Submitted by Vantillian on
Yudas 1:3 Saudara-saudaraku yang kekasih, sementara aku bersungguh-sungguh berusaha menulis kepada kamu tentang keselamatan kita bersama, aku merasa terdorong untuk menulis ini kepada kamu dan menasihati kamu, supaya kamu tetap berjuang untuk mempertahankan iman yang telah disampaikan kepada orang-orang kudus.
 
Apa bedanya iman Kristen dengan iman kepercayaan lain? Bukankah sama-sama meyakini adanya kuasa Supernatural di atas manusia? Bukankah sama-sama mengklaim iman yang paling benar? Apakah iman kristen adalah lebih superior dari iman agama lain? Bukankah agama lain juga memandang hal yang sama terhadap iman kristen?
 
Membicarakan iman kristen dan perbandingannya dengan iman sesama jelas merupakan hal yang riskan dan pesimis. Karena masing-masing mempunyai kebenaran sendiri yang diyakini. Aku percaya begitu, engkau percaya begini, untuk apa diperbandingkan? Bukankah kita semua menuju Tuhan yang sama? Mengapa harus saling menghakimi?
 
Pemahaman antara perbandingan ini melahirkan tiga pandangan populer :
1. Iman Kristen adalah EKSKLUSIF. Iman Kristen benar dalam segala hal. Kebenaran sejati harus diyakini berdasarkan iman kristen. Semua agama dan kepercayaan lain salah. Jalan ke sorga hanya melalui iman kristen. Tidak ada istilah banyak jalan menuju ke surga. 
 
2. Iman kristen adalah INKLUSIF. Kebenaran iman kristen mencakup kebenaran iman yang lain, juga sebaliknya. Karl Rahner pernah menyatakan bahwa Kristus juga dijumpai dalam penganut agama yang lain. Iman kepercayaan lain dapat mencapai Kristus yang juga dicapai oleh kekristenan.
 
3. Iman kristen adalah PLURALIS. Kebenaran iman kristen adalah benar. Iman kepercayaan agama lain juga benar. Jadi yang diperlukan adalah dialog dengan iman agama lain dan menghargai keunikan masing-masing ajaran. Iman kristen bersifat relatif terhadap iman agama lain. 
 
Apologetika Kristen JELAS mengklaim keunikan iman Kristen dibandingkan dengan iman agama lain. Iman kristen didasarkan atas wahyu khusus dan anugerah keselamatan Allah. Iman Kristen jelas BERBEDA dari iman agama lain. Tetapi apakah dengan demikian kekristenan boleh menghakimi dan mempersalahkan ajaran agama lain? Kepercayaan adalah hal yang esensial bagi kehidupan manusia. Allah sudah menanamkan dalam hati manusia adanya kesadaran kekekalan akan yang sesuatu YANG MAHA TINGGI dan MAHA KUASA. Setiap manusia berespon terhadap wahyu umum dari ALlah. Respon internal inilah disebut agama. Sedangkan respon eksternal adalah budaya. Dengan demikian setiap formulasi kepercayaan dan kebudayaan adalah HASIL RESPON manusia berdosa terhadap wahyu umum dari Pencipta. Karena kondisi dosa inilah, maka Pencipta menggunakan wahyu khusus yang menuntun kepada anugerah keselamatan. Melalui FirmanNya, anugerah keselamatan tiba ke bangsa Israel, kemudian kepada bangsa yang lain. Respon manusia berdosa TIDAK AKAN pernah diterima menajdi kebenaran oleh Allah.
 
KEUNIKAN IMAN KRISTEN
 
Jelas, iman kristen unik, karena didasarkan bukan pada usaha manusia, melainkan pada anugerah Allah. Unik karena ALlahlah yang mencari manusia dan bukan sebaliknya. Unik karena berpusat kepada Yesus, sang Anak Allah. Unik karena didasarkan atas Firman Allah yang diuji dalam sejarah. Tetapi keunikan iman kristen BUKAN dasar untuk merendahkan iman kepercayaan lain. Bukankah ketika sebelum kita diselamatkan, kita juga mempunyai respon yang sama terhadap wahyu Allah? TIDAK ADA yang mencari Allah, adalah DASAR untuk melihat bahwa semua iman kepercayaan agama lain adalah respon manusia berdosa terhadap wahyu. DISELAMATKAN OLEH ANUGERAH, adalah dasar untuk mengerti bahwa KITA (orang percaya) TIDAK LEBIH BAIK dari penganut agama yang lain. JAdi bagaimana apologetika kristen memandang hal ini? Karena itu apologetika kristen harus mempertimbangkan tiga point penting :
 
I. SEGALA KEBENARAN ADALAH KEBENARAN ALLAH
Segala kebenaran di dunia adalah bersumber dari Allah, karena itu adalah kebenaran Allah. Dalam bidang budaya, agama, ilmu pengetahuan, jika terdapat nilai kebenaran, semuanya bersumber dari Allah Pencipta. Karena status manusia yang korup, maka kebenaran dari Allah sering ditindas dan ditekan, sehingga standar kebenaran menjadi kabur. Moralitas dan pengajaran agama lain TIDAK SELALU bertentangan dengan ajaran Kristen. Karena itu, kebenaran juga terdapat dalam ajaran agama dan kepercayaan lain. Adalah merupakan kebodohan dan kesombongan jikalau kita merendahkan ajaran agama lain, tanpa mempelajari dengan seksama. Apalagi dalam kerangka pengertian respon manusia terhadap wahyu. Karena itu setiap orang kristen yang bertanggung jawab selalu menghargai seni, agama dan budaya di dalam dunia ini. Tetapi juga dapat membedakan dengan iman Kristen.
 
II. MANUSIA BUKAN STANDAR KEBENARAN ITU SENDIRI
Manusia bukan standar kebenaran, karena itu dia memerlukan iman kepercayaan. Manusia dicipta dalam keadaan adanya RELASI dengan Pencipta. Relasi dengan sesama dan relasi dengan diri sendiri. Manusia untuk mengetahui kebenaran harus balik kepada sumber kebenaran itu sendiri. Iman Kristen mengklaim bahwa Kebenaran itulah yang datang kepada manusia, bukan manusia yang mencari kebenaran sejati. Karena itu, iman kristen bersumber dari kebenaran Allah yang membenarkan (injil ). Iman kepercayaan lain bersumber dari kebenaran diri yang tidak benar. Apakah dengan demikian iman kristen menjadi superior? Tentu tidak. Bukankah kalau kebenaran ALlah tidak membenarkan, bagaimana kita bisa menjadi benar? Bagaimana mungkin menjadi superior dibanding iman lain? Kebenaran dari Allah itulah yang harus dikumandangkan kepada iman agama lain TANPA merendahkan iman mereka. Mengapa? karena masing-masing iman mempunyai presuposisi sendiri. Presuposisi iman kristen adalah kebenaran Allah. Presuposisi iman agama lain adalah kebenaran Allah yang TELAH direspon manusia berdosa. Masing-masing presuposisi tidak akan ketemu didalam satu titik.
 
III. HANYA KEBENARAN YANG SEJATI DAPAT MEMBENARKAN
Injil adalah kekuatan Allah dan kebenaran Allah. Manusia tidak dapat membenarkan diri sendiri. Karena itu, hanya kebenaran sejati yang bisa membenarkan. Iman kristen bukan kebenaran itu sendiri. Iman kristen harus didasarkan atas kebenaran yang membenarkan. Karena itu, presuposisi iman kristen meskipun berbeda dengan iman agama lain, tetapi jelas bukan sebagai berfungsi sebagai alat untuk menilai ajaran agama lain. Semua ajaran agama harus dinilai di bawah terang Firman, Kebenaran Allah. Apologetika iman kristen adalah apologetika mempertahankan iman yang telah disampaikan oleh orang-orang kudus, BUKAN sebagai alat untuk membongkar atau mempersalahkan iman agama lain. Hanya INJIL yang mampu melakukannya. Karena INJIL adalah kekuatan dan kebenaran Allah. Biarlah SANG kebenaran sejati yang melakukannya.
Lalu bagaimana kita harus berapologetika? Mari kita melihat bagaimana Paulus melakukan apologetika dan sekaligus menginjili dalam Kisah Para Rasul :
 
17:21 Adapun orang-orang Atena dan orang-orang asing yang tinggal di situ tidak mempunyai waktu untuk sesuatu selain untuk mengatakan atau mendengar segala sesuatu yang baru.
17:22 Paulus pergi berdiri di atas Areopagus dan berkata: "Hai orang-orang Atena, aku lihat, bahwa dalam segala hal kamu sangat beribadah kepada dewa-dewa.
17:23 Sebab ketika aku berjalan-jalan di kotamu dan melihat-lihat barang-barang pujaanmu, aku menjumpai juga sebuah mezbah dengan tulisan: Kepada Allah yang tidak dikenal. Apa yang kamu sembah tanpa mengenalnya, itulah yang kuberitakan kepada kamu.
17:24 Allah yang telah menjadikan bumi dan segala isinya, Ia, yang adalah Tuhan atas langit dan bumi, tidak diam dalam kuil-kuil buatan tangan manusia,
17:25 dan juga tidak dilayani oleh tangan manusia, seolah-olah Ia kekurangan apa-apa, karena Dialah yang memberikan hidup dan nafas dan segala sesuatu kepada semua orang.
17:26 Dari satu orang saja Ia telah menjadikan semua bangsa dan umat manusia untuk mendiami seluruh muka bumi dan Ia telah menentukan musim-musim bagi mereka dan batas-batas kediaman mereka,
17:27 supaya mereka mencari Dia dan mudah-mudahan menjamah dan menemukan Dia, walaupun Ia tidak jauh dari kita masing-masing.
17:28 Sebab di dalam Dia kita hidup, kita bergerak, kita ada, seperti yang telah juga dikatakan oleh pujangga-pujanggamu: Sebab kita ini dari keturunan Allah juga.
17:29 Karena kita berasal dari keturunan Allah, kita tidak boleh berpikir, bahwa keadaan ilahi sama seperti emas atau perak atau batu, ciptaan kesenian dan keahlian manusia.
17:30 Dengan tidak memandang lagi zaman kebodohan, maka sekarang Allah memberitakan kepada manusia, bahwa di mana-mana semua mereka harus bertobat.
17:31 Karena Ia telah menetapkan suatu hari, pada waktu mana Ia dengan adil akan menghakimi dunia oleh seorang yang telah ditentukan-Nya, sesudah Ia memberikan kepada semua orang suatu bukti tentang hal itu dengan membangkitkan Dia dari antara orang mati."
 
Dalam ayat 22-23, Paulus jelas MENGAITKAN iman kepercayaan lain dengan KEBENARAN UNIVERSAL, yaitu Allah Pencipta. Saya melihat bahwa presuposisi Paulus adalah segala kebenaran adalah kebenaran Allah. Paulus tidak merendahkan atau mempersalahkan iman kepercayaan orang Athena. Sebaliknya Paulus memakai landasan yang sama untuk masuk ke dalam penginjilan. Apologetika Kristen seharusnya menjadi ALAT dan bukan TUJUAN dalam penginjilan. 
 
Dalam ayat 24-29, Paulus menjelaskan tentang dasar yang sama yang diakui oleh orang Athena, bahwa manusia adalah keturunan dari Allah. APakah Paulus disini sedang mengakui adanya panteisme? Tentu tidak, karena Paulus JELAS membedakan antara Pencipta dengan ciptaan berdasarkan ayat 25 dan 29. Semua manusia berasal dari Allah, karena itu manusia akan mencari Pencipta, manusia akan selalu ingin menjamahNya. Tetapi manusia harus mengetahui satu hal juga yakni penghakiman, pertobatan, dan Kristus adalah JALAN menuju Sang Kebenaran. 
 
Dalam ayat 30-31, Paulus menegaskan tentang keberdosaan manusia dan keharusan untuk bertobat. Paulus mengemukakan keunikan dari iman kristen. Iman kristen selalu dimulai dengan presuposisi kebenaran Allah ( Firman ), ---bukan pembenaran iman itu sendiri---bahwa Allah, Sang Kebenaran, akan menghakimi semua manusia. Penginjilan kristen harus selalu memperingatkan orang tentang adanya penghakiman Allah dan pertobatan manusia, dan BUKAN menawarkan hidup yang berkecukupan, sejahtera, sehat dan berbagai janji kosong. 
 
Meskipun pada ayat 32 Paulus diejek dan diremehkan oleh sebagian yang mendengar, tetapi kita dapat melihat dalam ayat 34 bahwa hasil apologetika dan penginjilan Paulus adalah :
 
Kis 17:34 Tetapi beberapa orang laki-laki menggabungkan diri dengan dia dan menjadi percaya, di antaranya juga Dionisius, anggota majelis Areopagus, dan seorang perempuan bernama Damaris, dan juga orang-orang lain bersama-sama dengan mereka.
 
Sola Scriptura, Sola Fide, Sola Gratia