galilea?

2:8 Bagaimana mungkin kita masing-masing mendengar mereka berkata-kata dalam bahasa kita sendiri, yaitu bahasa yang kita pakai di negeri asal kita: 

2:9 kita orang Partia, Media, Elam, penduduk Mesopotamia, Yudea dan Kapadokia, Pontus dan Asia, 

2:10 Frigia dan Pamfilia, Mesir dan daerah-daerah Libia yang berdekatan dengan Kirene, pendatang-pendatang dari Roma, 

2:11 baik orang Yahudi maupun penganut agama Yahudi, orang Kreta dan orang Arab, kita mendengar mereka berkata-kata dalam bahasa kita sendiri tentang perbuatan-perbuatan besar yang dilakukan Allah."

Coba anda perhatikan Firman Tuhan yang sudah saya beri tanda merah di atas.

Inti pengajarannya adalah :

Orang Galilea mendapatkan karunia berbahasa Partia

Orang Galilea mendapatkan karunia berbahasa Media

Orang Galilea mendapatkan karunia berbahasa Mesir

Orang Galilea mendapatkan karunia berbahasa daerah-daerah Libia yang berdekatan dengan Kirene

Dengan karunia yang telah diberikan oleh Roh Kudus, Orang - orang Galilea itu  mulai menceritakan perbuatan - perbuatan besar yang dilakukan oleh Allah.


hiskia22 tidak tahu ada berapa bahasa di muka bumi ini. Ketika Allah mencerai beraikan manusia pada waktu peristiwa menara Babel, sudah ada berapa bahasa sampai sekarang di muka bumi ini. hiskia22 tidak tahu.

Ketika seorang pengkotbah Jerman datang ke Indonesia dan mulai berkotbah di suatu Gereja.......tiba - tiba pengkotbah Jerman itu dipenuhi dengan Roh Kudus. Dan pengkotbah Jerman itu mulai berkata - kata dengan bahasa Indonesia dan menceritakan perbuatan - perbuatan besar yang dilakukan oleh Allah. Dapatkah kita mengatakan bahwa pengkotbah Jerman itu mendapatkan karunia berbahasa roh yaitu bahasa Indonesia ?

hiskia22 mengatakan dapat. Pengkotbah itu mendapatkan karunia berbahasa roh yaitu bahasa Indonesia.

Di lain tempat.....ketika hiskia22 hadir dalam ibadah itu ( pada saat pengkotbah Jerman itu dipenuhi Roh Kudus ) .......hiskia22 juga tergerak untuk memuliakan Allah. Maka hiskia22 juga berkata - kata dengan bahasa Indonesia dan mulai menceritakan perbuatan - perbuatan besar yang dilakukan oleh Allah.

Dapatkah hiskia22 dikatakan penuh dengan Roh Kudus ?

Dapat. Karena apa yang dilakukan oleh pengkotbah Jerman itu adalah sama dengan yang dilakukan oleh hiskia22. 

Dimanakah letak persamaan itu ? Bukan dari bahasa rohnya.....tetapi dari perkataan yang memuliakan Allah dengan menceritakan perbuatan  - perbuatan besar yang dilakukan oleh Allah. Dan yang mendorong semua itu adalah Roh Kudus.

Yohanes 16:13 Tetapi apabila Ia datang, yaitu Roh Kebenaran, Ia akan memimpin kamu ke dalam seluruh kebenaran; sebab Ia tidak akan berkata-kata dari diri-Nya sendiri, tetapi segala sesuatu yang didengar-Nya itulah yang akan dikatakan-Nya dan Ia akan memberitakan kepadamu hal-hal yang akan datang.

Yohanes 16:14 Ia akan memuliakan Aku, sebab Ia akan memberitakan kepadamu apa yang diterimanya dari pada-Ku. 

2 Ptr. 1:21    sebab tidak pernah nubuat dihasilkan oleh kehendak manusia, tetapi oleh dorongan Roh Kudus orang-orang berbicara atas nama Allah.

Jadi benarkah ketika seseorang dipenuhi oleh Roh Kudus maka orang itu harus berbahasa roh ?

Tidak.

Inti dari Peristiwa Pentakosta bukanlah berbahasa roh. Tetapi inti dari peristiwa pentakosta adalah bernubuat. Silahkan klik di sini

- bersambung -

GBU