Submitted by GODARMY on

                  Banyak orang meratap, banyak orang percaya menangis menginginkan mujizat dalam hidup mereka di jaman sekarang, ada juga yang hidupnya tanpa kendala apapun tidak bersyukur tetapi ingin mujizat, bahkan setelah diberi mujizatpun masih menginginkan mujizat yang lain dan seterusnya. Saya hidup demikian bertahun-tahun seakan-akan jika tidak ada mujizat, hidup seperti tidak sreg/ tidak mantap dalam kerohanian. Tetapi apakah itu yang Tuhan inginkan dalam hidup orang percaya....??  suatu pemikiran yang keliru jika kita hidup seperti ini. Banyak ayat-ayat alkitab mengatakan tentang mujizat.

Dari sekian banyak ayat yang saya pelajari, Tuhan banyak melakukan mujizat pada umat pilihanNya (saat mengalami kemalangan), tetapi israel masih juga tegar tengkuk tidak percaya kepada Allah, ada yang hanya ingin melihat mujizat dll, dari sini saya mulai berpikir, apakah ini yang Tuhan inginkan dalam hidup saya, sebatas mana iman saya terhadap Dia bukankah jika Tuhan memberimu mujizat, berarti kita hidup dalam suatu kemalangan (sakit,lumpuh, ketidak percayaan, kanker, hidup sulit ekonomi, masalah rumah tangga, masalah orang tua dll). Apakah ini juga yang kita inginkan...jika tidak mengapa kita menginginkan mujizat dalam hidup kita, seperti suatu keharusan?.

Bukankah bersyukur dan meminta perlindungan Tuhan jauh lebih baik, bukankah memberikan apa yang kita miliki untuk kemuliaan Tuhan jauh lebih baik, bukankah memiliki iman yang mantap di dalam Kristus jauh lebih baik, bukankah taat dan hidup dalam kasih karuniaNYa jauh lebih baik, bukankah memiliki kasih terhadap saudara dan sesama jauh lebih baik, dapatkah kita menjamin tidak kembali kepada dosa setelah mendapat mujizat dan siapa yang bilang gak dapat mujizat gak kudus???gak ngalamin mujizat gak ngalamin hal-hal rohani?atau hal-hal supranatural?gak dapat bahasa roh katanya masuk neraka. Firman Tuhan yang ngawur atau kepalanya yang peyang!

Dapatkah kita dalam satu hari  tidak melanggar 10 perintah Allah, hidup dalam kekudusan dan menyenangkan Tuhan.

Saya heran dengan beberapa orang  yang selalu menginginkan mujizat terjadi dalam hidupnya, lebih heran lagi pendeta/yang mengaku hamba Tuhan, yang suka mengadakan KKRRRRRRR di mana-mana dengan alasan cari jiwa. Domba-domba di gereja sendiri ditinggalkan malah mengadakan KKRRRRR di tempat lain, domba-dombanya dimakan serigala juga gak tahu dan gak mau tahu, disamping  jemaat pergi ke setiap kkr hanya untuk mendapat mujizat agar hidupnya diubahkanlah, agar dapat karunia inilah itulah, untuk apa ingin mujizat jika hidupnya begitu terus??, tidak semua manusia diberi karunia dapat menjalankannya, apalagi minta tambahan karunia, bukankah mengolah talenta yang ada dan mengembangkannya jauh lebih baik, dan jika sudah mengolah dengan baik maka dengan sendirinya Tuhan akan menambahkan karunia padanya.Untuk apa menggilai kkr dan mujizat jika hidup dan perangainyanya tidak berubah di dalam Kristus, meskipun pergi ke tembok ratapan di israel dan hikss-hikkss, nangis gulung-gulung sampai keluar airmata darah kek airmata buaya kek, juga percuma jika tetap demikian.

Hidup orang percaya dalam Kristus bukan seperti itu, bergelimang dosa lalu meminta  agar hidupnya diubahkan minta pelepasan lagi, lalu berdosa lagi minta diubahkan lagi, pelepasan lagi, lalu berdosa lagi dst...sampai kapan begini terus? sampai kiamat?? sampai tua?? sampai mati??
Gereja dan seorang pendeta tidak dapat menolong kecuali anda berubah dari awal sebuah kemauan dan tekad.

Meminta mujizat terus-menerus menandakan ketidak percayaan seseorang di dalam Tuhan, sama dengan berdoa yang terus diulang-ulang menandakan ketidak percayaan dalam iman.
Saya pribadi tidak menginginkan mujizat terjadi dalam hidup saya, karena saya tahu saat Tuhan memberikan mujizat, saya ada dalam kemalangan atau ada jalan hidup yang terhalang.
Berubah dan tinggalkan kebiasaan yang lama, hidup dalam bimbingan Roh Kudus dan menjalankan Firman Allah, jauh lebih baik daripada minta mujizat. Bukankah mendapat mujizat berarti harus lebih dulu mengalami kemalangan?



Matius: 6
6:7 Lagipula dalam doamu itu janganlah kamu bertele-tele seperti kebiasaan orang yang tidak mengenal Allah. Mereka menyangka bahwa karena banyaknya kata-kata doanya akan dikabulkan.
6:8 Jadi janganlah kamu seperti mereka, karena Bapamu mengetahui apa yang kamu perlukan, sebelum kamu minta kepada-Nya.

6:9. Karena itu berdoalah demikian: Bapa kami yang di sorga, Dikuduskanlah nama-Mu,
6:10 datanglah Kerajaan-Mu, jadilah kehendak-Mu di bumi seperti di sorga.
6:11 Berikanlah kami pada hari ini makanan kami yang secukupnya
6:12 dan ampunilah kami akan kesalahan kami, seperti kami juga mengampuni orang yang bersalah kepada kami;
6:13 dan janganlah membawa kami ke dalam pencobaan, tetapi lepaskanlah kami dari pada yang jahat. (Karena Engkaulah yang empunya Kerajaan dan kuasa dan kemuliaan sampai selama-lamanya. Amin.)
6:14 Karena jikalau kamu mengampuni kesalahan orang, Bapamu yang di sorga akan mengampuni kamu juga.
6:15 Tetapi jikalau kamu tidak mengampuni orang, Bapamu juga tidak akan mengampuni kesalahanmu."