Submitted by Bereans on

Allah menciptakan sorga dan angkasa untuk Anak-Nya (Ibrani 1:1-4, Kolose 1:15-17). Sorga adalah ruangan rohani yang diciptakan untuk Anak-Nya. Sorga ada bukan untuk manusia yang telah mencapai kesempurnaan atau yang telah melakukan amal baik, tetapi untuk Anak Allah atau dengan kata lain sorga diciptakan oleh Allah untuk diri-Nya sendiri karena tempat yang terbaik untuk Allah adalah sorga. sorga bukanlah suatu gagasan. sorga adalah kenyataan seperti kita tinggal didalam angkasa begitu juga sorga. 

Ada yang berpikir bahwa kalau kita mati nanti masuk ke sorga, tetapi jika ditanya dimana sorga berada? di sana, ya dimana, ya disana, pokoknya disana. Kalau terucap perkataan seperti itu berarti sorga sudah menjadi gagasan didalam pikiran orang tersebut, padahal Kis 1:7-11 dikatakan bahwa para awan/para malaikat yang membawa Yesus ke sorga (ruangan illah-illah) dengan tubuh kemuliaan/tubuh kebangkitan dengan kemulian, dengan sekejap mata.

Sorga bukanlah gagasan tetapi kenyataan yang sebenarnya sehingga dikatakan bahwa "kehidupan di bumi adalah bayangan dari sorga". Sorga berada di luar dari angkasa yang dibatasi oleh dinding angkasa yang adalah air/samudera raya yang dijaga oleh RUHAHE yang artinya badai yang artinya malaikat. Malaikat yang menjaga dinding angkasa. Sorga lebih besar dari angkasa.

Allah menciptakan para malaikat di sorga sebagai pelayan (Ibrani 1:14, Ibrani 1:5) dimana tugasnya adalah melayani Nama Allah di sorga dan juga keturunan Abraham. Malaikat tidak bisa menjadi Anak Allah karena hal itu sudah dinyatakan oleh Allah. Kisah penciptaan malaikat dapat dilihat di Mazmur 104:3-4 dimana dikatakan malaikat itu adalah awan, angin, api. Di Ibrani malaikat disebut sebagai badai dan nyala api. Di Wahyu 1:16 malaikat disebut bintang, dimana orang majus mengikuti bintang yang adalah malaikat. Jika tunggal bertemu manusia menjadi manusia, kalau banyak menjadi awan, angin, badai,nyala api. Di Yesaya disebutkan bahwa malaikat adalah api yang akan mengadili dan membakar roh jiwa manusia di lautan api (neraka).

Allah tidak pernah menciptakan neraka. Allah hanya menciptakan sorga dan angkasa. Allah menciptakan sorga untuk para malaikat dan kepada malaikat yang melayani nama Allah mereka akan tetap berada di sorga bersama Allah untuk melayani Nama Allah. Bagaimana dengan malaikat yang tidak melayani Nama Allah dan roh jiwa manusia yang tidak melayani nama Allah yang adalah Yesus (Yohanes 17:11-12). Yesus katakan bahwa Aku datang bukan untuk menghakimi tetapi Firman-Nya lah yang menghakimi. Maksudnya Yesus sudah menetapkan bahwa yang tidak melayani Nama Allah tidak akan mendapat tempat di sorga. Malaikat yang merosot akan dibuang ke angkasa, sedangkan kepada roh jiwa yang tidak melayani nama Yesus roh jiwanya akan berada di Alam maut yaitu angkasa ini dimana angkasa ini akan lenyap dan berubah menjadi lautan api (neraka) dalam 2 Petrus 3:10. Dan kita akan menuju langit baru dan bumi baru yaitu sorga. Dalam Wahyu 21:1 dikatakan bahwa langit yang pertama dan bumi yang pertama ini akan berlalu dan akan ada langit yang baru dan bumi yang baru (langit illah-illah /langit ketiga). Langit yang baru menunjuk kepada langit roh-roh, bukan cakrawala yang di dalam angkasa tetapi langit yang diluar itu

Angkasa bukanlah tujuan akhir setelah roh jiwa kita terlepas dari tubuh, melainkan sorga yang berada di luar dari angkasa. 

Allah mengurung malaikat yang merosot (Satan) kedalam angkasa, dimana yang ada hanya kegelapan. Satan adalah pemberontak kepada Nama Allah disorga. Sewaktu memberontak kepada Nama Allah di sorga disebut Satan. Sedangkan Iblis adalah sebutan bagi Lucifer (raja yang jahat) sewaktu memisahkan antara manusia dan Allah di angkasa; disebut juga "diabolos". Diabolos artinya memisahkan.

Allah mengurung Satan kedalalm angkasa. Didalam angkasa yang ada hanya kegelapan. Dalam 1 Petrus 2:4 dikatakan:"Sebab jikalau Allah tidak menyayangkan malaikat-malaikat yang berbuat dosa (merosot) tetapi melemparkan mereka kedalam neraka dan dengan demikian menyerahkan nya kedalam gua-gua yang gelap untuk menyimpan mereka sampai hari penghakiman." dan di Yudas 1:6 dikatakan:"Dan bahwa Allah menahan malaikat-malaikat yang tidak taat pada batas-batas kekuasaan mereka dan yang meninggalkan tempat kediaman mereka, dengan belenggu abadi di dalam dunia kekelaman sampai penghakiman pada hari besar."

Lucifer sebelumnya adalah Penghulu malaikat dimana batas kekuasannya adalah di sorga tetapi karena merosot dibuang ke bawah yaitu angkasa dan dinding angkasa adalah air/samudera raya yang dijaga oleh malaikat sehingga Iblis tidak bisa turun naik lagi ke sorga tetapi hanya malaikat kudus (yang tidak merosot) yang bisa turun naik ke sorga, seperti Yakub yang bermimpi bahwa ada tangga sampai ke langit dimana para malaikat turun naik ke sorga (kejadian 28:12). Belenggu abadi, abadi adalah sifat Allah yang artinya kekal, tidak berubah.

Angkasa adalah penjara sementara bagi Satan sebelum dihukum. Yang ada di angkasa sebelum penciptaan adalah kegelapan oleh sebab itu Iblis disebut sebagai "Penguasa kerajaan angkasa" dalam Efesus 2:2 dikatakan "Kamu hidup di dalamnya karena kamu mengikuti jalan dunia ini, karena kamu mentaati penguasa kerajaan angkasa, yaitu roh yang sekarang sedang bekerja diantara orang-orang durhaka." Tujuan Allah menciptakan angkasa adalah bagi Anak untuk mengecap kematian selain itu untuk mengurung satan dan membinasakan perbuatan-perbuatan iblis (1 Yohanes 3:8).

iblis dan malaikat-malaikat nya dikurung di dalam angkasa. Semua malaikat yang memberontak di kurung di angkasa. Oleh sebab itu pada waktu penciptaan cakrawala di hari kedua, tidak dikatakan baik. Kenapa tidak dikatakan baik? karena Allah menciptakan angkasa untuk mengurung malaikat yang merosot sampai Anak Allah datang dimana Iblis diizinkan untuk melakukan kegiatannya secara terbatas.

Satan adalah sebutan bagi yang memberontak kepada nama Allah di sorga, sedangkan Iblis adalah sebutan bagi Lucifer sewaktu bekerja di angkasa dengan cara memisahkan manusia dengan Allah. Allah Pemilik dan penguasa. Allah tidak pernah memberikan hak yang legal kepada iblis untuk menguasai angkasa. tetapi karena sudah dikurung di dalam angkasa Iblis bertindak sebagai Iblis bukan bertindak sebagai yang dipenjarakan dalam kegelapan.

Karena Iblis bertindak sebagai Iblis berarti Iblis berhak untuk menyakiti manusia, membunuh manusia, dan menarik orang percaya juga, bahkan murid Yesus juga.

Allah membiarkan Satan menjadi Iblis, dengan tujuan supaya menghukum malaikat yang merosot. Di angkasa yang ada hanya kegelapan. Anak Allah datang sebagai patokan Kebenaran dan kebalikan dari ketidakbenaran adalah ketidakbenaran. Yesus adalah Kebenaran sedangkan manusia yang menerima Yesus disebut dengan yang dibenarkan. Manusia bukanlah kebenaran itu sendiri tetapi Yesuslah kebenaran. Kita adalah orang yang pantas binasa karena kita bersandar pada darah Yesus dan bakti Yesus maka kita dibenarkan oleh orang benar itu yaitu Yesus dimana Yesus adalah patokan kebenaran.

Iblis dan antek-anteknya bekerja dengan hak yang legal. seandainya Iblis menjaga hukum Allah mungkin ia dapat dibenarkan. Allah adalah Hukum itu sendiri. Allah bertindak dengan hukum. Allah bukanlah yang semberono untuk menghukum Iblis dengan semena-mena. Allah ingin tahu kesalahan iblis bukan dari malaikat Yehova melainkan melalui Anak-Nya sendiri. sebenarnya Iblis bisa dibenarkan dan kembali ke sorga.

Allah mengutus Anak-Nya sebagai yang membinasakan perbuatan-perbuatan Iblis (1 Yohanes 3:8). Anak-Nya sebagai patokan kebenaran. Kapankah ketidakbenaran Iblis terungkap? sewaktu pencobaan di padang gurun terhadap Kebenaran (Yesus). disana jelas sekali bahwa Iblis ingin disembah sebagai Allah (Matius 8-9). Allah 100% membinasakan iblis di padang gurun.

Iblis memiliki hak yang ilegal, Iblis sebagai penguasa angkasa harus memiliki hak yang ilegal itu. Untuk Anak Allah mati harus ada hak yang lebih tinggi dari Anak Allah, jika tidak berarti kematian Anak Allah adalah sandiwara belaka. Oleh sebab itu ada kuasa yang lebih tinggi untuk membunuh Yesus. Meskipun di Yohanes 10:17-18 dikatakan bahwa tidak ada seorangpun yang bisa membunuh Yesus. Tetapi masalahnya jika tidak ada yang bisa membunuh Yesus bagaimana darahnya bisa dicurahkan untuk ucapan terima kasih kepada manusia yang sudah membuka jalan bagi diri-Nya. Jika tidak ada yang bisa membunuhnya Yesus akan mati dengan usia genap dan akan mewarisi sorga juga. Bagaiman dengan manusia yang sudah membuka jalan bagi kedatangannya? Maka jika Yesus tidak dibunuh, manusia akan binasa besama iblis diangkasa/alam maut.

Angkasa sebagai penjara sementara bagi Iblis ini akan lenyap setelah di hukum. Lalu muncul pertanyaan, untuk apa angkasa yang adalah alam maut ini lenyap dan menjadi lautan api (neraka) setelah iblis dan antek-anteknya yaitu roh antikristus, roh bidat, roh nabi palsu, roh penyesat dan roh najis (setan) dihukum? pertama, karena roh jiwa tempatnya adalah di ruang illah-illah (sorga) bukan di angkasa/ruang materi karena darah dan daging/debu tidak bisa masuk kedalam sorga. kedua, sama seperti penjara yang akan ditutup setelah para penjahat tidak ada lagi.

Oleh sebab itu kita harus bertekun selama masih ada di angkasa ini dengan menerima wibawa dan kuasa Anak Allah.