Aku lupa nama tokohnya, Aristoteles mungkin ya (nanti aku cek lagi). Dia berkata: sesuatu dapat menjadi sesuatu karena memiliki potensi untuk menjadi sesuatu dan mengalami proses untuk menjadi sesuatu. Begitulah yang aku alami.
Sekarang, orang-orang di luar diriku mengakui bahwa aku pandai menggambar dan mampu menjadi seorang public speaker
![]()
. Ya ini aku yang sekarang. Aku yang dulu berpotensi dan telah mengalami proses untuk menjadi aku yang sekarang. Bahkan tak pernah kukira bahwa beberapa waktu lalu aku sedang mengalami proses untuk menjadi.
Dulu, aku mendapat nilai jelek di tiap pelajaran seni lukis, itu dulu. Dulu, aku paling takut kalau ada mata pelajaran yang memaksaku untuk berdiri di depan kelas, bahkan berharap mendapat serangan vertigo mendadak - supaya ada alasan bolos sekolah, itu dulu. Entah bagaimana prosesnya, sekarang ini berbicara di depan kelas adalah moment yang aku tunggu-tunggu, dan sering berkhayal seandainya ada mata kuliah menggambar.
Bukan proses yang sebentar untuk bisa menjadi aku yang sekarang. Beberapa tahun mungkin. Saat aku terpaksa maju ke depan kelas dan berbicara, beberapa waktu kemudian aku mulai terbiasa. Di sisi lain, saat aku begitu ingin menjadi drawer yang handal. Aku mencoba untuk mengerti instruksi dari guru seni lukis, dan hasilnya aku mampu melakukannya
![]()
.
Dan sekarang ini, aku hampir yakin bahwa aku dapat menguasai banyak hal dengan belajar untuk menjadi bisa. Dalam belajarku dan dalam menjadiku, aku bereksistensi
![]()
.